Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
28. Rencana Diavolo


__ADS_3

Setelah semua kekacauan berakhir, Diavolo melihat Mommy nya duduk dan bersantai, setelah menyelesaikan pembicaraan dan perempuan itu meninggalkan Michella, sembari beberapa kali mengucapkan terima kasih. Diavolo mendekati Mommy nya, membawakan minuman dan sapu tangan.


“Mommy.. Kau terlihat sangat kelelahan..” Celetuk Diavolo langsung duduk di sebelah Michella. Wanita itu menoleh dan tersenyum, melihat Diavolo membawakan dua botol minuman dan sapu tangan.


Michella mengambil satu minuman, dan meminumnya. Sementara tangan Diavolo menaruh botol minumannya, dan kemudian mengusap keringat Michelle di kening dengan sapu tangan.


“Kau sangat kelelahan, Mommy.. Aku pikir ada masalah besar, saat aku kemari.” Celetuk dengan nada terlihat sedikit khawatir.


Lelaki itu kaget, saat melihat banyak orang memperhatikan Michella dengan perempuan asing yang tidak dia kenali. Diavolo berfikir, jika ada masalah besar, maka lelaki itu akan segera menolong Michella, tapi rupanya semua berjalan dengan baik.


Jujur, Diavolo melihat Michella sebagai wanita pemberani yang kuat dan hebat, membuat Diavolo semakin kagum dan terkesima dengan wanita itu.


“Tidak, hanya sedikit kesalahpahaman lagi. Huft.. sepertinya aku harus memanggil teman hackerku.”


Diavolo menaikkan alisnya, “Untuk apa ??”


Michella memandang ke arah Diavolo, menimang apakah dia harus membicarakan masalah ini dengan lelaki itu, tetapi Diavolo mungkin bisa membantuku.

__ADS_1


“Sebenarnya....” Michella membicarakan masalah yang dia alami saat menjadi model. Karena namanya yang begitu besar, dan banyak orang bahkan kalangan atas mengagumi dan menyayangi Michella, membuat beberapa penipu menggunakan nama Michella sebagai modus penipuan.


Yang lebih parah adalah, ada yang menjual pakaian dalam bekas, dan mengatakan jika itu adalah bekas yang di pakai Michella. Padahal wanita itu enggan melakukan hal menjijikan itu... Menjual pakaian dalam bekas, adalah hal paling menjijikan bagi Michella, dan tidak pernah dia melakukan itu. Buktinya, pakaian dalam yang di jual, bukanlah miliki Michella.


Mendengar perkataan Michella, membuat Diavolo secara diam-diam mengepalkan tangannya, tidak suka. Siapa sialan yang berani melakukan penipuan dan mengatasnamakan Michella ?? Itu sama saja fitnah besar, apalagi jika polisi mengetahuinya, malah menjadi bahaya bagi nama Michella, sebagai nama yang terseret meskipun tidak berhubungan apapun mengenai penipuan atau penjualan itu.


“Kau cukup duduk manis dan merawat anak-anak kita, sayang. Aku akan urus semuanya, dan aku pastikan jika tidak ada yang bisa menangkap atau memenjarakanmu akibat tuduhan itu.” Celetuk Diavolo, membelai rambut Mommy nya itu. Sementara otaknya merencanakan sesuatu yang mungkin jahat dan kejam, bagi siapapun yang berani menyentuh Mommy nya.


Michella memandang bingung, tapi dirinya tidak berkata apapun, karena merasakan belaian lembut di kepalanya, membuat Michella menikmati sentuhan lembut itu. Sementara Michella sendiri menyandarkan dirinya pada tubuh Diavolo.


“Sepertinya anak ini akan tumbuh menjadi anak manja, lihat saja. Aku bertingkah manja seperti anak perempuan kepada ayahnya.” Ujar Michella sedikit menyindir dirinya yang terus bermanja pada Diavolo.


“Tidak masalah, Mommy... Sugar Daddymu ini, siap memanjakanmu setiap waktu.” Celetuk Diavolo dengan nada nakal.


“Berhenti menggodaku, bagaimana jika anak-anak melihat kita ?!”


Diavolo terkekeh pelan, “Biarkan saja, mereka akan tahu betapa akur dan romantisnya kedua orang tua mereka.” Ujar Diavolo sembari mencium rambut Michella.

__ADS_1


Tanpa kedua orang itu sadari, ternyata Cathina dan Catholo memperhatikan gerak-gerik keduanya. Addy yang melihat itu juga menggelengkan kepalanya, seharusnya keduanya melakukan semua keromantisan itu di dalam kamar, bukan malah pamer kemesraan di depan umum. Apa yang harus Addy jelaskan kepada kedua anak kembar yang melihat kemesraan Diavolo dan Michella.


“Catholo.. Lihat.. Keduanya sangat romantis, bukan ?? Tuan itu cocok menjadi pengganti ayah kita.” Ujar Cathina dengan senang.


Catholo menghela nafasnya berat, “Memang, tapi rasanya berbeda jika dia bukanlah ayah kandung kita.”


“Tidak apa, selagi dirinya bisa menggantikan kasih sayang yang hilang dari ayah kandung kita, dan bisa menjaga Mom. Maka aku tidak masalah.” Ujar Cathina yang sama sekali tidak keberatan mengenai kehadiran Diavolo dalam kehidupan keluarga kita. Sementara Catholo masih sedikit meragukan, mengenai kehadiran Diavolo di sana.


Cathina berlari menghampiri kedua orang dewasa itu, sembari memanggil keduanya.


“Mom !! Dad !!”


Melihat Cathina berlari ke arah mereka, Diavolo dan Michella merubah posisi mereka, Michella membuka tangannya dan menangkap Cathina yang berlari ke arahnya. Diavolo terkekeh melihat tingkah lucu putri kecilnya itu.


“Cathina.. Sudah aku katakan, jangan berlari.” Ujar Michella memperingatkan dengan lembut dan halus kepada putrinya, Cathina hanya terkekeh di sana.


Tidak mama, Catholo dan Addy mendekati mereka.

__ADS_1


“Kalian senang, dengan jalan-jalan hari ini, anak-anak ??” Tanya Diavolo, melihat kegembiraan kedua anak itu di wajah mereka.


“Sangat !!” Ujar keduanya dengan kompak.


__ADS_2