
“Ma..mau apa kau kemari ?!”
“Aku hanya ingin menjenguk seseorang yang paling aku sayangi, apakah salah ??” Ujar sosok lelaki dengan membawa setangkai bunga di tangannya, sembari memandang ke arah Michella.
Sementara wanita itu tetap dalam posisi waspada, memegang kedua anaknya seakan-akan hendak melindungi dari sosok lelaki di depannya itu. Tatapan lelaki itu menatap tidak suka ke arah kedua anak dalam genggaman Michella. Seakan dirinya tidak menyukai kedua anak itu, karena itu bukan anak darinya dengan Michella, entah anak siapa.
“Anak siapa itu ?? Bukankah... Seharusnya kau bersamaku.. ??” Lelaki itu mencoba mendekati, tetapi Michella langsung membuka suaranya.
“Jangan berani mendekatiku !!! Dan jangan coba-coba menyakiti anakku !!” Ujar Michella menatap tajam ke arah sosok lelaki di depannya itu.
“Michella.. Sayang-”
Tiba-tiba suara pistol yang siap menembak terdengar. Rupanya itu adalah Joella, setelah masuk dan mengetahui siapa yang ada di dalam, dia mengendap-endap dan langsung menodongkan pistolnya ke arah kepala sosok lelaki itu.
“Jangan coba-coba mendekati sahabatku !! Haydan !!”
Lelaki itu Haydan, melirik dengan matanya ke arah belakang, sembari menyeringai licik di sana.
“Wahh, kau sangat berani bukan, untuk membela sahabatmu ?! Tapi.. Michella adalah tunangan dan kekasihku !!”
__ADS_1
“Kau dan Michella tidak lagi ada hubungan apapun ?!”
“Katakan anak siapa itu ?? Si brengsek Riel ?? Atau si pecundang Fael ?!” Ujar Haydan menyebut nama kedua lelaki yang mendekati Michella dengan sinis dan tampak tidak suka.
“Bukan..bukan keduanya..” Merasa kesal, karena Haydan menyebut nama Fael dan Riel, Michella secara tidak sengaja keceplosan mengatakan jika anak itu bukanlah anak dari kedua lelaki itu.j
“Kau memiliki kekasih lain, Sayang ?? Siapa si brengsek itu ?? Berani sekali, menghamili belahan jiwaku ?!” Ujar Haydan dengan kesal, saat Michella menjawab jika itu bukan milik kedua lelaki itu.
“Haydan !! Michella memiliki hubungan dengan siapapun, itu bukanlah urusanmu !! Itu sudah urusan pribadi Michella !! Dan kau bukan siapapun bagi Michella !!”
“Ck !! Setidaknya, biarkan aku memberikan bunga ini kepada Michella. Kau tahu, aku butuh perjuangan hanya untuk kemari menemui kekasihku.”
Michella menggelengkan kepalanya, ketakutannya kembali terjadi, padahal wanita itu sudah yakin, jika tidak akan ada yang terjadi. Tapi apa ?? Kenapa lelaki ini yang muncul kepadanya ?! Kenapa ?! Kenapa mereka tidak membiarkan Michella bahagia dengan Diavolo ?? Apakah ini semua karena dosanya ?? Dosa dia melakukan semua pekerjaan kotor itu, sehingga masalah selalu menemuinya secara bertubi-tubi ?! Tapi Michella tidak akan pasrah begitu saja, demi kedua anaknya agar tetap hidup, dia akan rela melakukan apapun. Bahkan jika nyawa taruhannya nanti.
“Kau hanya ingin memberikan bunga ?! Kalau begitu taruh bunga itu di meja nakas, lalu keluar dari sini !! Kau tidak lihat, Michella ketakutan karenamu !!”
Haydan menggeram kesal, tapi dia melakukan ucapan Joella. Dia kemudian berbisik lembut di dekat Michella sembari melirik wanita itu.
“Cepat atau lambat aku akan mendapatkanmu sayang~”
__ADS_1
Michella menatap dengan sedikit ragu tapi dia berusaha untuk berani, melindungi kedua putranya yang masih kecil. Dia bersyukur, kedua anak kembarnya masih belum kembali ke rumah, atau mereka bisa menjadi sasaran empuk bagi orang-orang jahat yang ingin menyakiti Michella.
...
Di sisi lain, Diavolo kesal. Memang dirinya mulai terbebas dari hukuman, karena bisa membuktikan jika dia tidak bersalah, dengan bukti yang kuat melalui rekaman, tapi kemudian Diavolo belum bisa membuktikan jika sosok yang membunuh Lily adalah Riel. Semuanya perlu proses yang panjang, tapi Diavolo yakin ingin sekali menuntut Riel atas pencemaran nama baik, karena salah menangkap dan sudah memasukkan lelaki itu ke dalam penjara, tidak hanya Riel, tapi polisi bayarannya juga.
“Ahh~ aku ingin menemui kekasihku. Beri tahu aku, dimana lokasi rumah sakitnya, biar aku menjenguknya.” Ujar Diavolo dengan anak buah yang menyopir mobilnya.
Diavolo tidak perlu lagi di dalam penjara, dirinya bebas untuk keluar dari sana, dan menggunakan kendaraan pribadinya. Tapi tetap saja, dia harus mengikuti beberapa sidang lainnya untuk memberikan bukti lebih kuat. Tapi setidaknya, dia ada waktu untuk menjenguk kekasih kesayangannya itu, dan menyapa kedua anak yang lucu dan menggemaskannya yang baru saja lahir.
Sebelum menuju ke rumah sakit, tidak mungkin Diavolo hanya membawa tangan kosong. Makanan kesukaan, dan buah kesukaan Michella sudah berada di tangannya, dan akan menyerahkan kepada kekasihnya. Diavolo mengecek dan memastikan tidak ada makanan atau barang apapun yang ketinggalan. Setelah sampai di rumah sakit, anak buahnya mengatakan alamat kamar Michella berada, kemudian menurunkan atasannya itu.
“Tuan, Nyonya Michella.. Berada di ruangan ***** nomer **” Ujar anak buahnya itu, Diavolo mengangguk, dia tahu jika itu adalah ruangan VVIP, jangan tanya siapa yang menyewakan ruangan pribadi untuk ratu kesayangannya itu.
“Baguslah, aku akan menelfonmu jika memerlukan sesuatu.”
“Baik tuan.”
Setelah keluar dari mobil membawa beberapa barang di tangannya. Diavolo tampak berjalan dengan sedikit riang dan bersenandung kecil, hingga dirinya melihat sesosok lelaki keluar dengan ekspresi kesalnya. Diavolo sempat melirik lelaki yang berjalan melewati sampingnya, dengan lirikan aneh seakan dirinya tidak menyukai lelaki itu, di tambah lagi. Sosok itu memiliki warna rambut cokelat mirip sepertinya, entah kenapa Diavolo sama sekali tidak menyukainya, padahal mereka baru saja bertemu.
__ADS_1
Dasar orang aneh.. Ah kenapa aku malah kesal dengannya. Seharusnya aku senang bertemu dengan Michella... Batin Diavolo melupakan emosinya sesaat dan kemudian dia kembali mengarah ke ruangan milik Michella.