
“Kau pikir dengan cara busukmu, kau bisa mendapatkan hati Michella, anjing kecil.”
Diavolo menyeringai licik, meskipun dirinya berada di dalam penjara sebagai tersangka untuk sementara, sebelum semua terkuat di depan pengadilan. Meskipun masih berstatus tersangka, tapi Diavolo harus beberapa hari di dalam penjara khusus, karena pembunuhan merupakan kejahatan dengan tingkat tinggi, bahkan bisa di penjara seumur hidup. Diavolo tidak gentar atau sedikitpun takut dengan Riel, bahkan dirinya menantang jika lelaki itu bahkan belum tentu berhasil mendapatkan hati wanita pujaannya.
“Setidaknya dengan masalah ini, aku bisa memisahkanmu dan mendekati Michella.”
“Dan... Apakah Michella akan menerimamu ?? Apa kau berharap Michella adalah Cinderella dan kau pangerannya ?? Jangan berharap anjing kecil !! Michella adalah ratu, dan dia tidak membutuhkan seekor anjing sepertimu !!” Celetuk Diavolo dengan sinis.
Diavolo yakin, jika Michella tidak mungkin akan melakukan hal bodoh semacam itu, dia yakin wanitanya pasti kuat dan hebat, serta mampu bertahan tanpa dirinya untuk beberapa saat.
“Begitukah ?? Kita lihat saja nanti.”
Diavolo melirik ke arah Riel yang pergi dari sana, sepertinya Riel sudah terlalu emosi dengan ucapan umpatan yang selalu di berikan oleh Diavolo, kenyataannya memang, sampai saat ini, Michella tidak pernah menginginkan melanjutkan hubungan dengannya. Entah seberapa besar dia berusaha, karena bagi Michella, hanya Diavolo yang ada di hatinya.
Karena itu, Riel berusaha menyingkirkan Diavolo dengan cara apapun, meskipun tidak mudah baginya, Diavolo memiliki nama sendiri yang cukup populer dan berkuasa.
Bertahanlah Mommy, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu selamanya. Batin Diavolo dengan sedih. Dirinya membayangkan bagaimana kondisi Michella saat ini, bahkan kemarin dirinya bisa melihat rasa takut kehilangan yang besar dari Michella kepadanya.
Berharap saja Riel tidak menggunakan kesempatan itu untuk kembali kepada Michella.
...
“Akhh !! Sakit !!”
Di saat masa-masa sulit bagi Michella, tiba-tiba saja perutnya terasa sangat sakit. Wanita itu merasakan sensasi sakit seakan menusuk dirinya, Joella yang ada di sampingnya, juga beberapa pelayan perempuan mencoba membantunya.
“Michella... Bertahanlah..”
__ADS_1
“Sakit... Sakit sekali...”
“Panggil ambulan sekarang !!”
“Baik.”
Mereka segera memanggil ambulan menggunakan telepon rumah, dengan sedikit panik, namun perlahan mampu menyebutkan informasi mengenai alamat rumah dan juga apa yang terjadi di sana kepada pihak rumah sakit.
Joella sendiri menggenggam erat tangan Michella, sementara wanita itu meremas tangan sahabatnya merasakan sakit yang begitu menyakitkan baginya. Hingga beberapa pelayan melihat darah mulai mengalir dari kaki Michella, mereka meyakini ini mungkin sudah waktunya bagi majikan mereka untuk melahirkan.
“Ssttt tenang.. Tahan sebentar lagi ambulan akan datang.”
“Me..mereka akan keluar... Akhh !! Sakit..” Michella menangis tidak mampu menahan rasa sakit dalam perutnya, meskipun sudah pernah melahirkan, tapi bukan berarti Michella bisa menahan rasa sakit untuk dua kali kehamilan ini.
Joella melihat bagaimana Michella menahan rasa sakit, dia merasa sedikit pedih dalam dirinya kepada Michella, ini kedua kalinya, kau melahirkan sendiri tanpa kekasihmu Michella. Aku akan membantu Diavolo kali ini, jangan khawatir batin Joella dengan keinginan yang kuat membantu Michella.
“Ambulan sudah datang.” Ujar salah satu pelayan itu yang berlari dari luar ke dalam rumah.
“Suruh mereka masuk membantu..” Ujar Joella, menahan dan membantu Michella yang terbaring lemah di sana. Joella tidak mau mengambil resiko besar jika membantu Michella bergerak, karena mungkin bisa-bisa air ketubannya pecah di sana, dan lagi Michella terlihat sangat kesakitan tidak mungkin dia kuat untuk bisa berjalan atau berdiri.
...
Disisi lain, Addy sendiri. Dia mengetahui apa yang terjadi, dia dan Joella akhirnya sepakat untuk membantu Diavolo. Oh, jangan salah paham. Dia membantu Diavolo hanya demi Michella, bukan karena dia sudah menerima dan mau membantunya, tapi karena Michella.
Addy sendiri sedang mengurus dan berbicara dengan seorang pengacara yang cukup terkenal pintar dan cerdik.
“Ini kasus yang sering sekali terjadi, tapi masih saja para polisi dan hakim itu percaya.” Ujar pengacara itu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Benar, karena sepertinya sudah di rencanakan dan di jebak dengan bukti palsu buatan.”
“Bukti palsu dan asli memiliki perbedaan yang cukup efisiensi, dan masih bisa di ketahui dengan mudah. Pasti ada pihak polisi yang juga di bayar untuk ini.”
Addy menggelengkan kepalanya, “Ada-ada saja..”
“Kalau boleh aku tahu, kenapa bisa seperti ini ?? Apakah persaingan bisnis ??”
Addy menggelengkan kepalanya, “Tidak, ini masalah.... Wanita.”
Pengacara itu terkekeh geli, “Yeah, memang terkadang, apapun bisa menjadi masalah. Tapi sebenarnya ini terlalu berlebihan jika hanya masalah wanita. Karena biasanya ini digunakan untuk menghancurkan bisnis saingannya.”
“Begitukah ??? Dunia bisnis memang sangat gelap. Yeah, karena itu berhati-hatilah, kau juga akan memulai bisnis bukan ??”
“Baru bisnis kecil.”
Pengacara itu mengangguk, “Aku akan membantumu, jika kau membutuhkan bantuan.”
“Terima kasih banyak, tuan..”
“Panggil saja, aku Tuan Niko.”
“Baik, terima kasih banyak Tuan Niko.”
Lelaki yang cukup dewasa itu mengangguk, Niko adalah teman dari Joella yang menjadi sosok pengacara handal dan sukses, serta terkenal. Tapi Niko lebih sering mendapatkan pelanggan yang merupakan korban dari kasus yang dia tangani, seperti korban penipuan, korban penindasan, korban fitnah dan lainnya, dia juga sosok yang sangat baik dan lembut.
Lelaki tampan dan sempurna itu, hanya satu kekurangannya, dia belum memiliki kekasih. Entah wanita mana yang mau menikah dengannya kelak, pastilah wanita yang sangat beruntung.
__ADS_1
...