Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
24. sisi manja Mommy (2)


__ADS_3

Diavolo benar-benar menemani kekasihnya itu, mulai dari membelai rambutnya hingga mengecupi bagian keningnya itu. Sementara Michella sendiri bersandar manja pada dada dan perut lelaki itu. Benar-benar luar biasa romantis keduanya, bahkan Michella tidak gengsi menunjukkan sisi manjanya, dan merasa nyaman dengan belaian dan bersandar pada Diavolo. Di saat seperti ini, tiba-tiba saja sosok datang secara tiba-tiba dan menganggu keromantisan keduanya.


Handphone dari Michella berbunyi, membuat wanita itu merasa sebal dan kesal. Dengan sedikit merasa cemberut, dia mengambil handphone untuk melihat siapa yang menganggu harinya dengan Diavolo, dan saat itu juga sosok lelaki itu  melihat layar handphone dari belakang. Michella terpaku membeku saat melihat siapa yang menelponnya, rupanya itu Fael. Sementara Diavolo yang mengintip dari belakang menunjukkan reaksi tidak suka.


“Mommy... ??”


“Err.. Tidak.. Bukan orang penting, sebaiknya abaikan saja.” Ujar Michella menaruh handphonenya, dengan layar di bawah dan bertingkah acuh. Diavolo mengecupi leher Michella sembari berbisik.


“Mommy.. Aku sudah membaca namanya, kenapa tidak kau angkat saja ??” Celetuk Diavolo berbisik di telinga Michella, tapi bisikan itu justru memperlihat sisi tidak suka dari Diavolo akan Fael yang masih menelfon Mommy nya.


“Bukan orang penting.” Ujar Michella masih tidak mau menatap ke arah Diavolo, karena dia yakin jika lelaki itu masih memberikan tatapan tidak suka.


“Benarkah ?? Tapi kenapa dia masih menghubungimu ??”


Michella menggelengkan kepalanya, “Entahlah.. Dia masih tidak mau melepaskanku.” Ujar Michella masih tidak berani menatap ke arah Diavolo. Dia takut jika Diavolo sedang dalam kondisi marah dan melakukan sesuatu yang kasar.


“Mommy, tatap aku.” Diavolo memberikan sedikit penekan saat menyuruh Michella untuk menatap ke arahnya, tetapi lelaki itu tidak menggunakan nada yang tinggi, hanya menggunakan nada mengimindasinya.


Tetapi Michella tidak mau, dia masih merasa takut. Apalagi saat Diavolo mengangkat tangannya, membuat wanita itu berfikir Diavolo akan marah dan menamparnya, tapi alangkah terkejutnya Michella merasakan belaian lembut di bagian pipinya.

__ADS_1


“Mommy.. Aku tidak menyakitimu sayang.. Aku hanya ingin bertanya kepadamu.” Ujar Diavolo melembut di dalam nada bicaranya, saat melihat Michella tampak ketakutan karena nada bicaranya. Apakah aku terlalu kasar ?? Batin Diavolo dalan hatinya. Tetapi tangannya membelai lembut bagian pipi Michella.


“D..Diavolo...??” Michella menoleh ke arah Diavolo, dan memberikan tatapan terkejut dan bingungnya.


“Pipi ini terlalu indah untuk di tampar.. Dan wajahmu terlalu cantik untuk aku maki, jangan takut.. Aku tidak akan marah padamu, Mommy.” Ujar Diavolo menggoda dengan jahil, agar Mommy nya tidak lagi takut kepadanya.


“He...hentikan..”


Diavolo mendekatkan wajahnya pada bibir Michella, dan mengusap lembut bagian bibirnya itu.


“Dan bibir ini, terasa sangat lembut, rasanya aku ingin menciumnya. Bolehkah ?? Mommy..”


Keduanya justru melakukan hal yang jauh lebih meliar, berawal dari ciuman lembut, berubah menjadi ******* penuh nafsu, bahkan Michella mulai mengeluarkan suara yang semakin membuat Diavolo bergairah. Keduanya tidak lagi memperdulikan handphone milik Michella yang terus menerus berbunyi. Keduanya tidak memikirkan apapun lagi, selain menikmati sentuhan satu sama lain.


Disisi lain..


Di seberang sana, sosok yang menelfon Michella hanya merasa heran dan bingung, tidak biasanya Michella mengabaikan telepon darinya. Meskipun keduanya tidak lagi memiliki hubungan apapun, karena Michella memutuskan hubungan setelah istrinya mengetahui hubungan mereka. Tetapi lelaki ini tidak peduli, dan terus menghubungi Michella.


Meskipun tanpa hubungan, terkadang Michella mau mengangkat telfon hanya demi mengusirnya atau menggertaknya. Tetapi biasanya wanita itu tidak mengabaikannya.

__ADS_1


“Haruskah aku datang ke rumahnya ??” Pikir lelaki itu, untuk memeriksa sekaligus menyelidiki siapakah sosok lelaki yang mengaku sebagai calon suami dari Michella. Seenaknya saja, lelaki berambut curly agak panjang itu menyebut dirinya sebagai calon suami Michella, satu-satunya lelaki yang akan menikah dengan Michella hanyalah dirinya seorang.


“Aku akan ke rumah Michella.” Ujarnya mulai merubah arah dan tujuannya ke rumah sosok perempuan yang menjadi idamannya itu.


...


Kembali pada pasangan Michella dan Diavolo.


Kondisi keduanya semakin memanas dan bergairah, Michella melepaskan beberapa kancing baju bagian depannya. Diavolo terkekeh.


“Mommy, bagaimana jika anak-anak tahu ??”


“Hanya sebentar saja..” Ujar Michella dengan tatapan sayu dan wajah memerah.


“Sure.. As you wanted, Mommy.” Celetuk Diavolo dengan nakal.


Lelaki itu menghirup aroma dari tubuh Michella, menyentuh titik sensitifnya yaitu kedua dada besar itu, dan membuat sensasi yang begitu kuat dari tubuh Michella. Wanita itu menarik rambut Diavolo yang sedikit panjang, dan mengeluarkan suara seakan menikmati sensasi luar biasa itu, Diavolo benar-benar pandai dalam memberikan sentuhan manja miliknya.


“Tubuhmu sangat lembut dan mulus, Mommy..” Celetuk Diavolo mulai menambah sensasi, dengan mengikutsertakan lidahnya dalam memanjakan dan menyentuh tubuh Michella, membuat sensasi menggelitik itu semakin terasa.

__ADS_1


__ADS_2