
Author minta maaf kemarin gak update, karena kecapekan habis ngelembur 😭😭 dan hari inipun sebenarnya juga ngelembur sampai malam.
BTW, semangat membaca ceritanya.
“Jadi.. Apa yang terjadi pada wanitaku ?? Apakah dia baik-baik saja ??”
“Tuan tidak usah khawatir, dia hanya-”
“Dia tidak sakit parah, bukan ?? Apakah dia perlu operasi ?? Apakah kondisinya akan segera membaik ??”
“Tuan, dia hanya-”
“Dia tidak- awh !!”
“Dengarkan dulu penjelasan darinya, jangan memotong pembicaraannya ?!” Ujar Michella dengan kesal, karena Diavolo terus saja memotong pembicaraan dokternya itu, sementara wanita dokter itu terkekeh pelan. Dia tahu jika Diavolo sebenarnya sangat khawatir, karena itu lelaki itu terus saja memotong.
“Aku hanya khawatir, Mommy. Kau terlihat sangat pucat.” Ujar Diavolo memegang wajah kekasihnya yang memang masih memucat itu. Dan terbujur lemah di atas kasur.
“Tenang, oke ?? Aku baik-baik saja, mungkin aku hanya kelelahan saja. Jadi bagaimana hasil pemeriksaanku, Bella ??”
Bella tersenyum senang, seakan dirinya mendapatkan kabar gembira di tengah-tengah mereka, mungkin seperti orang miskin yang dilempar uang beberapa lembar ke arahnya. Oh itu terlalu berlebihan, tapi perumpamaan itu memang cocok dengan keadaan dan ekspresi dari Bella.
“Michella, selamat sahabatku.”
Michella memandang bingung, “Kenapa ??”
“Kau hamil, aku memperkirakan kehamilanmu masih sangat muda, tapi aku yakin perkirakanku tidak meleset.” Ujar Bella sedikit tidak formal, well dia sahabat dari Michella juga, dan Michella sama sekali tidak mempermasalahkan tindakannya.
Tapi kabar ini tentunya membuat Michella kaget bukan main, sementara Diavolo tersenyum dengan lebar. Dia memandang ke arah Michella dengan bangga dan berbicara kepadanya.
“Mommy, rahimmu memang luar biasa. Ayo kita buat 100 anak !!”
“Diavolo !!!”
Bella tertawa geli, melihat Diavolo yang berbicara sangat frontal, dan Michella yang memukul kepala lelakinya dengan pelan. Bella tidak mengenal Diavolo memang, tetapi dia bisa melihat keceriaan dari sahabatnya, Michella saat datang bersama Diavolo. Sebagai sahabat, rasanya lega melihat Michella sosok sahabatnya itu menemukan sosok lelaki yang sangat dia cintai itu.
“Seringlah datang kemari untuk kontrol kehamilanmu, oke ?? Dan jangan lupa hubungi aku, jika ingin cek kontrol.”
“Tentu saja.” Ujar Michella tersenyum dengan senang.
...
“Jadi.. Mom sakit apa ??” Ujar Catholo di depan pintu ruangan pemeriksaan.
Kedua anak itu tidak diijinkan untuk ikut masuk, karena khawatir mereka tidak mengerti pemeriksaan apapun, yang ada mereka malah histeris dan ketakutan, apalagi di dalam ruangan pemeriksaan terdapat beberapa alat seperti suntikan dan lain sebagainya.
Jadilah kedua anak itu menunggu di luar ruangan. Dan saat kedua pasangan itu keluar, kedua anak itu menghampiri Mom mereka.
“Mom baik-baik saja, hanya-”
“Selamat anak-anak, kalian akan memiliki adik kecil.” Celetuk Diavolo dengan senang.
“Eh ?? A.. Apa maksudnya Mom ??” Tanya Cathina dengan polos saat mendengarkan ucapan dari Diavolo.
“Itu artinya-”
__ADS_1
“Bisakah kau mendengarkanku untuk sekali saja ?! Berikan aku kesempatan lagi, aku mohon Riel..”
