
Setelah kejadian penculikan itu, Diavolo terlihat semakin posesif, bahkan dirinya memindahkan Michella ke rumah sakit yang lebih mahal, memesankan kamar VVIP untuk Michella, dengan kamar setara seperti kamar hotel berbintang. Kamar itu memiliki kasur yang sangat besar, sehingga Diavolo bisa tertidur di samping Michella untuk menjaganya. Bahkan Diavolo tidak meninggalkan Michella sedetikpun, hanya karena rasa takut dan khawatir akan ratunya itu. Sepanjang hari, Diavolo memeluk Michella dari samping, membuat wanita itu terkadang tidak bisa terbebas.
“Diavolo, Darling.. Bukankah kau harus mandi ??”
“Aku sudah mandi.”
“Bagaimana dengan sarapan ??”
“Aku sudah makan.”
Michella menghela nafasnya, bagaimana cara agar Diavolo meninggalkannya meski hanya sedetik saja. Michella berdoa semoga kekasihnya itu pergi ke kamar mandi atau apa.. Tapi tidak, Diavolo tetap berada disana. Bukannya apa-apa, tapi Michella merasa tidak nyaman dengan pelukan Diavolo.
“Darling.. Berhentilah memelukku, seakan aku akan pergi.”
“Bagaimana jika mereka menculikmu saat aku tidak memelukmu ?!”
“Kau ada disini, siapa yang berani melawan raja mafia yang terhebat ini, hmm..” Ujar Michella berharap Diavolo melepaskan pelukan itu, tapi..
“Terima kasih atas pujiannya, tapi aku lebih nyaman seperti ini.” Ujar Diavolo, membuat Michella menepuk keningnya sendiri.
Tidak berhenti sampai di situ, Diavolo mengerahkan banyak anak buahnya untuk menjaga dan mengawasi kamar milik ratunya, dan perawat serta dokter yang mengurus anak-anaknya. Bagaimana dengan perawat dan dokter yang terkena serangan Haydan ?? Diavolo sudah membantu mereka, kecuali Bella. Dokter wanita itu memiliki asuransi kesehatannya, jadilah Bella memilih untuk menggunakan asuransinya sendiri, karena Bella merasa gagal menjaga Michella saat wanita itu di culik.
Bahkan rumah sakit yang dihancurkan minion milik Haydan saat menculik Michella juga, dibantu dan di perbaiki dengan uang Diavolo. Ah, Diavolo tidak akan miskin hanya karena mengeluarkan recehan uangnya itu. Diavolo sebenarnya kesal dengan rumah sakit yang mengurus Michella dulu, bagaimana bisa pasiennya terculik ?! Tapi Michella pasti akan marah kepadanya, jika Diavolo menuntut rumah sakit itu, karena Bella adalah sahabat terbaik Michella bekerja di rumah sakit itu.
Tiba-tiba saja, ketukan di pintu terdengar kemudian suara dari salah satu orang yang menjaga dari pihak Diavolo.
“Tuan.. Ada yang ingin bertemu anda..” Ujar lelaki itu dari luar pintu.
“Siapa ??” Tanya Diavolo dengan menaikkan alisnya bingung, siapa yang datang ??
__ADS_1
“Niko.”
“Apakah dia benar-benar Niko ??”
“I..iya.. Tuan ??”
“Cek dompetnya, dan kartu identitasnya. Mungkin itu adalah orang yang menyamar !!” Ujar Diavolo dengan was-was semakin memeluk erat Michella.
Hingga terdengar suara dari luar, yang menjadi bukti nyata jika itu benar-benar Niko.
“Astaga.. Ini benar-benar aku, aku bukan perampok atau penjahat !! Apa kau benar-benar akan memeriksa seluruh pakaianku ?!” Ujar Niko dari luar, mendengarkan perintah nyeleneh dari Diavolo kepada anak buahnya.
Sementara Michella menahan geli dalam hatinya, Diavolo sepertinya sangat berhati-hati dan was-was kepada siapapun yang akan masuk ke dalam kamar. Diavolo menghela nafasnya.
“Baiklah.. Suruh dia masuk.”
Setelah pintu terbuka, Niko kemudian masuk ke dalam kamar, dengan ekspresi sedikit kesal, dan berceloteh kecil. Tapi Diavolo menutup telinganya, dan bertingkah bodoh amat dengan gerutuan Niko, asal bukan gerutuan dari ratunya, Diavolo tidak peduli.
“Apakah wajahku terlihat seperti penjahat ?! Seenaknya saja menyuruh memeriksa kartu identitas ?!”
“Kalau kau kemari hanya untuk berceloteh yang tidak penting, silahkan keluar.”
“Hey !! Aku membantumu di persidangan !!”
