Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia

Hot Mommy Kesayangan Raja Mafia
Bonus Chapter 4 : Seperti apa masa lalu Diavolo ??


__ADS_3

Di hari minggu, Cathina, dan Catholo bersantai di dalam kamar mereka, menikmati liburan. Sementara Addy bersantai di kamarnya sendiri juga, Diavolo  ??? Jangan di tanya, lelaki itu masih berada di dalam kamarnya, dan Michella tentu saja merawat kedua bayi mungilnya, tetapi wanita itu masih berada di dalam kamar.


“Raxt !!”


Hanya Raxt yang sedang berjalan di lorong santai, tiba-tiba beberapa anak buah lainnya mendatanginya, memanggil namanya, karena atasan mereka sedang di dalam kamar. Dan mereka tidak mau menganggu atasan atau bos mereka dengan mengetuk pintu kamar, jadilah mereka menemui Raxt.


“Ada apa ??” Tanya Raxt menolehkan tubuh dan kepalanya.


“Ada seseorang yang mencari Tuan Diavolo.”


Raxt mengangkat alisnya bingung, padahal ini hari minggu, apakah Tuan Diavolo membuat janji dengan partner bisnisnya ??


“Siapa ??”


“Mereka mengaku sebagai keluarga dari Tuan Diavolo. Mereka bernama Keluarga Margaritha.”


Gawat !! Kenapa mereka sampai kemari ?! Batin Raxt merasa gundah, dia bingung harus bagaimana. Tapi tidak mungkin, dia akan menerima tamu itu, mengingat atasannya sangat tidak menyukai mereka, jalan satu-satunya adalah.


“Sepertinya mereka salah orang, Tuan Diavolo tidak memiliki keluarga bernama Margaritha.” Ujar Raxt.


“Aku sendiri juga tidak yakin, apalagi ciri fisik Tuan Diavolo, sama sekali tidak mirip keduanya.”


“Kalau begitu, katakan saja mereka salah alamat. Aku yakin, mereka akan pergi.” Celetuk Raxt memberikan ide kepada teman-temannya itu.


“Tapi..”


“Tapi apa ??”

__ADS_1


“Mereka mengatakan enggan pergi dari sana, jika belum bertemu dengan Tuan Diavolo.”


Raxt kini merasa gundah, apakah harus menggunakan cara yang kasar atau...


“Ada apa ini ??”


Akhirnya sang penyelamat datang, tiba-tiba suara atasan mereka. Diavolo, datang dan bertanya kepada mereka. Raxt bersyukur tidak harus terbebani segala pikiran yang berat ini. Raxt bingung, dan dirinya juga tidak bisa menebak jalan pikiran sang atasan, padahal dirinya sudah lama bersama dengan bosnya itu.


“Tuan Diavolo, ada orang yang mengaku sebagai keluarga anda. Mereka berasal dari Keluarga Margaritha.”


Diavolo menghela nafas berat, “Hah.. Mereka lagi.. Berapa kali sudah aku katakan, aku bukan keluarga mereka.” Ujar Diavolo dengan kesal.


“Maaf tuan, mereka enggan meninggalkan tempat ini, jika anda tidak menemuinya.”


Diavolo kini semakin menghela nafasnya berat, “Apakah aku terlihat seperti artis yang memiliki penggemar berat, sekarang ??” Ujar Diavolo dengan berat.


“Suruh mereka masuk, aku akan menemui mereka. Setelah itu, mereka tidak akan pernah mengganggu kehidupanku !!” Ujar Diavolo memberikan perintah, tetapi di bagian akhir terlihat sangat kesal dan geram.


Diavolo kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, dia sempat mendengarkan suara ratunya yang berbicara pada seseorang, dan Diavolo tahu.. Siapa orang itu.


“Sweetie ?? My King ?? Apakah ada masalah ??” Tanya Michella yang sedang mendadani kedua putranya, setelah memandikan mereka, di bantu pelayan setianya yaitu Tasya tentunya.  Tasya memang di perbolehkan masuk ke kamar saat sedang membantu Michella mengurus kedua putra kembarnya.


“Ya.. Ada tamu tak di undang kemari, Sayang kau tetaplah disini, aku akan mengurus semuanya.. Baru kita pergi.” Ujar Diavolo meskipun nada biasa, dan terkesan lembut. Tapi Michella tahu, ada hal tersembunyi yang sedang Diavolo sembunyikan, dan itu terlukis di balik manik mata Diavolo. Tapi Michella memilih untuk tetap diam saja.


