Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
61. Serangan mendadak


__ADS_3

 


Diavolo mengecup kening, Michella dengan lembut.


Lelaki itu melihat kekasihnya tertidur dengan pulas, setelah menyusui kedua anaknya, kini Michella terlihat kelelahan dan tertidur pulas. Kedua anaknya sudah di berikan tempat tidur kecil, di dalam ruangan itu juga, agar tidak menganggu Michella. Di tambah, jika kedua anak itu tidur di sebelah Michella, akan sangat rentan jika nantinya kedua anak itu akan terjatuh, karena ranjang Michella cukup tinggi dengan lantai.


Sementara Diavolo sendiri, dia mendapatkan sofa empuk untuk tidur di sana. Tangannya membelai rambut Michella yang tertidur, dan kemudian mengecup kening kekasihnya dengan lembut, karena takut menganggu tidur kekasihnya.


Seharian, Diavolo menjagai kekasihnya, menyuapinya dengan buah dan sayur, memberikan vitamin alami melalui buah yang segar. Tidak hanya itu, Diavolo juga mengijinkan Joella untuk pulang lebih awal, dan menggantikan dirinya menjaga Michella


Diavolo kemudian bangkit dari kursinya yang dia letakkan di sebelah ranjang Michella untuk menemani Mommy nya tertidur agar tidak bermimpi buruk. Tapi bersyukurlah, karena adanya Diavolo, Michella tidak lagi mengalami mimpi buruk. Dan bisa tertidur dengan lelapnya.


Diavolo meraih handphone di sakunya, kemudian berbicara dengan seseorang di sana.


“Apakah kalian semua sibuk ??”


“Tidak, tuan. Ada perlu apa ??”


“Aku ingin kau mencari tahu mengenai Haydan.”


“Haydan ?? Haydan siapa tuan ?? Karena ada banyak nama Haydan di dunia ini.”


“Huft.. Entahlah, aku tidak tahu nama belakangnya. Tapi yang jelas cari nama Haydan yang memiliki hubungan dengan kekasihku. Michella Cath Queenie.”


“Baik tuan.”


Setelah itu sambungan telepon di matikan. Diavolo hanya melirik ke arah bunga yang berada di atas meja nakas, atas nama Haydan itu. Diavolo kemudian meraih sebuket bunga itu, dan meneliti lebih dalam bunga tersebut. Dia yakin, pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh si pengirim kepada Michella.


Setelah di teliti lebih lanjut, ternyata benar. Ada kertas yang bertuliskan pesan tersembunyi di sana.


Michella.. Kau akan menjadi milikku, mau tidak mau ?! Karena dari awal kau adalah milikku !!


Diavolo berdecih kesal. Kenapa semua orang, oh tunggu. Maksudnya semua lelaki, selalu mengatakan dan mengklaim jika Michella milik mereka ?! Dan mengatakan jika Michella milik mereka dari awal ?! Dasar bodoh !! Michella milik Diavolo dari awal !! Punya anak pertama sama Diavolo, sama anak kedua juga sama Diavolo kan ?!


“Terus saja, mengklaim wanitaku, dasar gila !!” Ujar Diavolo mendumel kesal.


Tapi Diavolo, enggan berlarut terlalu dalam pada emosinya, dan memilih untuk bisa tertidur agar dirinya bisa menemani kekasihnya besok pagi.


 


...


 


“Berhentilah berceloteh sayang, bersiaplah.”


Diavolo memberikan reaksi kesal dan ngambeknya, dirinya kesal bukan main. Memang sih, semalam dirinya menemani Michella untuk tertidur dengan pulas, paginya dia malah kedatangan Niko untuk melanjutkan sidang. Ya sebenarnya ini persidangan terakhir mereka sih, tapi tetap saja kan ?? Diavolo ingin menghabiskan waktu bersama Michella dengan dua junior kecilnya itu.


“Tuan Diavolo, ini adalah persidangan terakhir. Dan ini cukup mampu membuktikan anda tidak bersalah.” Ujar Niko dengan sedikit tidak enak, karena melihat reaksi kesal bukan main dari Diavolo.


“Aku memang tidak bersalah !! Dasar lelaki gila itu benar-benar niat untuk menjebloskan aku ke dalam penjara !!”