“Hmm.. Terima kasih atas bantuanmu.” Ujar Diavolo dengan tidak ikhlas, membuat Niko menghela nafasnya berat. Seperti inikah wajah korban fitnah ?! Dia terlihat seperti seorang penfitnah daripada korbannya.
“Jadi.. Aku kemari ingin mengatakan mengenai persidangan.”
Wajah Diavolo kali ini berubah tidak suka, dia memeluk ratunya.
__ADS_1
“Terserah kau saja, aku tidak akan datang. Dan selamanya tidak akan, aku tidak peduli jika lelaki itu menertawakanku atau apa ?! Aku tidak akan meninggalkan ratuku !!” Ujar Diavolo dengan ketus.
“Siapa yang bilang kau harus datang ?! Dengarkan aku saat berbicara.. Dia mencabut tuduhan itu..” Celetuk Niko dengan kesal, dirinya belum selesai berbicara sudah di potong.
“Sejak kapan ??” Ujar Diavolo menaikkan satu alisnya dengan bingung, bukankah lelaki itu yang menantangnya, memberikan senyuman bodoh dan merendahkannya, kini malah berbalik arah mencabut tuduhannya ?!
“Sejak mengetahui... Kaulah si raja mafia itu..” Ujar Niko memelankan suaranya agar tidak di dengar oleh orang lain, meskipun sebenarnya ruangan itu kedap suara.
“Hah ?! Jangan bicara ngawur !! Dia mengetahui identitas rahasiaku !!” Ujar Diavolo hampir tidak percaya. Sejak awal, memang Riel mengetahui identitasnya.
Dan untuk Niko, dia memang pengacara, tapi dia mengetahui hal mengenai mafia seperti itu, karena dirinya pernah membela korban dari para mafia itu, hanya saja Diavolo tidak pernah menganiaya orang tidak bersalah, sekejamnya Diavolo, hanyalah membunuh keluarga musuhnya. Selagi tidak menyentuh atau berurusan bisnis dengannya, maka Diavolo tidak akan berbuat jahat.
“Karena dia mengira, itu hanyalah julukanmu saja. Tapi mengetahui kau mengerahkan semua anak buahmu kemarin, membuat nyalinya ciut. Tapi ini baru dugaanku saja.”
Diavolo tersenyum puas, “Ahh~ akhirnya tidak ada lagi yang berani menganggu kehidupanku dan Michella. Senang rasanya, aku bisa menikmati hidup dengan ratu kesayanganku.” Ujar Diavolo dengan puas karena dirinya tidak perlu lagi menunjukkan taringnya.
“Lagipula..”
“Lagipula ?? Apa ??” Diavolo sedikit bingung dan penasaran saat Niko hendak berbicara, tapi dirinya memotong ucapannya sendiri.
“Aku mengetahui... Ada julukan raja mafia kedua yang juga bangkit setelah kau meninggalkan dunia mafiamu.”
“Heh ?! Tidak mungkin ada yang berani menandingiku !” Ujar Diavolo dengan bangga dan sombongnya itu.
“Kenapa tidak ?? Dalam dunia bisnis saja, jika pengusaha terkaya dan terbesar keluar dari usahanya, pasti akan muncul pengusaha lain yang juga sukses, dan ingin menggantikan posisi pengusaha yang keluar tadi.” Ujar Niko berbicara fakta, orang nomor satu, pasti memiliki saingan dari orang nomor dua dan seterusnya. Jika orang nomor satu keluar, maka orang kedua atau ketiga akan berusaha merebut jabatan sebagai orang nomor satu yang keluar tadi.
Diavolo mulai berfikir, mungkinkah benar ada penguasa mafia lainnya yang mulai muncul untuk menggantikannya ?? Karena itu Riel dan Fael seakan keras kepala dan tidak menghiraukan jabatannya sebagai raja mafia, karena berfikir Diavolo tidak lagi menguasai bisnis gelap itu ??
Ekspresi Diavolo berubah bingung dan gelisah, dia menatap ratunya yang juga memandang ke arahnya.
__ADS_1
“Diavolo.. ?? My king ?? Ada apa ??”
Diavolo bingung, dirinya tidak ingin kehilangan jabatannya sebagai raja mafia, dan dirinya ingin tetap menjadi penguasa. Tapi dirinya tidak bisa membuat hidup Michella dan anak-anaknya dalam bahaya. Tapi jika Diavolo keluar, bagaimana kehidupan mereka selanjutnya ?! Diavolo bisa sombong untuk sekarang karena kekayaannya, tapi besok-besok ?? Dan lagi, nama itu tidak di dapat dengan mudah bagi Diavolo.. Sulit memutuskannya ??