Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
57. Keadaan di pengadilan


__ADS_3

Saat persidangan berlangsung, Diavolo tampak sangat santai dan duduk dengan tenang, karena Niko selaku pengacaranya berhasil mendapatkan bukti kuat untuk membuatnya bisa terbukti tidak bersalah dalam persidangan tersebut. Bahkan Diavolo membayangkan apa yang akan dia lakukan saat menemui kekasihnya itu. Ahh~ dia tidak sabar memeluk dan menggendong kedua anaknya yang baru lahir itu.


“Tersangka, tuan Diavolo King Satana.. Err apakah ini benar nama anda ??” Tanya hakim dengan sedikit ragu, orang tua mana yang menamakan anaknya dengan istilah setan atau iblis ?? Sementara Diavolo hanya tersenyum miring di sana.


“Well, bagiku nama kutukan adalah sanjungan terindah, dan ya, itu nama asliku.”


Sudah beberapa kali, orang mempertanyakan namanya itu, haruskah Diavolo menunjukkan akte kelahirannya agar semua percaya jika satana adalah nama aslinya ?? Ya sebenarnya itu adalah nama asli, tapi kemudian menjadi julukan atas kejahatannya sebagai raja mafia.


“Ba..baiklah kita lanjutkan lagi..”


Astaga jangan sampai mereka berfikir jika aku adalah titisan iblis, hanya karena nama itu batin Diavolo melihat reaksi orang-orang di sekitar. Sudah memiliki nama satan/iblis, di tambah dirinya terlibat kasus pembunuhan, apa yang akan di pikirkan orang-orang di sekitarnya.


“Jadi.. Tuan Diavolo, anda menjadi terduga dari pelaku pembunuhan atas nama Lily Greeny Efson, pada empat hari yang lalu, yaitu pada hari Kamis.”


Cih, aku saja tidak mengenal wanita itu, dan aku di katakan pelaku pembunuhan ?? Yang benar saja, bahkan jikalau aku membunuhnya, aku tidak akan mengaku. Batin Diavolo menggerutu kesal di sana. Dia ini mafia, di bawa ke persidangan pun tidak mungkin mengaku.


“Dengan beberapa barang bukti yang sudah berada di atas meja di hadapan kalian.”


Diavolo melihat ke arah barang yang ditunjukkan sebagai bukti, dia ingin tahu sehebat apa lelaki sialan itu memberikan bukti palsu sehingga bisa membawanya ke persidangan. Hmm... Tali.. ?? Diavolo tidak pernah membunuh dengan tali !! Lalu palu besar... Well Diavolo pernah membunuh menggunakan palu, tetapi dia ingat palu yang dia miliki tidak seperti itu. Dan pisau.. ?? Eh tunggu dulu !!


Diavolo membulat sempurna, bukankah itu pisau miliknya, yang selalu dia gunakan untuk membunuh ?? Tapi... Bukankah darah di pisau itu bukan darah Lily ?! Kenapa mereka mendakwanya sebagai alat untuk membunuh Lily.. ?? Jangan-jangan..


Diavolo memang merasa kehilangan salah satu pisau sebelumnya, dia secara diam-diam terkadang membunuh dan menyiksa seseorang. Tetapi dia ingat, yang dia bunuh adalah orang lain dan bukan Lily yang di maksud.

__ADS_1


Ck, dia pasti mencuri pisauku, dan membunuh istrinya sendiri dengan tangannya, sialan !! Batin Diavolo, tapi dirinya pasti bisa membuktikan jika dirinya tidak bersalah, karena memang dirinya tidaklah bersalah.


“Dalam beberapa benda yang menjadi bukti, terdapat sidik jari milik Tuan Diavolo.” Lanjut hakim, tapi itu tidak membuat Diavolo gentar sedikitpun. Dirinya bahkan memandang rendah bukti yang menjeratnya ke dalam persidangan ini.


“Maaf menyela, tuan hakim. Tapi bukti ini tidak bisa menjadi bukti kuat untuk membuktikan jika Tuan Diavolo bersalah.” Ujar Niko sembari mengangkat tangannya.


Hakim itu terlihat tertarik saat pengacara dari Diavolo mulai membuka suara. Hal yang paling diuntungkan dari pengadilan hari ini adalah sang hakim. Dia terkenal hakim yang jujur, tidak pernah terlibat suap sedikitpun. Coba kita lihat, apakah dia menerima suap dari Riel atau tidak ?? Tapi dugaan dari Diavolo, sepertinya tidak. Karena saat Niko mengangat tangan dan membuka suara, reaksi Riel berubah sedikit.


