
Setelah memastikan Michella tertidur dengan pulas, Diavolo secara perlahan dan sangat berhati-hati memindahkan tubuh Michella dari atas tubuhnya. Diavolo benar-benar memastikan apakah Mommy nya akan terbangun atau tidak, ternyata Michella benar-benar tertidur dengan pulas. Diavolo menaruh tubuh Michella di atas kasur, dengan menggesernya secara perlahan. Menyelimuti tubuh Michella, lalu secara perlahan berbisik seakan dirinya berpamitan untuk pergi sebentar, mengurus sesuatu yang ada dalam pikirannya.
“Mommy... Aku akan pergi sebentar... Aku akan kembali lagi.” Ujar Diavolo perlahan sembari mengecup kening Mommy nya.
Namun tanpa di duga, Michella menggerakkan tangannya sembari mengigau dalam tidurnya. Michella memegang tangan Diavolo, dan menahan lelaki itu agar tidak pergi, dan raut wajahnya sedikit panik dan mengigau. Mungkinkah Michella menyadari jika Diavolo akan pergi, meskipun hanya sebentar saja ??
“Ja..jangan.. Pergi..”
Diavolo memandang bingung, dia memastikan apakah Michella benar-benar sudah tertidur ?? Diavolo kemudian berfikir jika Mommy nya, mungkin sedang mimpi yang sangat buruk. Apakah Michella bermimpi jika Diavolo akan meninggalkannya lagi ?? Apakah selama ini, sebenarnya Michella selalu merasa gelisah saat Diavolo pergi dari hidupnya ?? Mungkinkah di balik pose menggoda di majalah, sebenarnya Michella penuh dengan rasa khawatir dan gelisah karena kehilangan Diavolo dulu ?? Pikiran itu mulai masuk ke dalam otak Diavolo setelah melihat bagaimana hancurnya Michella saat ditinggalkan oleh Diavolo sendiri. Andai waktu bisa di putar, maka Diavolo pasti bisa menyelamatkan dirinya, dan tidak masuk ke penjara. Hidup dengan senang dan tenang dengan Michella dan anak-anaknya.
Diavolo selalu berfikir, apakah Mommy nya bersenang-senang dengan lelaki di luar sana dan mendapatkan pengganti dirinya, tapi ternyata semua itu salah. Mommy nya dimanfaatkan oleh para bajingan itu saja, dan tidak ada satu orangpun yang bisa tulus mencintainya, tanpa memandang wajah dan tubuhnya. Tapi, itu mustahil. Michella menjadi model majalah dewasa, dan itulah yang menjadi daya tariknya, wajah dan tubuh seksi.
Diavolo menghela nafasnya, dia kemudian membelai rambut Michella sembari berbisik dengan lembut.
“Aku tidak akan meninggalkanmu.. Aku akan selalu disini, untukmu.. Jangan khawatir.” Bisik Diavolo kali ini, dirinya mengecup bibir itu dengan lembut dan sekilas. Diavolo tidak mau mengeluarkan nafsunya, di saat yang tidak tepat seperti ini.
Disaat seperti itulah, Michella memeluk tubuh Diavolo dengan erat, seakan dirinya tidak ingin Diavolo pergi. Melihat sepertinya, Mommy nya tidak ingin di tinggalkan olehnya, Diavolo menghela nafasnya dan mengalah saja. Diavolo akhirnya memeluk kembali Michella, tapi sepertinya mimpi buruk sedang di alami oleh wanita itu.
__ADS_1
Seketika nafas Michella menjadi tidak beraturan, kepalanya menggeleng pelan, dirinya terlihat seperti menangis, dengan tertidur menutup matanya mengeluarkan air mata. Diavolo membelai rambut Mommy nya sembari berbisik memanggil.
“Mommy.. ??”
Michella mengigau pelan tapi penuh dengan ketakutan.
“Tidak.. Jangan... Jangan tinggalkan aku.. Diavolo !!!” Seketika Michella membuka matanya dan nada suaranya sedikit meninggi saat memanggil nama kekasihnya itu, Diavolo yang mendengar menjadi sangat terkejut, kenapa Michella terlihat sangat ketakutan ditinggal oleh Diavolo ?? Apa sebenarnya dalam mimpi Mommy nya itu ??
“Mommy.. Tenanglah, aku disini.. Hey..”
Michella yang tadinya sangat panik, menatap ke arah Diavolo, dan memeluknya sembari menangis di sana, nada suaranya terlihat bergetar penuh dengan ketakutan dan rasa khawatir.
“Diavolo.. Dear.. Jangan ditinggalkan, aku.. Tetaplah disini..”
“Hey.. Hey.. Mommy.. Aku disini, aku tidak akan pergi kemanapun..” Ujar Diavolo menenangkan, sembari memeluk kekasihnya yang mengalami sedikit panic attack. Entah apa yang sebenarnya dia mimpikan, tapi sepertinya itu adalah sesuatu yang begitu buruk bagi Michella hingga wanita itu begitu panik dan bingung.
Setelah dirasa, Michella cukup tenang, Diavolo mengecup kening dan bibirnya dengan lembut, seakan memberikan sedikit pelayanan pada wanita itu. Michella menikmati sedikit, pelayan itu, hingga dirinya menatap Diavolo dengan dalam dan memandangi kekasihnya itu.
__ADS_1
“Sudah, lebih tenang ??”
Michella mengangguk, Diavolo menghapus air mata Michella yang keluar dengan ibu jarinya, dan menatap lembut ke arah Michella.
“Mommy.. Percayalah, sedikitpun aku tidak memiliki niat untuk meninggalkanmu, bahkan sedetik saja.” Ujar Diavolo dengan penuh keyakinan untuk mengusir rasa takut dan khawatir di dalam Michella.
Michella mengangguk, “Aku hanya bermimpi buruk.”
“Jangan biarkan mimpi buruk itu menguasaimu, hmm~ Kau lihat, aku berada disini bersama denganmu.”
Diavolo kemudian menyalakan lampu kamar, yang memang bisa di nyalakan secara otomatis menggunakan remote, dan meraih sebuah gelas berisi air putih di meja nakas. Menyerahkan kepada Michella, agar wanita itu bisa jauh lebih tenang. Michella menerima air gelas itu, dan meminumnya dengan perlahan, lalu mengembalikan gelas itu kepada Diavolo.
Setelah menaruh gelas di meja nakas, Michella langsung menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Diavolo, dan menikmati nyaman dada yang kuat dan tampak keras itu, Michella tidak berkata apapun dan memilih untuk menutup matanya kembali, sepertinya Michella masih merasa kelelahan dan mengantuk.
Diavolo tersenyum, dia mengecup kening dan berbisik, “Kembalilah tertidur, Mommy.. Semoga kali ini, kau bermimpi indah.” Celetuk Diavolo, mematikan lampu kamar, dan kemudian membelai rambut dan perut Michella yang memang sedikit lebih membesar dari sebelumnya.
Untuk kali ini, Diavolo tidak akan menganggu atau menggeser tubuh Michella, dan memilih untuk menunda rencananya itu. Daripada membuat Mommy nya kembali terbangun dengan keadaan panik dan penuh kekhawatiran seperti sebelumnya. Dia memilih ikut tertidur di sebelah, atau tepatnya di bawah kepala Mommy nya, itu.
__ADS_1