
“Jadi.. Bagaimana menurutmu, Tasya ?? Haruskah aku menyewa babysister untuk Cathina dan Catholo ??”
Michella di landa bimbang saat ini, kehamilan besar mulai membuatnya sedikit kesulitan untuk beraktifitas secara bebas. Membuat wanita itu berfikir untuk menyewa orang lain, membantunya mengurus kedua anak kembarnya. Michella menyampaikan kebimbangannya dengan salah satu pelayannya, yaitu Tasya.
Selain rendah hati, Michella kita sering berbicara dengan pelayannya seperti sahabat atau teman sendiri. Dan Michella tidak membedakan antara dirinya dan pelayan juga. Hal itu, yang membuat para pelayan menghargai dan menghormati atasan bos mereka.
“Tidak perlu, Nyonya.. Pelayan lainnya bisa membantu anda untuk mengurus Cathina dan Catholo selama anda hamil besar.” Ujar Tasya memberikan ide lainnya, daripada menyewa orang lain, lebih baik pelayan sendiri yang sudah mengenal majikan dan mengetahui aturan yang ada. Mengajari orang baru, akan membuang waktu lebih banyak, di tambah Michella di incar oleh beberapa orang jahat di luar sana, mencari pekerja baru akan sangat rawan.
“Begitukah ?? Hah.. Lelaki itu gila, datang-datang malah menambah anak. Padahal Cathina dan Catholo masih kecil.” Ujar Michella mengeluh akan kehamilannya yang di rasa terlalu cepat, setidaknya tunggu sampai kedua anak itu SD, tapi anak mereka masih ada di tingkatan TK, Diavolo malah menambah anak.
Tasya hanya terkekeh pelan, “Nyonya.. Anda sangat beruntung bisa mendapatkan sosok yang sangat baik, dan begitu perhatian pada anda.”
“Jangan begitu, kau pasti juga akan mendapatkan pasangan yang mungkin jauh lebih baik daripada Diavolo. Lelaki itu pencemburu berat, dia sangat posesif, tapi ya memang dia sangat perhatian.”
Tasya tersenyum, “Dia takut kehilangan anda. Dan tatapan matanya berubah saat bersama dengan Anda, dia sangat menyayangi anda, aku bisa pastikan itu.”
Michella tersenyum, “Thanks, Tasya..”
Memang sih, untuk masalah kasih sayang dan cinta, Michella bisa melihat semuanya itu, dari tatapan mata Diavolo sendiri, lelakinya itu memang sangat mencintai dirinya. Dan semua itu, tidak dia ragukan lagi. Tapi untuk masalah kelakuan mesum nan menyebalkannya juga sangat mengganggunya.
Bahkan para pelayan juga mengetahui dan bahkan mengenali jika, Diavolo sangatlah mencintai dirinya. Entah, apa yang dipikirkan oleh Diavolo sendiri, yang sangat menyukai dan mendambakan Michella dengan seutuhnya. Tidak memandang masa lalu, dan penuh perhatian, tidak hanya kepada Michella, tapi juga kepada kedua anak-anaknya.
Tok..tok..tok..
Sebuah pintu kamar Michella terdengar ketukan, pintu yang memang terbuka memperlihatkan Addy yang berada di sana.
“Maaf, apa aku menganggu percakapan kalian berdua ??” Tanya Addy dengan tidak enak.
__ADS_1
“Sama sekali tidak, masuklah.” Ujar Michella dengan lembut.
“Kalau begitu, saya pamit dulu. Banyak pekerjaan yang harus saya lakukan.” Pamit Tasya, dirinya tidak mau menganggu percakapan kedua keluarga itu. Karena Addy juga dianggap sebagai anak oleh Michella, membuat Tasya berfikir jika percakapan nanti adalah urusan keluarga.
“Tentu saja, Tasya.. Maaf menganggu, pekerjaanmu.”
“Sama sekali tidak, Nyonya.”
Lalu Tasya berpamitan dengan Addy, dan kemudian keluar dari kamar. Sementara Addy, masuk ke dalam kamar Michella, lalu menutup pintu kamar, seakan hendak membicarakan sesuatu yang penting untuk saat ini.
“Kau baik-baik saja, Mom ??”
“Hanya sedikit kelelahan, kau tahu kehamilan membuatku mudah sekali merasa lelah.” Ujar Michella yang duduk di atas kasurnya, dan bersandar pada bagian headback, tangannya memegang mangkuk kosong yang tadinya berisikan buah segar yang sudah di potong.