“Baiklah..”


“Aku bersiap dulu.” Ujar Diavolo masuk ke dalam kamar mandi sembari membawa baju ganti. Diavolo memang sebenarnya berjanji ingin mengajak mereka ke sebuah wisata alam, seperti gunung, sembari menikmati udara segar dan ada taman khusus untuk anak-anak tentunya. Tapi sialnya, malah ada masalah di pagi hari yang menganggu mood Diavolo.

__ADS_1


Ah biarkan saja, setelah masalah ini, Diavolo pasti bisa pergi wisata bersama anak-anak, dan mengubah moodnya itu.


“Tasya.. Sepertinya, aku akan memintamu untuk ikut, sekalian menjaga anak-anak.” Ujar Michella mengubah suasana di dalam kamar itu, daripada membuat pelayannya takut dan memilih untuk kabur.


“Tentu saja, Nyonya.” Ujar Tasya yang tadinya terdiam merasakan suasana tidak nyaman, kini mulai tersenyum dengan senang. Dia senang bekerja dengan Michella yang mau menyayanginya bak sahabat dan teman baginya.


...


“Tapi.. Aku hanya ingin bertemu dengan putraku !!”


“Nyonya, mohon maaf sepertinya anda salah alamat.” Ujar bodyguard yang berjaga.


Jika Diavolo memerintahkan agar membawa kedua orang itu masuk, sang bodyguard sepertinya tidak mengetahui perintah itu. Dan merasa jika kedua orang yang sudah lanjut usia di depannya ini sedang mengibul. Bagaimana tidak ?? Keduanya tidak bisa membuktikan dokumen resmi, atau foto dari atasan mereka yang membuktikan jika Tuan Diavolo memiliki hubungan darah. Terlebih fisik Tuan Diavolo, sama sekali tidak mirip dengannya, sudah pasti sang penjaga tidak memperbolehkan mereka masuk dengan alasan apapun !!


“Ada ribut-ribut apa disini ?!”


Sang bodyguard menoleh, juga kedua orang itu, memandang ke arah suara yang jelas itu berasal dari Diavolo. Sosok lelaki dengan pakaian santai, tapi menggunakan celana panjang itu tampak memberikan tatapan tidak suka, rambutnya yang cukup panjang terlihat bergerak karena angin, matanya cokelat kemerahan tajam memandang ke arah siapapun yang berani mengusik kehidupannya yang tenang.


“Dia...volo... ??”


“Apa aku mengenalmu ??” Ujar Diavolo menaikkan alisnya bingung, dan heran karena perkataan dari sosok wanita yang sudah cukup umur. Tidak, Diavolo tidak amnesia atau lupa ingatan, hanya saja.. Dirinya enggan untuk menerima mereka kembali.


“Apa.. Kau benar-benar.. Tidak mau memaafkanku.. ??”


“Apakah menurutmu kau pantas dimaafkan ?? Hmm.. Biar aku tebak, tidak !” Ujar Diavolo dengan sinis, pembicaraan mereka semakin terasa menegangkan, apalagi Diavolo seakan benar-benar tidak menyukai mereka.


“Diavolo.. Putraku..” Wanita itu mengingat, meskipun fisik Diavolo lebih mirip dengan lelakinya, tetapi dia mengenali anak itu.

__ADS_1


“Bukan.. Aku bukan putramu.. Aku anak iblis, ingat ?? Bukankah sudah jelas, namaku adalah satana ?? Iblis ?? Yeah, anak iblis biadap yang tidak sengaja lahir, bukankah begitu ??” Ujar Diavolo dengan tersenyum miring, tidak ada kesedihan atau apapun itu, melainkan kepuasan di mata Diavolo saat mengatakan itu semua.


Tanpa sadar jika, Michella berada di sana mendengarkan perkataan Diavolo. Sungguh, Michella tidak menyangka kedua orang itu datang ke rumah itu, padahal Michella tidak memberikan apapun nomer atau apalah, atau menghubungi mereka, karena menurur Michella itu urusan Diavolo. Tapi.. Bagaimana mereka mengetahui posisi rumah atau alamat rumah Diavolo ??


__ADS_2