I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 10 : Ternyata Pria Bule Itu...


__ADS_3

Sadar kalau dirinya telah salah memberikan alasan, cepat-cepat Kylie memberikan pembelaan.


"Maksudnya Kylie gak sengaja nabrak mobil orang, soalnya mobil yang Kylie tabrak itu tiba-tiba berhenti mendadak. Jadi Kylie gak sepenuhnya salah, ia kan?"


"Terus reaksi orang yang mobil-nya kamu tabrak gimana? Apa dia minta ganti rugi?"


Kylie menggelengkan kepalanya.


"Mobil-nya dia gak kenapa-kenapa. Malah mobil Kylie yang penyok. Tapi semuanya udah beres kok Pa, semua-nya damai." Ucap Kylie mencoba meyakinkan keluarganya. Karena Kylie yakin, saat ini yang keluarganya khawatirkan bukan masalah tabrakan itu, tapi mereka khawatir Kylie tidak bisa menahan emosi dan membuat onar dengan orang yang mobil-nya Kylie tabrak.


Ting.. ting.. ting.


Tiba-tiba suara gelas berdenting dari atas podium.


Sontak semua mata tamu undangan menoleh kearah podium.


"Karena Tuan Muda Galtero sudah hadir, maka acara potong pita pun akan segera di mulai." Ucap pembawa acara yang mendentingkan gelas dari podium.


Ternyata sejak tadi acara potong pita ditunda sementara karena Tuan Muda Galtero belum datang.


"Mari kita sambut CEO Galtero Enterprise, Tuan Edmund Galtero dan COO Galtero Enterprise, sekaligus putra tunggal Tuan Edmund Galtero, Tuan Hanzel Galtero." Ucap pembawa acara peresmian malam itu.


Tuan Besar Galtero dan Tuan Muda Galtero pun memasuki ruang acara dan naik ke podium.


Mata Kylie membulat seketika saat melihat sosok Tuan Muda Galtero.


"Pria itu..." Lirih Kylie.


Ya, pria itu adalah pria bule yang tadi berdebat dengan Kylie di jalan tadi.

__ADS_1


"Kau kenal dengan Tuan Hanzel?" Bisik Kevin saat mendengar lirihan Kylie.


"Ah.. tidak." Jawab Kylie berbohong.


"Ternyata pria bule tak berakhlak itu anaknya Tuan Galtero! Sangat tidak cocok!" Gumam Kylie dalam hati.


*


*


*


Acara potong pita pun selesai dan di lanjut ke acara ramah ramah.


Tuan Galtero pun menyambangi satu persatu para kolega-nya dan terakhir menyambangi meja keluarga Bimantara.


"Hai Tuan Bimantara." Sapa Tuan Galtero.


"Hai Tuan Galtero, lama tidak berjumpa. Kau makin sukses saja sekarang." Balas Papa Bimantara.


"Kau juga begitu. Usaha tambang mu sudah terkenal di mancanegara." Balas Tuan Galtero.


Setelah menyapa Papa Bimantara, Tuan Galtero beralih menyapa Mama Nirmala, Kenneth, Kevin dan Kylie.


"Apa ini Kylie, Tuan Bimantara?" Tanya Tuan Galtero. Ia terpukau melihat penampilan Kylie yang sangat cantik. Padahal waktu terakhir bertemu, Kylie tidak seperti saat ini.


"Iya Tuan Galtero."


"Woah.. ternyata kau sudah menjadi gadis dewasa. Kau sangat cantik, perpaduan yang sangat sempurna antara Tuan Bimantara dan Nyonya Bimantara." Puji Tuan Galtero.

__ADS_1


Kylie tersipu malu mendapat pujian dari Tuan Galtero.


"Kau bisa saja!" Balas Papa Bimantara sambil menepuk pundak Tuan Galtero pelan.


"Tuan Galtero, apa kita bisa bicara empat mata. Ada hal yang ingin saya bicarakan serius dengan Anda." Ucap Papa Bimantara.


"Ayo, kita bicara di meja ku." Balas Tuan Galtero.


Tuan Galtero dan Papa Bimantara pun berjalan menuju meja Tuan Galtero, dimana di meja itu sedang ada Hanzel yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Hanzel, kenalkan ini Tuan Bimantara, teman Daddy yang sering Daddy ceritakan padamu." Ucap Tuan Galtero pada Hanzel saat mereka sudah sampai di meja Tuan Galtero.


Hanzel pun berdiri lalu bersalaman dengan Papa Bimantara.


"Hanzel, ada hal penting yang ingin Daddy bicarakan berdua dengan Tuan Bimantara, apa kau bisa menggantikan Daddy sebentar untuk menyapa kolega Daddy yang lain?" Ucap Tuan Galtero. Itu hanya kalimat halus agar Hanzel meninggalkan Tuan Galtero dan Papa Bimantara hanya berdua saja di meja itu.


Hanzel menganggukkan kepala, ia paham maksud kata-kata Daddy-nya.


Hanzel pun beranjak dari meja itu. Awalnya ia bingung ingin kemana, karena Hanzel tergolong orang yang introvert, namun saat melihat sosok wanita yang sudah melakukan tindak kekerasan padanya tadi di jalan sedang mengambil makanan, Hanzel pun tersenyum licik lalu berjalan mendekati wanita itu.


Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Kylie.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2