“Baiklah.. Jadi apa yang membuat anda berfikir jika bukti ini tidak cukup ??”


“Karena benda atau sanksi benda tidak bisa di anggap sebagai bukti yang sah, bukti yang bisa di anggap sah, adalah bukti rekaman dari cctv atau sebuah bukti lainnya yang benar-benar mengarah kepada Tuan Diavolo. Mengenai sidik jari, bukankah itu bisa dipalsukan ??” Ujar Niko memberikan sebuah penjelasan kecil.


“Kalau begitu, apakah ada bukti rekaman dari pihak Tuan Diavolo ??”


Diavolo meminta beberapa orang menyiapkan sebuah layar LCD, dan menampilkan sebuah rekaman video di sana. Rupanya itu adalah rekaman dari ruangan cctv rumah dari Michella.


Awalnya rekaman itu memperlihatkan sesuatu yang normal, Michella yang sedang duduk di sofa, dan kejadiannya sama persis saat Michella dan Diavolo menerima sebuah bingkisan berupa kepala dari Lily di sana. Bahkan dalam rekaman CCTV terdapat suara dari Michella yang ketakutan. Tapi yang menjadi pusat dari video itu adalah, Michella yang ketakutan memeluk Diavolo. Kenapa mereka malah fokus ke situ ?! Ah bukan, hanya Riel yang fokus pada adegan yang membuatnya kesal itu.


Rekaman CCTV hanya berhenti sampai di sana.


“Haruskah aku memperlihatkan rekaman CCTV sebelumnya ??” Tanya Diavolo, untuk memastikan apakah dirinya benar-benar bersalah saat itu ??


“Tentu saja, jika anda berkenan.”

__ADS_1


Niko merasa ada yang tidak beres, melihat senyuman miring Diavolo di sana, dan benar saja, sebuah rekaman menunjukkan Michella dan Diavolo, lalu.. Niko langsung mengganti rekaman itu. Ya meskipun terlambat, tapi setidaknya belum terlalu dalam dan banyak adegan itu. Beberapa orang memerah malu, dan sang hakim tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Aku sebenarnya melihat bukti rekaman atau video p*r*o ?? Batin hakim itu menggelengkan kepalanya. Sementara Niko langsung memandang ke arah Diavolo, sementara yang di tatap malah terkekeh pelan.


“Ini rekaman sebagai bukti, bukankah harus full.”


“Tapi bukan adegan itu !!”


“Bagaimana jika mereka curiga, kalau di tengah melakukan itu, aku melakukan pembunuhan ?? Padahal aku selalu bersama ratuku hingga pagi hari.” Ujar Diavolo, Niko memijat keningnya.


...


Disisi lain..


“Ayah kalian, pasti hebat dalam persidangan. Dia sosok yang hebat, kuat dan cerdik.” Ujar Michella menyusui kedua anaknya itu, dengan menggendongnya kanan dan kiri. Wanita itu masih belum boleh pulang dari rumah sakit, karena tubuhnya yang masih lemah dan masih membutuhkan vitamin dan obat tambahan.


Dirinya sendirian di rumah sakit, karena beberapa dari mereka sibuk, Joella sendiri sebenarnya enggan untuk meninggalkan Michella. Tapi dirinya memiliki beberapa urusan penting, yang membuatnya terpaksa meninggalkan Michella sebentar saja.


Sebuah ketukan di pintu kamarnya, membuat Michella merasa sangat kebingungan bukan main. Masa iya Joella datang sembari mengetuk pintu ?? Apakah ini adalah Addy ?? Tapi kenapa harus mengetuk ?? Michella enggan menyuruh sosok aneh itu untuk masuk, karena dia yakin itu bukan orang yang dia kenal. Mungkin, itu adalah orang lain yang salah kamar atau apa.


Jadilah Michella mengabaikan sosok yang tidak dia kenal itu. Hingga akhirnya pintu terbuka, membuat Michella merasa bingung, dia kemudian melihat siapa yang mendatanginya, dan membulatkan matanya. Tangannya memegang kedua putranya dengan sedikit erat, seakan melindungi kedua anaknya dari sosok yang ada di depannya.


“Ma..mau apa kau kemari ?!”

__ADS_1


__ADS_2