Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
48. Sisi protektif Diavolo


__ADS_3

“Kau benar-benar gila !!”


“Dan kau perebut kekasih orang ?!”


“Kekasih ?! Pfft.. Bahkan Michella hanya menjadikanmu pelampiasan, kau terlalu percaya diri anjing kecil ?!”


Diavolo sedikit menghina Fael melalui perkataannya, yang benar saja ?! Merebut ?! Toh Michella tidak pernah sedikitpun berfikir atau menganggap Fael sebagai kekasihnya. Jika memang Michella menganggapnya sebagai kekasih, kenapa Michella langsung membuka hati kepada Diavolo ?!


“Kalian berdua, sudahlah.. Bisakah kalian bertarung besok saja di luar. Aku butuh istirahat, begitupula dengan anakku. Lagipula kalian akan menganggu kedua anak-anakku yang sedang tertidur.” Ujar Michella mencoba melerai keduanya, saat wanita itu melihat Diavolo dan Fael mengambil posisi hendak bertarung satu sama lain. Jika sampai mereka bertarung disini, tentu saja Michella tidak akan bisa tenang.


“Maaf Michella.. Tapi kali ini, aku berniat untuk memilikimu selamanya, dan aku tidak akan pernah mundur kali ini.”


“Hey ?! Tidakkah kau dengar, kekasihku sedang hamil dan membutuhkan waktu untuk istirahat !! Dimana nuranimu, jika kau memang mencintai Michella, kau seharusnya paham dengan perkataan itu.”


Lihat, dari sini saja. Sudah terlihat jelas, siapa yang benar-benar peduli padanya, dan hanya sekedar menginginkan dirinya ?? Diavolo terlihat kesal dengan keras kepala Fael, yang terus menginginkan Michella dengan cara yang nekad, meskipun wanita itu sedang hamil dan membutuhkan istirahat. Akhirnya Diavolo merasakan, apa yang dia rasakan selama ini, menghadapi lelaki keras kepala, yang terobsesi gila kepadanya.


“Lebih baik kita bertarung di luar, untuk membuktikan siapa yang lebih layak untuk mendapatkan Michella, aku atau anjing pecundang sepertimu ?!” Celetuk Diavolo dengan nada menantang.


Sementara Michella sendiri kini merasakan kantuk mulai melandanya, dan membuat matanya terasa sangat berat kali ini.


“Baiklah, urus urusan kalian di luar. Aku mengantuk, aku akan tidur..” Ujar Michella sembari menguap merasa mengantuk. Diavolo tersenyum dalam hatinya, dia tidak merasa kecewa atau marah, justru dia bisa senang jika kekasihnya lebih banyak beristirahat daripada memperhatikan hal tidak penting baginya ini.


Michella tidak tahu, apakah ini adalah hal yang benar baginya atau tidak, karena dirinya memilih untuk tertidur di saat kekasihnya akan bertarung dengan orang lain, dan tidak berniat menghentikan aksi mereka sedikitpun. Jangan salahkan Michella, salahkan bayi yang ada dalam kandungannya, yang sepertinya membuat sifatnya sedikit acuh dan cuek. Tapi Diavolo tidak mempermasalahkan hal seperti ini, karena memang tidak tepat perempuan itu memikirkan hal tidak berguna seperti Fael sendiri.


...


Paginya, Michella terbangun, dirinya masih tidak tahu seperti apakah pertarungan semalam, tapi kemudian dia melihat Diavolo tertidur di sebelahnya, memeluknya tanpa berpakaian sedikitpun. Mungkin pakaiannya kotor terkena kotoran debu atau malah terkena darah ?? Entahlah, tapi terlihat wajah Diavolo begitu tenang dan damai. Tangannya memeluk Michella dengan lembut, dan wajahnya terkena sinar matahari, terlihat tampan dan menawan, bak malaikat.


Michella mendekatkan tubuhnya di pelukan Diavolo, hingga dirinya teringat akan anak-anaknya.


“Oh iya, aku harus mengantarkan Cathina dan Catholo ?!”

