
“Hoam.. Huh ??”
Seperti biasanya, pagi hari. Diavolo terbangun sendiri. Dia tidak mendapati Mommy nya di sebelahnya, dengan perlahan mengucek bagian matanya dan memposisikan dirinya dengan duduk di atas kasur. Matanya melirik ke arah meja nakas, di sana terdapat nampan yang di atasnya sudah terdapat makanan. Diavolo melihat terdapat kertas yang dilipat menjadi dua, dia menarik kertas itu dan membukanya, hingga mendapati sebuah kata-kata yang tidak lain dari Michella.
Morning, Darling~
Aku tidak ingin membangunkanmu :( jadilah aku menaruh makanan di atas meja nakas, dan seperti ucapanmu, aku mulai sering mengantarkan anak-anak ke sekolah. Jangan khawatir, aku akan segera pulang, dan tidak keluyuran dengan siapapun ;)
Michella.
Membaca kalimat itu, membuat Diavolo tersenyum hingga terkekeh sendiri dengan perkataan dan tulisan dari Michella. Rasanya, dia bisa mendengar suara yang terdengar imut dan kalimat unik itu.
Hehehe.. Mommy sangat lucu dan menggemaskan, aku akan menggodanya saat pulang nanti Batin Diavolo dalam hatinya. Dia kemudian memandang ke arah makanan yang di buat oleh kekasihnya, rupanya itu adalah chicken steak dengan kentang goreng dan sayuran salad di sekitarnya. Tentu saja, itu membuat Diavolo terkekeh pelan dan tersenyum, betapa perhatiannya kekasihnya itu kepadanya.
Diavolo mengambil makanan di atas nampan dengan perlahan, dan mulai menikmati makanan di piringnya. Memang masakan Michella tidak akan tertandingi oleh siapapun, ditambah wanita itu tahu apa makanan dan apa makanan yang tidak di sukai oleh Diavolo.
Dengan pisau di tangan kanan, dan tangan kiri memegang garpu, Diavolo memakan dan menikmati makanan di depannya dengan senang dan mengingat masa lalu, dimana dirinya pertama kali di berkenalan dengan masakan dari Michella, saat mereka pertama berkencan. Dan makanan yang di masak oleh Michella adalah steak ayam yang sama seperti saat ini.
Tanpa menyadari jika ada seseorang yang memperhatikannya sembari tersenyum dengan puas dan bangga, Michella sudah datang dan dirinya membuka pintu melihat sang kekasih menikmati makanannya sembari tersenyum senang. Michella kemudian melangkah mendekati Diavolo dan berbicara kepadanya.
“Kau menikmati makanannya ??”
__ADS_1
Michella berfikir, jika Diavolo akan terkejut dengan suaranya dan dirinya yang muncul, tapi ternyata dugaan Michella meleset. Diavolo memandang ke arah kekasihnya sembari tersenyum senang.
“Masakanmu sangat enak, aku menyukainya..” Ujar Diavolo memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya sembari tersenyum.
Michella kemudian duduk di dekat Diavolo, sembari tersenyum memandang senang ke arah kekasihnya itu.
“Apakah masih sakit ?? Aku akan mengganti perbannya, setelah ini.” Ujar Michella memandang bekas luka semalam, yang masih tertutup dengan perban dan kain kapasnya.
Diavolo menggelengkan kepalanya, “Tidak, sudah lebih baik dari sebelumnya. Oh iya, ngomong-ngomong ada seseorang yang menulis sebuah surat terindah untukku.” Ujar Diavolo dengan tersenyum jahil, matanya melirik ke arah kertas surat yang di tulis oleh Michella kepadanya.
“Be...berhentilah menggodaku..” Ujar Michella dengan memerah malu.
“Tidak mau. Aku ingin melihat pipimu yang memerah indah dan begitu imut itu.”
“Aku tidak imut !! Argh !! Kau membuatku kesal !!” Celetuk Michella dengan sok kesal, padahal dirinya merasa memerah malu dan salah tingkah akibat perlakuan jahil dan perkataan menggoda Diavolo kepadanya.
“Sayang, Mommy kau sangat menggemaskan.”
“Hmph !!”
“Lihat, itu sangat lucu..”
__ADS_1
“Aku tidak lucu !!”
Diavolo terkekeh geli, melihat tingkah Michella.
Michella diam-diam meneguk saliva, saat melihat dada bidang milik Diavolo yang terpampang nyata di depannya, benar-benar menggodanya. Padahal banyak lelaki yang memamerkan milik mereka, tetapi hanya Diavolo yang mampu membuatnya tersipu malu dan berfikiran kotor. Sebenarnya, sihir apa yang di berikan oleh Diavolo kepadanya ??
“Kau melihat dada milikku sayang ?? Tenang saja, setelah sarapan, dada ini akan menjadi milikmu.” Ujar Diavolo menaikkan alisnya dengan nakal dan usil, membuat Michella merasa sangat malu, apalagi Diavolo mampu membaca pikiran dan hatinya. Apa yang sebenarnya terjadi, apakah Diavolo benar-benar sosok indigo yang bisa membaca hati dan pikiran Michella ?? Jika begini, Diavolo akan terus menggodanya karena setiap memandang Diavolo, Michella akan berfikiran yang tidak-tidak dan itu membuat wanita itu merasa kesal sendiri.
Disisi lain, Diavolo sendiri sebenarnya membaca arah mata dan pikiran Michella kepadanya. Dan tatapan itu terus mengarah kepadanya, terlebih ke arah tubuhnya. Diavolo tidak bodoh, dia tahu apa yang dipikirkan kekasihnya itu. Hanya saja, ada sesuatu yang mengganjal pikirannya, hingga dia mempertanyakan kepada kekasihnya.
“Mommy..”
“Ya ??” Ekspresi Michella berubah saat mendengarkan Diavolo memanggilnya dengan nada bicara yang berbeda.
“Apakah.. Saat mengantarkan anak-anak tadi.. Kau tidak bertemu siapapun ??”
“Ehh ?? Aku bertemu orang tua teman-teman Cathina dan Catholo, ada apa ??”
“Kau tahu, apa yang aku maksud, bukan ??”
Michella terdiam dengan perkataan dari Diavolo, tapi dirinya tidak berani menjawab apapun.
__ADS_1