
Melihat Michella hanya terdiam, Diavolo menghela nafasnya, dia kemudian menaruh piringnya di atas meja nakas, meskipun makanannya masih ada sedikit sisa, tapi sepertinya ada hal yang jauh lebih penting untuk dia lakukan saat ini.
“Mommy, come here...” Diavolo tidak menggunakan nada tinggi atau kasar, dirinya berbicara dengan nada rendah sedikit menggoda, dan jarinya bergerak seakan menyuruh Michella untuk bisa mendekatinya.
Michella menuruti perkataan Diavolo, mendekatinya. Dan saat sudah dekat, Diavolo kemudian menarik Michella hingga jatuh di pangkuannya, wanita itu terkejut dan memandang ke arah Diavolo sembari berkata.
“Sayang, dadamu masih sakit, dan perlu perban.”
“Itu bukan fokusnya, Mommy.. Fokus padaku, oke ??”
Michella meneguk salivanya, tangan Diavolo secara perlahan, membuka kancing baju Michella, hingga membuat belahan dada itu terpampang dengan jelas, Michella sedikit malu, dan berusaha memberontak kecil.
“A..apa yang kau lakukan ??”
“Sssttt...” Diavolo berbisik lembut, kemudian menjilati bagian daun telinga Michella yang begitu sensitif, tangannya masuk dan mulai menyentuh bagian paling sensitif bagi Michella.
Wanita itu menahan mulutnya, agar tidak mengeluarkan suara yang mungkin akan memancing hawa nafsu dari Diavolo. Tapi gagal, karena Diavolo benar-benar sangat lihai dalam menyentuh tubuh dan memainkan jarinya pada titik sensitifnya.
“Now, Mommy.. Tell me, the name.. I need it, now.” Bisik Diavolo di telinga Michella.
Michella memerah memalu, akibat godaan dari Diavolo, hingga akhirnya dirinya menyebutkan satu nama yang membuat Diavolo sedikit kesal.
__ADS_1
“Fa..Fael... Dia.. Dia mencoba mendekatiku..”
“Dimana dia menyentuhmu, sayang ??”
Michella menggelengkan kepalanya, “Dia tidak sempat, bahkan untuk menggandengku.”
Diavolo menyeringai, “Benar.. Dia tidak memiliki sedikitpun kesempatan, bahkan untuk memilikimu sedikit saja.”
“Ka..kau cemburu ??”
“Sangat. Dan aku yakin, kau pasti mengenaliku dengan baik, bukan ?? Mommy ??”
“Su..sudah.. Aku harus mengganti.. Ugh.. Perbanmu..”
Diavolo terkekeh pelan, “Tapi.. Aku menginginkannya, sayang~”
Michella menggelengkan kepalanya, tapi Diavolo secara cepat, kemudian mencium bibir Michella, sehingga wanita itu terkejut bukan main, awalnya Michella sedikit memberontak, tapi kemudian Diavolo malah memainkan dan ******* bibir wanita itu dengan lembut, membuat Michella sedikit tergerak dalam permainan lembut Diavolo. Di tambah, tangan Diavolo bergerak semakin nakal, dan semakin bergairah memainkan tubuh Michella, membuat wanita itu menahan semua getaran itu di dalam tubuhnya. Ciuman terlepas, Michella tidak bisa menahan diri, untuk menahan setiap suara dari mulutnya yang semakin membuat Diavolo bergairah.
“Hanya sebentar saja, hmm~ aku tahu kau tidak akan tahan, Mommy..”
Terbawa suasana, dan pesona keindahan dan suara seksi Diavolo, membuat Michella mengangguk dan pasrah saja. Dia mengalungkan kedua tangannya di leher Diavolo dan kemudian memberikan tatapan sayu dan wajah memerah menggoda, membuat lelaki itu menyeringai melihat ekspresi yang sangat dia sukai itu.
__ADS_1
“Anything for you, daddy.”
“Good girl.”
Diavolo mendorong pelan tubuh Michella hingga terjatuh berbaring di atas kasur, kemudian Diavolo berada di atasnya, tidak menindihnya karena dia menahan tubuhnya dengan kedua tangannya itu. Lalu suasana semakin menderu, hawa nafsu menyelimuti kedua pasangan itu, dan melakukan hal yang sebenarnya di lakukan dalam kondisi yang salah, karena Michella hamil, dan Diavolo terluka. Tapi yang namanya nafsu, siapa yang bisa menahan ??
...
Setelah selesai melakukan ritualnya, Michella sepertinya sedikit kelelahan hingga tertidur pulas. Sementara Diavolo sebagai lelaki, justru terlihat segar dan bugar, lelaki itu memandang ke arah jam dinding, dan melihat sudah waktunya dirinya menjemput anak-anak. Diavolo melihat Michella yang tertidur pulas, kemudian mengecup bagian kening kekasihnya sembari berbicara kepadanya.
“Aku akan menjemput anak-anak, sayang.” Bisik Diavolo dengan lembut, dia kemudian menyelimuti Michella dengan selimut menutupi tubuhnya yang kini tidak memakai pakaian. Tidak lupa, Diavolo mengecup perut Michella.
Diavolo tidak lupa kondisi Michella, dia melakukannya dengan sangat perlahan dan tidak menyakiti Michella terlalu berlebihan. Dia hanya ingin meluangkan sedikit nafsunya, sebelum kehamilan 6 bulan, dimana Michella tidak boleh melakukannya dengan Diavolo. Karena khawatir sang ibu akan kehabisan tenaga untuk melahirkan, di tambah lagi pikiran Diavolo yang benar-benar mesum itu membuat Michella terkadang pusing dan bingung.
Diavolo bangkit dari tempat tidur dan kemudian mulai berpakaian normal. Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, jika Diavolo tidak benar-benar sakit, bukan ?? Dia hanya sedang memainkan drama agar mendapatkan kasih sayang dan manja dari sang kekasih.
“Time to play with you~” Diavolo menyeringai licik, dia mengingat bagaimana Michella mengatakan jika Fael berusaha menggapainya, mungkin saat pulang sekolah, Fael pasti akan berusaha berbicara dengan Michella. Jadilah, Diavolo yang berfikir menggantikan posisi Michella untuk menjemput kedua anak-anak mereka.
Tunggu.. Sebenarnya.. Apa yang di rencanakan oleh Diavolo selama ini ?? Apakah ada sesuatu yang dia sembunyikan dari Michella ?? Tentu saja, tapi semua itu dia lakukan untuk menjaga sang kekasih hati, dan juga kedua anaknya.
Diavolo memikirkan rencana licik yang akan dia lakukan kepada lelaki yang berani mencoba menyentuh kekasihnya itu. Dan Diavolo tidak akan main-main dengan perkataannya, apa yang sudah mutlak miliknya, dan jika ada seseorang yang hendak menyentuhnya, maka orang itu sudah sepantasnya mati. Dan Diavolo tidak ingin menunggu terlalu lama. Entah apalagi yang dia pikirkan, tapi yang jelas pikirannya hanya tertuju pada keinginannya untuk bisa melindungi keluarga yang sangat dia sayangi.
__ADS_1