Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
70. Ending (??)


__ADS_3

mungkin bakalan Author buat bonus chapternya.. Tapi masih belum ada hitungan ending, karena gak tau sampai berapa chapter nanti bonusnya 😁😁


Maunya di kasih bonus chapternya berapa ???


Beberapa bulan berlalu, kesehatan Michella membaik, begitu pula kedua anak bayinya, kedua anak kembarnya dan Addy. Reaksi Cathina dan Catholo saat mengetahui kedua adik kembar mereka lahir, berbeda. Cathina senang, dia memang menginginkan adik lelaki, dan kini Mom nya malah melahirkan kedua anak laki-laki kembar. Sementara Catholo sedikit kecewa, dirinya menginginkan adik perempuan. Tapi kekecewaan itu tidak berlangsung lama, saat Catholo bisa membantu mengasuh dan mengajak keduanya bermain, anak lelaki itu mulai bisa menerima kedua adik kembar lelakinya.


Di saat inilah, Diavolo mulai mempersiapkan semuanya, menyewa gedung, dan menikahi Michella, serta menjadi ayah seutuhnya bagi kelima anaknya itu, well Addy masih di anggap hitungan sebagai anak.


Dan disinilah, Michella di dandani rapi lengkap dengan gaun pengantin, karena lengannya cukup pendek, Michella menggunakan sarung tangan putih di kedua tangannya, tudung putih menghiasai rambutnya. Michella sengaja tidak menggulung seluruh rambutnya. Tapi menurut Diavolo, kekasihnya tetap terlihat cantik dan manis.


Kedua tiga anaknya, Cathina, Catholo dan Addy juga menggenakan pakaian berwarna putih. Banyak orang yang di undang. Dari partner kerja Diavolo, serta teman dan mantan manager Michella juga hadir di sana, menyaksikan bagaimana pernikahan dan siapa sosok yang mendampingi Michella.


Beberapa teman atau artis yang sempat dekat dengan Michella, terkejut melihat siapa sosok yang menikahi wanita itu, hampir tidak percaya sosok model majalah dewasa itu mampu mendapatkan sosok lelaki sukses dan mapan seperti Diavolo. Tapi ya, memang wajah Michella itu cantik dan bodynya mendukung untuk bisa mendapatkan sosok lelaki seperti Michella.


Di rumah ganti.


“Michella, kau terlihat luar biasa.” Ujar Joella, yang ikut mendampingi mempelai perempuan, dan dirinya juga di dandani di ruangan yang sama.


“Terima kasih, tapi kau juga sama cantiknya.. Aku yakin, akan ada lelaki yang terpincut dengan kecantikanmu.” Ujar Michella menggoda sahabatnya. Michella melirik ke arah satu sahabatnya.


“Bella.. Sebaliknya kau juga harus segera menyusul.” Ujar Michella berbicara pada Bella yang juga ikut menjadi pendamping mempelai perempuan.


“Tentu saja, secepatnya.”Ujar Bella tersenyum kecil.

__ADS_1


Waktu riasan tidak terlalu lama, karena memang sudah di persiapkan sejak tadi pagi, dan di atas panggung Diavolo menunggu sembari melirik kesana dan kemari. Berbeda dengan pengantin lelaki yang akan bersifat malu atau tegang, Diavolo malah mencari dimana kekasihnya berada dan kenapa belum keluar ??


“Tidak perlu, tegang seperti itu tuan-” salah satu lelaki yang menatap Diavolo, berfikir jika lelaki itu merasa tegang.


“Ah, kau salah paham. Aku tidak tegang atau gelisah, aku mencari dimana Mommy ku berada.” Ujar Diavolo dengan gamplangnya, membuat lelaki itu bingung, apakah lelaki itu menikah ibunya sendiri ??


“Mommy.. ??”


“Ya.. Mommy, Queen, kesayanganku.. Dia Mommy kesayanganku, dan ratu yang sangat aku cintai.” Ujar Diavolo dengan bangga, memperkenalkan Michella kepada lelaki itu.


Lelaki itu mengangguk, rupanya istilah Mommy adalah istilah nickname saja, bukan benar-benar Mommy atau ibu. Rasanya lelaki itu merasa malu karena salah paham, tapi Diavolo tidak peduli.


Tidak lama, pintu terbuka, pertama yang terlihat adalah Cathina dan Catholo yang berjalan terlebih dahulu, menebar bunga. Lalu kemudian Michella dengan gaun pengantinnya, dan wajahnya tertutupi dengan tudung kepala, berjalan dengan perlahan dan anggun, diikuti kedua perempuan yang mengiringi sang mempelai.