Belum sempat Diavolo melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan sebuah suara perdebatan antara suami istri, dan Michella mendengarkan nama lelaki yang di sebutkan adalah Riel.. Jangan-jangan ?! Michella menoleh, dan benar saja itu adalah Riel, dan sosok wanita yang berteriak, menangis dan memohon adalah istri dari Riel. Wanita itu bernama Lily.
“Hey, ini rumah sakit !! Jangan berisik !!” Celetuk salah satu suster yang keluar dari salah satu ruangan pasien, menegur keduanya. Memang, di rumah sakit tidak boleh berisik, kan ??
“Ma..maafkan kami, kami akan segera keluar.” Ujar Lily dengan sopan, dan merasa tidak enak, dia terlalu terbuai dalam emosi perasaannya, hingga melupakan tempat dimana mereka berada saat ini. Sementara Riel sendiri, memandang acuh, dan tidak sedikitpun meminta maaf.
“Mom.. Bukankah itu lelaki kasar yang sempat datang ke rumah ??” Ujar Catholo memperhatikan raut wajah Riel, yang sepertinya sempat di ketahui oleh anak itu.
“Eh, lelaki kasar ??” Diavolo merubah ekspresinya, dan kemudian menundukkan tubuhnya, seakan menutupi Cathina dan Catholo agar tidak terlihat oleh Riel, yang sudah pasti di kenali oleh lelaki itu.
Sementara Michella yang sudah di berikan vitamin dan obat untuk memperkuat kehamilan dan daya tubuhnya, serta mendapatkan suntikan dari Bella. Kini bisa berdiri tanpa rasa mual, dan beruntung saja dia membawa pakaian lengan panjang, dengan celana panjang, jaket yang bertudung dan memakai masker untuk berjaga-jaga, jika ada paparazi yang mungkin masih menguntitnya kemanapun dia pergi. Padahal Michella sudah bukan model lagi, tapi namanya masih begitu populer dan masih terangkat lebih besar.
Dengan penyamaran itu, Diavolo dan Michella mampu menyelamatkan diri dari Riel dan Lily yang sepertinya keluar dari rumah sakit dengan segera. Tetapi Diavolo masih tetap ada posisinya, menunduk di depan Catholo dan Cathina untuk menanyakan masalah perkataan dari Catholo. Sekaligus memata-matai, apa yang Mommy nya lakukan sebelum bertemu dengannya.
“Iya, dia sempat kemari. Tetapi dia sangat kasar, di depan Mom saja dia baik dan lembut, tapi saat Mom pergi, dia malah marah dan berbicara kasar kepada pelayan.” Ujar Catholo dengan polosnya.
“Lalu, apa yang Mommy lakukan ??”
“Dia mengusir lelaki itu, bak pahlawan wonder women yang mengusir penjahat.” Ujar Cathina memandang kagum ke arah Mom nya.
Diavolo memberikan tatapan penuh tanda tanya, apa yang sebenarnya hubungan antara Michella dan Riel, kenapa sampai anak-anaknya mengenali Riel, apakah lelaki brengsek itu sering mendatangi rumah Mommy nya ?? Dan Apakah dia sempat berbicara kasar kepada kedua anaknya ?? Jika iya, maka Diavolo tidak sabar akan memotong lidahnya dan menjahit mulutnya, kemudian menyiksanya hingga meninggal. Itu akan jauh lebih menyenangkan.
“Apakah lelaki kasar itu pernah memarahi kalian ??”
Cathina dan Catholo menggelengkan kepalanya.
“Kami bertemu sekali saat siang, dan itu secara singkat. Karena lelaki itu datang saat malam hari. Saat itu, aku kebetulan ke kamar mandi, dan mendengar lelaki itu memarahi pelayan.” Ujar Catholo dengan polosnya, membuat Diavolo kembali melirik ke arah Michella untuk meminta penjelasan lebih detail.
Riel sering datang ke rumah ?? Saat malam hari ?! Dan Michella menyembunyikan lelaki itu dari kedua anaknya ?? Sudah dari awal, Diavolo melihat ke arah Riel, dan yakin jika lelaki itu mendekati Michella hanya karena obsesi gila akan tubuh indah Mommy nya, dan juga wajah cantik nan rupawan dari Mommynya.
__ADS_1
__ADS_1