Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
37. pertarungan sengit


__ADS_3

Malam hari terlihat begitu gelap, sekitar jalanan tampak gelap, di tambah jalanan itu sedikit jauh dari pemukiman warga, tapi masih ada beberapa penerangan jalan, di sebelah masih ada lapangan berumput yang cukup besar. Sebuah mobil melaju dengan sedikit cepat.


Di dalam mobil terlihat sosok lelaki yang wajahnya memperlihat rasa kesal. Ada rasa emosi membara dalam di matanya, tetapi dia masih waras untuk mengendarai dengan kecepatan normal. Tapi tetap saja, emosi dalam dirinya tidak bisa dia lupakan begitu saja. Keinginannya selama ini, untuk bisa memiliki Michella langsung hancur seketika itu juga, Riel merasa sangat kesal, kecewa, marah menjadi satu. Apalagi saat Michella masih terus saja menolaknya, padahal Riel tidak mempermasalahkan jika dirinya berbagi dengan Diavolo (meskipun dalam hatinya sangat tidak ikhlas).


Di dalam pikirannya, masih terbayang Michella saat bersama dengannya. Di hari pertama, Riel hanya ingin menjadikan Michella sebagai pelampiasan saja, tapi entah kenapa dirinya malah mulai menyukai dan jatuh hati kepada Michella. Dan membuatnya jatuh dalam obsesi yang tidak waras kepada Michella.


Bayangkan saja, demi obsesi gilanya, Riel memiliki kamar sendiri dan di sana berisikan foto wajah dan gaya erotis Michella di dalam majalah. Tidak berhenti sampai di sana, Riel mencuri beberapa pakaian dan pakaian dalam Michella secara diam-diam demi menghirup aroma dari sosok wanita pujaan hatinya. Katakanlah Riel sudah gila dan tidak waras, lelaki itu tidak peduli, dipikiran dan hatinya hanya terdapat Michella saja.


“Apapun yang terjadi.. Aku harus bersama denganmu, Michella.” Celetuk Riel menyeringai licik, dia mencoba untuk memikirkan rencana selanjutnya, bagaimana caranya dirinya mendapatkan Michella.


Tapi ada satu hal yang menarik perhatian Riel saat ini, merasakan sesuatu ada yang salah. Riel sepertinya memiliki insting lebih tajam daripada ular atau elang, seketika dirinya mendekatkan mobilnya ke pinggir, ke lapangan terbuka. Dan kemudian dia melepaskan seluruh sabuk pengaman, dan handphone lalu keluar dari mobilnya dengan cepat. Tidak lama, mobil milik Riel meledak dan terbakar.


Beruntung bukan di jalanan umum, jadilah tidak ada korban jiwa, atau bahkan tidak ada cctv atau polisi yang merekam adegan itu. Riel yang terjatuh di lapangan, menatap mobilnya yang terbakar dengan tatapan malas. Dirinya sudah mengalami hal seperti ini, jadilah dirinya bisa mengetahui kapan dan apa yang harus dia lakukan.


Riel yang terjatuh tadi, bangkit berdiri dan memandang mobilnya yang sudah menabrak pohon dan terbakar di sana. Hingga sebuah suara dikenali oleh Riel.

__ADS_1


“Woah.. Cukup hebat juga, ku akui insting lumayan kuat.” Ujar sosok pelaku yang memasang bom di mobilnya, Diavolo berdiri tidak jauh dari sana memandangi apakah Riel cukup cerdik untuk bisa menyelamatkan diri dari bom yang telah dia pasang, rupanya semua diluar dugaan.


“Permainan rendahan seperti ini, sudah aku dapatkan berulang kali.” Celetuk Riel dengan malas membalik badan, dan tidak terkejut sama sekali dengan adanya Diavolo di sana.


“Ini hanya ancaman kecil dariku, jika kau sampai berani menyentuh calon istriku.”


Riel menyeringai dengan licik, “Kau tahu, ancamanmu itu tidak berarti apapun bagiku.”


“Benarkah ?? Kita lihat saja, siapa yang akan bertahan dan mendapatkan Michella.” Ujar Diavolo dengan nada penuh penekanan seakan dirinya sangat tidak menyukai apa yang di katakan oleh Riel. Rasanya Diavolo ingin memasang bom di tubuh Riel, dan meledakkan tubuh lelaki bajingan itu di hadapannya saat ini juga.


“Sepertinya kau ingin menantangku, saat ini.” Ujar Riel sepertinya menantang Diavolo untuk bertarung kepadanya.


“Begitukah, aku tidak masalah.” Ujar Diavolo menyanggupi pertarungan itu.


Tidak, mereka tidak menggunakan senjata pistol atau apapun, melainkan murni pertarungan fisik satu sama lain. Seakan keduanya ingin membuktikan sekaligus menunjukkan siapa lelaki yang pantas dan kuat untuk bisa mendapatkan Michella.

__ADS_1


Keduanya bertarung dengan cukup sengit, beruntung tidak ada polisi yang lewat, dan keduanya bertarung dengan bebas. Di tambah, tidak ada orang lain yang melihat, jadilah keduanya begitu leluasa untuk bertarung saat ini. Ya meskipun, mobil Riel yang terbakar sempat menabrak satu pohon besar dan membakar pohon itu, tapi siapa yang peduli ??


Serangan demi serangan diberikan satu sama lain, tapi tangkisan juga cukup terlihat di sana. Sungguh, apakah keduanya akan bertarung dengan sengit ?? Hingga terluka parah ?? Entahlah, tidak ada yang tahu.


...


Disisi lain, Michella sendiri duduk di kasur dengan gelisah. Setelah mengajak anak-anak jalan-jalan dan makan siang juga malam, Diavolo berpamitan sebentar kepada Michella, jika ada masalah yang harus dia urus, tapi lelaki berjanji akan datang saat pagi buta atau saat tengah malam. Tetap saja, Michella merasa sangat khawatir dan bingung, apakah kekasihnya terlibat masalah besar ?? Apakah dirinya harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian ?? Tidak !! Tidak !! Michella benar-benar harus menghentikan pikiran negatifnya kali ini, dia tidak boleh terlalu membebani diri dengan pikiran.


“Dia pasti akan datang... Tenanglah, Michella.. Itu hanya ketakutanmu saja..” Ujar Michella dengan berusaha menenangkan diri. Tapi sekuat apapun dirinya berusaha untuk merilekskan diri, dan berusaha tidur, semua tampak sia-sia dan gagal.


Padahal sebelum Diavolo hadir, dirinya terbiasa tidur sendiri, tapi semenjak kehadiran lelakinya, Michella tampak sangat bergantung akan lelaki itu, entah dari sentuhan manja, atau bahkan keberadaan dari Diavolo sendiri.


“Ini benar-benar aneh.” Celetuk Michella pada dirinya sendiri.


Tapi Michella mencoba berfikir jika, itu karena bayi dalam kandungannya. Ah, seharusnya Michella menggunakan pelindung saat akan melakukannya dengan Diavolo, tapi apa daya. Seakan Diavolo memiliki sihir yang membuatnya terhipnotis dan tidak berdaya. Bukannya tidak mau, tapi dirinya menunggu Diavolo menikahinya, barulah Michella memikirkan kehamilan lagi. Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur.

__ADS_1


__ADS_2