
“Jangan memasang wajah cemberut seperti itu, sudah sana berangkat bekerja !! Karyawanmu sudah menunggumu.”
Diavolo memasang wajah kesalnya, bagaimana tidak. Di saat, dirinya ingin menemani dan ingin selalu bersama dengan Michella yang sudah hamil besar, tiba-tiba saja mendapatkan telefon untuk melakukan meeting besar, yang membuatnya harus turun tangan dan pergi ke kantor. Padahal Diavolo mengandalkan anak buahnya, tapi kali ini masalah besar terjadi, dan justru semakin besar saja. Akhirnya anak buah atau karyawan Diavolo menelfon bos mereka untuk pergi ke perusahaan, mengatasinya.
“Tapi, Mommy akan sendirian..”
“Dear, kau harus pergi, bukan pengangguran, kau harus bekerja.. Nanti anak-anak dan aku makan apa, jika kau tidak bekerja.”
“Hey !! Uang di tabunganku masih banyak, masih cukup untuk 50 tahun ke depan !!”
“Darling, please~ aku tidak sendiri, ada para pelayan yang bersedia menemaniku. Dan lagi, Joella akan datang nanti.” Ujar Michella, membuat Diavolo menghela nafasnya dan mengalah. Karena dirinya tidak mungkin akan mengelak kekasihnya.
“Huft.. Baiklah, Mommy.. Jaga dirimu baik-baik, aku akan usahakan bisa lebih cepat untuk pulang.”
Michella sebenarnya tidak suka, jika dirinya menjadi alasan utama kenapa Diavolo sering sekali absen dari perusahaan. Meskipun hamil, Michella tidak semanja itu untuk bisa menjaga dirinya, dia juga ingin Diavolo tetap bertanggungjawab sebagai sosok bos dan pemimpin perusahaan.
Diavolo mempersiapkan diri, dia sudah mengenakan kemeja dan juga mempersiapkan tas untuknya pergi ke kantor. Michella bangkit dari tempat tidur nya, dan membenahi dasi milik Diavolo. Well, sepertinya lelaki itu sengaja untuk menggunakan dasi secara sembarangan, agar mommy nya mau memperbaiki dan lebih dekat dengannya. Dasar licik.
“Aku pergi dulu Mommy.” Ujar Diavolo setelah semuanya selesai.
“Hati-hati.”
Tidak lupa, kecupan manis perpisahan diberikan Diavolo ada kening dan bibir kekasihnya, lalu pergi dari sana. Michella hanya menggeleng kepalanya, melihat Diavolo merajuk tidak mau ke kantor, hanya karena ingin menemaninya. Astaga, terkadang Michella tidak percaya, dengan nama sebutan Diavolo King Satana itu adalah nama kekasihnya. Karena Diavolo tidak benar-benar bengis seperti iblis, dirinya lebih terlihat seperti seekor kucing yang suka merajuk dan manja daripada sadis dan brutal.
“Hah, sekarang aku harus bersiap-siap, Joella pasti akan senang datang kemari.” Ujar Michella dengan sedikit riang.
Meskipun hamil besar, tapi Michella masih senang kesana dan kemari, hanya saja dia lebih berhati-hati saat berjalan atau sedang melakukan kegiatan. Jika, Diavolo disini, sudah pasti lelaki itu akan terus menerus membujuk Michella agar wanita itu tidak selalu bergerak, dan lebih dipaksa untuk berdiam diri di kasur. Yang mana, membuat wanita itu merasa sangat bosan dan jenuh bukan main.
__ADS_1
Michella seketika berjalan dan mempersiapkan semuanya, dia juga mandi dan mengganti pakaiannya, berharap saja Joella mau membawa atau mau mengajaknya pergi sebentar, setidaknya berjalan-jalan di halaman belakang, atau taman dekat sana. Masalah pengawasan, dia sudah memastikan, akan membawa bodyguard dengannya nanti.
...
“Michell~ lama sekali aku tidak mengunjungimu, maafkan aku.” Ujar Joella dengan sedih, karena ada beberapa urusan membuat Joella tidak bisa mendatangi atau mengunjungi sahabatnya itu. Padahal dia tahu kehamilan Michella, dan dia sangat senang dengan kabar tersebut.
