
Setelah hampir lima belas menit berada di dalam ruang ganti bersama Madam Rilla, akhirnya Kylie pun keluar dari dalam ruang ganti dengan gaun pengantin yang sudah Madam Rilla siapkan untuk Kylie dan pastinya Kylie suka.
Kylie dan Madam Rilla berjalan mendekati Hanzel yang sedang asyik memainkan ponselnya, lebih tepatnya sedang berusaha menghubungi Courtney.
Merasa ada orang yang berjalan ke arahnya, sontak Hanzel pun mengalihkan pandangannya.
Matanya membulat sempurna saat melihat Kylie yang sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantin berbelahan dada rendah dan punggung yang terbuka serta bentuk gaun yang memperlihatkan jelas lekukan tubuh Kylie yang ramping dan seksi.
Hanzel menelan salivanya kasar, matanya tak henti melihat penampilan Kylie yang sangat bercahaya dengan balutan gaun berwarna putih itu.
"Cantik." Lirih Hanzel pelan.
"Ekhem." Madam Rilla berdehem agar Hanzel tersadar dari lamunannya.
Mendengar deheman Madam Rilla, Hanzel pun tersadar dari lamunannya dan cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Bagaimana Tuan Muda? Nona Muda cantik kan?" Tanya Madam Rilla.
"Biasa saja!" Kilah Hanzel, padahal tadi ia mengatakan kalau Kylie cantik.
"Mungkin mata Anda minus Tuan Muda, makanya Anda mengatakan Nona Muda kita ini biasa saja!" Ejek Madam Rilla.
"Cih!!" Decih Hanzel.
"Mana tuxedo ku! Aku ingin segera menyelesaikan urusan hari ini!" Seru Hanzel.
PROK PROK PROK.
Madam Rilla menepuk tangan-nya untuk memanggil salah satu karyawan butiknya.
__ADS_1
"Antar Tuan Muda Hanzel ke ruang ganti dan berikan beberapa tuxedo yang sudah ku siapkan untuk Tuan Muda Hanzel." Perintah Madam Rilla pada karyawannya.
"Baik Madam."
"Silahkan ikuti saya Tuan Muda." Ucap karyawan wanita itu pada Hanzel lalu berjalan lebih dulu menuju ruang ganti khusus pria. Dan Hanzel pun berjalan mengekori karyawan wanita itu.
Setelah Hanzel pergi dari hadapan mereka, Madam Rilla pun menggiring Kylie untuk duduk di sofa yang tadi Hanzel duduki.
"Apa aku sudah bisa mengganti gaun ini Madam?"
Madam Rilla menggelengkan kepalanya.
"Tapi gaun ini berat!!"
"No! Anda belum bisa melepas gaun ini sebelum Anda dan Tuan Muda berfoto bersama sebagai tanda bukti pada Tuan Galtero kalau kalian memang telah mencoba gaun pengantin dan tuxedo yang sudah saya siapkan untuk kalian! Jadi bekerja sama lah dengan baik!" Balas Madam Rilla.
"Haish!!!" Geram Kylie.
Tak sampai sepuluh menit, Hanzel pun keluar dari dalam ruang ganti.
"Woah.. Anda gagah sekali Tuan Muda." Puji Mada Rilla, sedangkan Kylie ia sama sekali tidak terpukau dengan penampilan Hanzel. Dimatanya Hanzel terlihat biasa saja.
"Kenapa ja*lang itu tidak terpukau dengan penampilan ku! Apa baginya pria tua dengan perut buncit lebih menarik untuknya!" Gerutu Hanzel.
"Hei!! Apa bagaimana penampilan ku?!" Tanya Hanzel pada Kylie.
"Tadi Madam Rilla kan sudah bilang kau gagah!" Balas Kylie ketus.
"Aku tanya pendapat mu bukan pendapat Madam Rilla!"
__ADS_1
Kylie memutar bola matanya malas, lalu melihat penampilan Hanzel dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Biasa saja!" Ucap Kylie dengan mimik wajah malas.
"Kau!!" Geram Hanzel sambil mengangkat tangannya ke udara.
Kylie berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo Madam, cepat foto kami dan laporkan pada Tuan Galtero. Aku sudah pegal memakai gaun ini!" Ucap Kylie lalu berjalan mendekati Hanzel yang masih kesal karena Kylie tidak terpukau.
"Apa! Jangan menatap ku seperti itu! Atau ku colok mata-mu!" Ucap Kylie bengis karena tatapan tajam Hanzel lalu berdiri disamping Hanzel.
"Haish!! Bersyukurlah kau terlahir sebagai perempuan! Kalau tidak sudah ku jahit mulut mu!" Balas Hanzel.
"Diam kau! Berpose lah yang bagus, agar kita bisa lanjut ke tempat foto prewed!" Balas Kylie sambil merangkul lengan Hanzel.
"Ayo, ayo lihat sini!" Perintah Madam Rilla. Ia sudah bersiap mengambil foto Kylie dan Hanzel.
Hanzel dan Kylie pun mengarahkan pandangan mereka menuju Madam Kylie.
"Ayo senyum!" Arahan Madam Rilla.
Hanzel dan Kylie pun mengeluarkan senyum paksaan mereka.
"Satu.. dua.. tiga.. cekrek!"
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...