__ADS_1


“Hmm~ Mommy aku sudah mengantarkan mereka, ayo tidur lagi.” Ujar Diavolo dengan mata tertidur.


“Eh ?? Kau sudah bangun ??”


Diavolo mengangguk, “Yeahh~ tapi aku merasa sangat mengantuk, b*j*ngan itu mengajakku bertarung hingga malam.” Celetuk Diavolo dengan kesal, tapi dirinya masih tidak membuka matanya karena masih merasa mengantuk.


“Kau terluka ??”


Diavolo menggelengkan kepalanya.


“Kau membunuhnya ??”


Diavolo menggelengkan kepalanya lagi.


“Kau ingin aku membunuhnya ??”


“Tidak !! Aku hanya bertanya.”


“Hmmm~”


“Jam berapa sekarang ??”


“Jam 8, biar aku yang menjemput anak-anak hari ini.”


Michella terdiam sejenak, lalu kemudian dia bertanya dengan sedikit ragu.


“Ehm.. Diavolo.. Aku masih memiliki simpanan daging di dalam kulkas.”


“Lalu ?? Kau mau aku memasakkan sesuatu untukmu ??”


“Ahh, tidak... Bukan itu..”

__ADS_1


“Tidak.” Ujar Diavolo membuka matanya, sembari berbicara dengan tegas, dia sudah tahu arah pembicaraan ini akan kemana.


“Eh, aku belum berkata apapun ?!”


“Aku sudah tahu, kau pasti ingin memasak, bukan ?? Mommy, kau sedang hamil besar. Jangan terlalu banyak bergerak !! Aku akan membelikanmu makanan apa yang kau inginkan, atau memasakkan untukmu saja.” Ujar Diavolo dengan sifat protektifnya itu. Dia selalu membatasi aktivitas Michella untuk beberapa saat, karena kandungannya sudah mulai 8 bulan lebih, mungkin hampir menuju ke 9 bulan, dan perut Michella semakin besar.


Michella menghela nafasnya berat, dia memang tahu jawaban Diavolo seperti apa, karena itulah, Michella sudah menduga dan merasa ragu sejak awal.


“Aku ingin daging panggang~”


“Setelah menjemput nanti, aku belikan oke ?? Anak-anak pasti senang.”


“Hah.. Kehamilanku, malah merepotkanmu.”


“Jangan berkata seperti itu, Mommy. Aku tidak merasa di repotkan. Justru aku khawatir jika kau pergi sendirian, bisa-bisa anjing liar itu akan menyerangmu kembali.” Ujar Diavolo membelai rambut Michella dengan lembut.


“Tapi Diavolo.. Aku tidak pernah melihatmu bekerja lagi.. Bagaimana perusahaanmu ??”


“Well, aku memberitahu mereka jika Mommy kesayanganku sedang hamil, jadilah mereka bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik.”


“Bagaimana bisa ??”


“Bukan hal sulit bagi mereka, sebelumnya aku sering pergi keluar kota dan negeri, untuk perjalanan bisnis, dan mereka mampu mengerjakan semuanya sendirian.”


Tiba-tiba ekspresi Michella sedikit berubah, “Dalam perjalanan bisnis.. Kau pasti bertemu dengan banyak perempuan..”


Diavolo yang mendengar perkataan itu hanya terkekeh pelan, “Yeah, tapi tidak ada yang bisa menarik perhatianku. Bahkan saat itu aku sempat, di jodohkan dengan anak partner bisnisku. Tapi aku menolak.”


“Kenapa ??”


“Karena satu-satunya perempuan yang menarik perhatianku, hanya dirimu seorang, Mommy kesayanganku.”

__ADS_1


“Berhentilah menggodaku !! Dasar lelaki nakal !!” Ujar Michella kesal, tetapi wajahnya memerah malu, tentu saja Michella merasa sangat malu dengan pujian itu, astaga ini gila ?! Kenapa iblis di depannya begitu romantis ?!


__ADS_2