Joella membawakan banyak sekali makanan untuk sahabatnya itu, membuat Michella terkejut bukan main.
“Ini terlalu banyak. Bagaimana aku bisa menghabiskan semuanya ??”
“Kau hamil, tentu saja kau dan bayi mungil di perutmu yang akan menghabiskannya.” Ujar Joella sembari terkekeh pelan, menggoda sahabatnya itu.
Keduanya tertawa dan saling berbicara satu sama lain. Masalah anak-anak ?? Addy yang mengurus semuanya, jadilah Michella tidak perlu menjemput mereka dan bersantai di rumah. Kehamilan besar itu, membuat semua yang ada di sana menjaganya dengan sangat berhati-hati. Pertama, Diavolo, lalu Addy, dan sekarang Joella bahkan membelikan banyak makanan untuknya. Astaga..
“Hey, Michella.. Apakah para penggemarmu masih ada ??”
“Eh ?? Penggemar ?? Entahlah.. Setahuku para penggemarku berasal dari para pengusaha.” Ujar Michella mengingat dirinya dulu.
Well, memang benar. Para pengusaha besar banyak yang terpincut akan kecantikan dan keindahan tubuh Michella. Dan banyak sekali, lelaki yang mau menikahi Michella, tidak hanya menikahi Michella, tapi mereka mau menerima kedua anak Michella. Tapi sayangnya, wanita itu enggan untuk menikah sebelum menemukan lelaki terbaik saat itu. Sepertinya lelaki terbaik bagi Michella hanyalah Diavolo.
“Ada apa ??”
“Err.. Sebenarnya sebelum aku masuk ke rumahmu, ada seorang perempuan mengaku sebagai penggemarmu, dan memintaku untuk menyerahkan minuman kepadamu.”
“Penggemar ?? Perempuan ?? Mustahil, para perempuan membenciku karena menganggap aku telah merebut kekasih mereka.” Ujar Michella sedikit meragukan perkataan dari Joella.
“Ya, karena itu aku menolaknya, tapi dia memaksa. Untung aku membuang minumannya.”
__ADS_1
“Terdengar mencurigakan.”
“Yeah.. Berhati-hatilah Michella, mungkin kau sedang diincar atau di teror oleh seseorang.” Ujar Joella mengingatkan.
“Huft.. Kenapa tepat saat aku hamil ??”
“Justru karena kau hamil, mereka mencari titik kelemahanmu.”
“Kau tidak membantuku !!”
“Aku hanya mengatakan fakta.” Ujar Joella mengangkat bahunya, Michella mendengarkan perkataan Joella, dan menimangnya. Mungkinkah badut yang mendekati kedua anaknya saat di taman juga salah satu bentuk teror nya ??
“Sebenarnya.. Sebelum ini.. Ada kejadian aneh.” Ujar Michella berfikir untuk bisa menceritakan pengalamannya yang terjadi sebelumnya.
“Kejadian apa ??”
Michella menceritakan kejadian kemarin, dan berakhir membuat Joella merasa terkejut bukan main. Sudah pasti ada yang berusaha untuk mencelakai Michella ataupun mencelakai anak-anaknya itu.
“Siapa menurutmu kira-kira yang melakukan semua ini ??”
“Entahlah. Riel ?? Atau Fael ?? Terakhir Diavolo sempat bertarung dengan Riel hingga berdarah.” Ujar Michella mengingat Diavolo pulang dalam kondisi penuh dengan darah.
“Mungkin antara mereka berdua, kau tahu betapa keras kepalanya mereka itu.” Ujar Joella mengingatkan Michella mengenai kedua lelaki itu.
“Memang, Fael juga pernah menyelinap masuk ke dalam rumah saat malam hari, beruntung Diavolo ada disini.”
“Astaga, lelaki yang mendekatimu benar-benar gila.”
__ADS_1
“Yeah, jika tidak.. Mereka tidak mungkin mendekatiku setelah menikah.” Celetuk Michella.