Michella melangkah perlahan dengan anggun, Diavolo mengamati dari kejauhan. Insting seorang lelaki memang kuat, saat menyangkut kekasihnya. Meskipun menggunakan tuding kepala yang menutupi wajahnya, Diavolo mampu melihat menembus tudung itu, memperhatikan wajah kekasihnya. Dia jujur sangat terpukau dengan kecantikan sang kekasih. Rasanya Diavolo benar-benar ingin memberikan mahkota khusus bagi Michella, sebagai tanda dirinya adalah Ratu dari Sang Raja Mafia. Ahh, haruskah Diavolo menggelegar acara lainnya, sebagai penobatan Michella sebagai ratunya ?? Itu bisa menjadi ide yang bagus.


Dan seperti acara pada umumnya, pemberkatan dan dokumen resmi saat keduanya kini menjadi pasangan suami istri. Diavolo begitu bersemangat, saat pendeta menyuruhnya untuk mencium bibir pengantin perempuan, jika saja Michella tidak mendorong tubuhnya maka, Diavolo tidak akan melepaskannya, astaga..


“Su..sudah cukup....”


“Tidak, aku belum puas.. Aku akan meminta jatahku nanti malam.”


Astaga.. Jenis lelaki apa yang aku nikahi dan aku cintai ini.. Batin Michella menggelengkan kepalanya, menyaksikan bagaimana kemesuman sosok Diavolo itu.

__ADS_1


Setelah selesai pemberkatan, ada acara makan untuk para pengunjung, dan juga kedua mempelai itu, bisa berfoto atau ada yang sekedar memberikan salaman selamat kepada mereka. Para tamu, bergantian mengucapkan selamat kepada para pengantin, baik lelaki maupun perempuan. Dan saat ada tamu lelaki yang memegang tangan Michella, Diavolo akan meliriknya dengan sinis, dan menghitung berapa detik tamu lelaki itu menyentuh tangan ratunya.


Beberapa tamu mendatangi, dan kemudian saat sedikit lebih longgar, karena tidak banyak tamu yang mendatangi kedua mempelai karena acara makan-makan dimulai. Tiba-tiba saja, seorang lelaki mendatangi mereka. Oh tidak, itu bukan Riel, ataukah Fael, Michella tidak mengenali sosok lelaki itu, tapi Diavolo mengenalnya.


“Ahh~ Selamat Diavolo, atas pernikahanmu ??”


“Terima kasih, dan aku tidak ingat mengundangmu di acara ini.” Ujar Diavolo dengan dingin dan sedikit sinis.


Suasana apalagi ini Batin Michella yang berada di sebelah Diavolo, menyambut tamu lelaki yang entah siapa.


“Ouch.. Itu menyakitkan..” Mata lelaki itu melirik ke arah Michella.


“Istrimu cantik.. Andai kau mau berbagi denganku-”


“Silahkan pergi dari sini, karena aku tidak ingin melihatmu !!” Ujar Diavolo dengan sinis, mengusirnya secara langsung, dan memotong ucapan tamu lelaki itu.


“Kau bahkan.. Tidak mau menyebut namaku, bukan ??” ujar lelaki itu menyeringai dengan licik, menaikkan alisnya ke arah Diavolo. Tapi lelaki itu membalas dengan ketus dan kembali mengusirnya.


“Berhenti berbasa-basi, dan pergi dari sini !!”


“Ohh.. Jangan khawatir.. Aku akan mengunjungimu.. Ingat Diavolo.. Kita adalah saudara, dan tidak sepantasnya kau menjauhi saudaramu.” Ujarnya dengan senyuman miring, kemudian membalik badan dengan anggun, dan pergi berlalu dari sana.


“Saudara.. ?? Bukankah... Kau anak tunggal, Darling ??” Tanya Michella ke arah suaminya itu.

__ADS_1


“Yeah, jangan khawatir.. Dia hanya orang gila yang mengaku sebagai saudaraku.” Ujar Diavolo berdecih kesal.


Meskipun merasa janggal dengan perilaku Diavolo, tapi Michella tidak mau memperpanjang masalah. Karena ini adalah hari bahagia baginya dan Diavolo, jadilah permasalahan seperti ini, biarlah jadi masalah pribadinya dulu. Karena Michella yakin, Diavolo akan berbicara jujur kepadanya jika lelaki itu sudah siap.


__ADS_2