
“Fael !! Sudah berapa kali, aku katakan ?! Aku tidak mau !!”
Sosok perempuan duduk di atas kasurnya, sembari berbicara dengan nada kesalnya. Michella menjawab telepon itu dengan kesal, Fael sudah menelponnya hampir 20 kali, dan itu membuat Michella gelisah. Rasanya dia ingin sekali mematikan handphonenya dan membiarkan Fael, tapi lelaki itu pasti akan menelfon ke telepon rumah, yang dimana itu akan bersuara keras dan menganggu anak-anaknya tertidur. Astaga, rasanya Michella ingin mematikan handphone dan memotong kabel teleponnya, agar lelaki itu tidak bisa mengganggunya.
“Ayolah, Michella.. Tidakkah kau berfikir untuk memberikan aku kesempatan ??”
“Aku sudah memiliki kekasih !! Dan aku berencana akan menikah dengannya ?! Jadi, berhentilah menganggu ku ?!”
“Aku akan berhenti, jika kau mau bersama denganku.”
“Tidak akan !!”
“Ayolah, Michella.. Tidakkah kau ingat-”
“Mommy !! Aku datang !!”
Sebuah suara dari luar, terdengar membuat Michella menoleh, dan Fael bahkan menghentikan ucapannya. Michella menoleh dan melihat Diavolo, sudah membuka pintu kamarnya, dan merasa bingung dengan Michella, dalam hatinya penuh tanda tanya, siapa yang di telpon oleh Michella ?? Tapi, sepertinya wanita itu tidak mengatakan apapun dan malah mengalihkan percakapannya.
“Ah, maafkan aku tuan.. Aku akan membayar tagihan listriknya nanti. Terima kasih.” Ujar Michella langsung mematikan teleponnya dan tersenyum kepada Diavolo.
“Tagihan listrik ??”
“Ahh~ ya.. Hahaha.. Ada kekurangan sedikit saat aku membayar listrik kemarin, jadilah salah satu petugas menelponku.” Ujar Michella dengan sedikit ragu, apakah Diavolo akan mempercayainya ?? Astaga, Michella tidak tahu apakah dirinya pandai berbohong atau tidak.
__ADS_1
“Begitu ya... Baiklah, kalau begitu.”
Diluar dugaan, tenyata Diavolo percaya kepadanya. Apakah ini mimpi ?? Ini pertama kalinya, Michella bisa menipu Diavolo, untuk kali ini saja. Selebihnya, dirinya tidak bisa menipu Diavolo, karena biasanya Michella sangat ceroboh ungum soal menipu, terutama menipu Diavolo. Lelaki itu sangat cerdik.
“Oh iya, Mommy.. Lihat apa yang aku beli untukmu..”
“Astaga !! Banyak sekali ?!”
“Mommy, aku hanya membeli barangnya, bukan tokonya, kau tidak perlu berlebihan seperti itu.”
“Bagaimana aku bisa menghabiskannya ??”
“Dengan bantuan anak di dalam kandunganmu. Oh iya, untuk kedua anak kembar kita, aku sudah membelikan roti sendiri untuk mereka. Aku akan memasukkannya ke dalam kulkas.”
Pasti roti tart.. Batin Michella, saat mendengar jika Diavolo, hendak memasukkan roti ke dalam kulkas. Astaga, demi Tuhan.. Diavolo benar-benar akan membeli satu negara untuknya dan anak-anak jika tidak di hentikan.
“Oh, dan lagi.. Ini untukmu..”
“Bunga ?? Kau.. Masih mengingat bunga favoritku ??”
Diavolo terkekeh pelan, menyerahkan sebuket bunga itu kepada Mommy nya. Michella terlihat senang, dan terharu, saat melihat Diavolo masih mengingat bunga kesukaannya itu, memang sih beberapa penggemar mengetahui bunga favoritnya, tapi jika yang mengingat dan memberikan bunga Violet biru itu adalah kekasih tercintanya, tentu saja kesannya akan berbeda, dan terasa jauh lebih indah.
“Tentu saja.. Aku masih mengingat semua kenangan indah kita berdua. Bukankah aku sudah mengatakannya sejak awal ??”
__ADS_1
“Kau tahu, terkadang lelaki menipu hanya demi mendapatkan satu perempuan.”
Diavolo malah terkekeh geli mendengarkan perkataan Michella, “Benarkah ?? Apakah wajahku, terlihat seperti sosok penipu ?? Astaga, Mommy aku tersinggung.”
Kali ini guliran Michella yang terkekeh dengan perilaku Diavolo. Lelaki itu kemudian meraih bungkusan roti di meja nakas.
“Aku akan memasukkan roti ini ke dalam kulkas, dan semoga saja mereka menyukai roti ini.”
“Pastinya.”
Lalu Diavolo berlalu dari sana, dan Michella memandangi kekasihnya keluar dari kamarnya. Setelah Diavolo keluar dari kamar, Michella kembali memandang ke arah bunga itu, melupakan konfliknya dengan Fael, dan memilih memasukkan bunga ke vas yang berada di dekatnya. Vas yang di desain khusus, dan bawahnya terdapat air sehingga menjaga kesejukan dari bunga tersebut. Selain itu, posisinya yang dekat dengan jendela, membuat sinar matahari bisa masuk, dan memberikan sinarnya kepada bunga.
Senang, dan takjub bagi Michella, hingga handphone nya berbunyi lagi. Kali ini Michella, tidak peduli. Dia melihat layar handphone tertulis nama Fael di sana. Michella memilih untuk mematikan handphonenya, melihat keindahan bunga, serta menikmati makanan yang dibelikan oleh Diavolo. Benar saja, lelaki itu benar-benar peka. Michella selalu merasa lapar dan tidak pernah menolak makanan di depannya.
Diavolo memang tahu apa yang terbaik Batin Michella menikmati makanan itu.
“Michella... Apa kau berfikir jika aku akan menyerah begitu saja ?? Kau tahu, bahkan jika untuk mendapatkanmu, aku harus meledakkan satu kota.. Pasti akan aku lakukan..”
Lelaki itu menyeringai licik, pikirannya dipenuhi keinginan untuk bisa mendapatkan sosok perempuan cantik nan indah itu, ah sialan !! Kalau saja, Lina tidak menyusul dan mempermalukan Michella, sudah pasti Fael tidak akan ketahuan jika dirinya memiliki istri. Dasar wanita tidak berguna !! gerutu Fael, kepada Lina istrinya yang malah melabrak dan mempermalukan Michella begitu saja ?! Dan sekarang hubungannya pun, hancur ?!
“Aku harus melakukan sesuatu untuk bisa mendapatkan Michella kembali.”
Entah bagaimanapun caranya Fael tidak akan tinggal diam begitu saja, melihat Michella menikah dengan lelaki lain, selain durinya.
__ADS_1