“Diavolo, sayang. Sudahlah.” Ujar Michella menggendong dan menyusui kedua anak itu di gendongannya, dan yang membuat Diavolo semakin badmood adalah dirinya ingin memeluk kekasihnya di pagi hari, dan malah kalah dengan kedua anak juniornya itu. Mana keduanya memegang dada besar dan empuk milik Michella, membuat Diavolo semakin cemburu saja.


“Mommy sampai kapan sih, lelaki gila itu menyerah dan mundur ?! Dan kapan kedua tuyul itu tumbuh dewasa ?!”


“Hey, yang kau sebut tuyul ini juga anakmu !!” Ujar Michella kesal, kenapa Diavolo malah terlihat cemburu dan kesal dengan kedua anaknya sendiri ?? Dasar lelaki gila, dia sendiri malah menyebut Riel gila, padahal dia cemburu dengan anaknya sendiri ?!


Niko hanya bisa menggelengkan kepalanya, inikah orang yang harus aku bela di pengadilan nanti ?? Astaga, apakah aku salah memilih client ?? Batin Niko dalam hatinya, ditambah Diavolo ingin bermesraan dan bermanja dengan Michella, padahal posisi Niko sedang dalam status jones. Siapapun yang mau menjadi kekasih Niko ??


“Baiklah.. Baiklah aku pergi dulu, Mommy kesayanganku.” Ujar Diavolo mengecup kening Michella sebelum pergi keluar kamar. Niko hanya bisa mengelus dadanya bersabar, berharap Tuhan segera mengirimkan jodoh yang baik untuknya.


Setelah itu keduanya segera bergegas pergi dari sana, untuk menuju ke arah persidangan terakhir Diavolo.


 

__ADS_1


...


 


Disisi lain, Addy sendiri sedang menunggu kedatangan kedua adiknya itu. Ya, ternyata secara mendadak acara study tour tidak berlangsung selama itu, karena beberapa tempat tidak bisa di datangi, karena banyak musibah dan teror yang mengancam jadilah kedua anak itu pulang lebih awal, dan Addy yang menjemput mereka.


Setelah pesawat yang dia tunggu datang, Addy senang karena ternyata tidak ada ancaman apapun. Dia tahu, jika Diavolo sedang bersitegang dengan Riel membuat Addy berfikir apakah nantinya Riel berbuat nekad dengan membahayakan nyawa kedua adiknya di pesawat ?? Tapi ternyata pikiran negatifnya tidak terbukti.


Dan setelah 20 menit, beberapa anak keluar dari bandara, dan Addy bisa menemukan Cathina dan Catholo dengan mudahnya. Kedua anak itu terlihat senang dan bahagia.


“Bagaimana study tour kalian ?? Sepertinya ada sedang senang hari ini.”


“Yeah, itu sangat menyenangkan dan-”


Belum sempat Catholo berbicara, tiba-tiba saja sebuah tembakan mengarah ke arah kerumunan, membuat anak-anak berteriak ketakutan, beberapa orang tua langsung mencari tempat aman untuk anak-anak mereka, juga Addy yang melindungi kedua adiknya dengan sigap, dan mencoba mencari jalur aman untuk pergi dari tempat itu.


Beberapa orang berpencar, petugas keamanan menelfon polisi agar pelaku penembakan yang masih meluncurkan aksinya itu berhenti. Beberapa orang tua mencari jalan lain, sehingga beberapa orang berpencar dengan tujuan agar tidak terkena tembakan tentu saja.


Addy mencari jalan lain, hingga dia dan kedua adiknya tiba-tiba saja terkepung oleh beberapa lelaki bersenjata, dan itu bukan polisi tentunya. Addy langsung dengan posisi sigap melindungi kedua adik kembarnya.


“Kenapa terburu-buru ?? Kalian lah yang kami incar !!”


“A...apa ?? Tapi kenapa ?!” Tanya Addy dengan bingung, apakah masalah dia dengan mereka ?? Jangan bilang, mereka suruhan dari Riel ?!


Hingga si pemimpin orang-orang itu muncul, dan menyeringai licik. Addy mengenali sosok itu.


“Ka..kau ?!”


“Benar-benar sesuai dengan rencanaku, bukan ?? Heh.. Pastikan mereka hidup, bawa mereka markasku !”


“Apa yang sebenarnya kau inginkan ?!”


“Tidak ada, aku hanya ingin bersenang-senang... Serang mereka !!”


Hingga..


 


Bugh !!!


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 Joella

__ADS_1


__ADS_2