Meskipun hamil besar, untuk melakukan pekerjaan seperti mengupas dan memotong buah, masih dia lakukan sendiri, bahkan mengantarkan anak-anak juga masih dia lakukan, dengan sopir pribadinya.
Addy mengangguk, “Aku mendengarkan percakapan kalian, jika.. Kau membutuhkan seorang babysister untuk adik-adik ??”
Michella mengangguk, “Yeah, tadinya begitu.. Tapi aku masih merasa ragu.”
“Biar aku saja yang membantumu.. Tidak perlu mencari orang lain.”
“Tapi, kau sibuk ??”
Addy terkekeh, “Sesibuk-sibuknya seorang kakak, bagaimana mungkin, dia tidak membagi waktu untuk kedua adiknya ?? Aku akan menjaga dan merawat mereka.”
Michella tersenyum kecil, dia tahu jika Addy pasti tidak akan membiarkan dirinya merasa kelelahan berlebihan. Addy adalah sosok lelaki hebat, yang menjadi anaknya. Meskipun bukan anak kandung, tapi Michella juga sangat menyayangi Addy sejak, anak lelaki yang malang itu kehilangan kedua orang tuanya. Sungguh, Michella bisa merasakan rasa sakit kehilangan, dan kesepian yang selalu menghantui Addy. Tanpa berfikir panjang, Michella mau merawat Addy, dan menjaganya. Padahal Michella kasih belum bekerja, dan dirinya hamil oleh Diavolo.
__ADS_1
Sungguh, itu adalah masa-masa tersulit bagi Michella, mencari pekerjaan tidak mudah, karena kondisi hamil, serta Diavolo menghilang secara misterius, dan dirinya menanggung Addy yang saat itu masih remaja. Tapi kini dirinya tidak lagi menghadapi semua masa-masa sulit itu.
“Terima kasih banyak, Addy.. Aku tidak tahu harus, berkata apalagi.”
“Semua sebagai bentuk kewajibanku sebagai anak kepadamu.”
Michella terkekeh pelan, “Bagaimana dengan usahamu, berjalan lancar ??”
Addy mengangguk, “Yeah, benar-benar lancar. Semua juga berkat bimbinganmu.”
Michella terkekeh pelan, “Tidak juga, Addy.. Kau cukup cerdik, karena itu usahamu membuahkan hasil, aku yakin jika kau bersemangat dan mengembangkannya lebih, maka usahamu akan menjadi lebih sukses dan besar.”
“Thanks, Mom. Itu sangat berarti bagiku.”
Michella tidak pernah memberikan perkataan kasar atau merendahkan anak-anaknya sendiri, entah mereka sedang gagal ataupun tidak, maka Michella akan menyemangati mereka. Tidak hanya Addy, tapi juga Cathina dan Catholo sendiri.
...
Disisi lain, mobil melaju dengan santai, Diavolo mengamati jalanan sekitar, tetapi pikirannya sedang memikirkan lainnya. Dia sedang berfikir akan membawakan sesuatu yang spesial untuk kekasih kesayangannya yang sedang hamil besar.
Mommy pasti selalu ingin makanan.. Tapi aku sudah membelikan roti dan buah, hmm~ Batin Diavolo mengamati jalan, hingga matanya menangkap sesuatu yang indah, yang bisa dia beli untuk kekasihnya itu.
Di pinggir jalan, terdapat toko bunga Violet berwarna biru. Yang terpajang dengan buket indah, dihias dengan pita sangat rapi dan cantik, Mommy nya sangat menyukai bunga berwarna biru. Jadilah, Diavolo memarkirkan mobilnya untuk berhenti.
Dia kemudian turun dari mobilnya, dan kemudian menuju ke arah toko bunga yang tidak jauh dari tempat parkirnya. Diavolo di datangi oleh salah satu pelayan, dan kemudian keduanya berbicara satu sama lain. Hingga Diavolo mendapatkan bunga itu yang dihias dengan indah.
Mommy pasti senang dengan bunga ini Batin Diavolo dengan senang, sembari memegang buket bunga violet di tangannya, matanya kemudian menangkap rumah makan yang cukup populer.
__ADS_1
Tergesit hatinya untuk membelikan makanan lagi, dan sepertinya, Diavolo tidak mau menunda-nunda pikiran dan hatinya itu, kemudian kakinya melangkah menuju ke arah restoran. Diavolo tidak mungkin akan perhitungan dengan kekasihnya, terlebih dengan Michella yang saat ini sedang mengandung. Ohh seperti remaja yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama, Diavolo akan memberikan apapun dan segalanya untuk Michella. Astaga dasar lelaki bucin.