I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 36 : Umpan Untuk Courtney


__ADS_3

Perusahaan Tuan Galtero.


Bip.. bip.. bip.. bip.


Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Tuan Galtero.


Tuan Galtero yang sedang menandatangani berkas-berkas pun melirik sejenak ponselnya dan kembali menandatangani beberapa berkas yang tersisa.


Setelah selesai menandatangani berkas-berkas yang di bawa asistennya, barulah Tuan Galtero mengambil ponselnya.


Madam Rilla. Begitulah nama yang tertera di layar ponselnya.


Tuan Galtero pun membuka pesan yang dikirim oleh Madam Rilla.


Ternyata Madam Rilla mengirimkan foto Hanzel dan Kylie yang sedang memakai gaun dan tuxedo.


"Sangat cocok!" Gumam Tuan Galtero sambil tersenyum tipis.


Tuan Galtero pun meneruskan pesan yang Madam Rilla kirim pada Joe.


Tak sampai satu menit setelah mengirim pesan itu, Tuan Galtero pun menghubungi Joe.


Hanya sampai di nada sambung ke dua, Joe menjawab panggilannya.


"Ya Tuan." Jawab Joe.


"Sudah kau lihat pesan yang ku kirim kan?"


"Iya Tuan, sudah."


"Kau tahu kan Joe apa yang harus kau lakukan dengan foto itu?" Tanya Tuan Galtero.

__ADS_1


"Ya Tuan, saya tahu."


"Lakukan dengan benar. Pancing wanita itu untuk keluar dari persembunyiannya dan menunjukkan taringnya."


"Siap Tuan."


Panggilan pun berakhir.


Tuan Galtero meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.


"Aku sudah tidak sabar melihat Hanzel tahu seperti apa model itu sebenarnya!" Gumam Tuan Galtero.


*


*


*


Dor... Dor... Dor. Maxim menggedor pintu kamar mandi dengan sangat kencang sambil meneriaki nama Courtney.


"Babe, buka pintu-nya cepat! Ada berita yang sangat penting untuk mu!" Teriak Maxim.


Courtney yang sedang berendam di bath-up pun keluar dari dalam bath-up lalu memakai bathrobe-nya. Kemudian berjalan menuju pintu dan membuka pintu kamar mandi.


"Ada apa Babe? Kenapa kau heboh sekali!"


"Lihat ini!" Maxim menunjukkan undangan online pernikahan Hanzel dan Kylie serta foto Hanzel dan Kylie dari ponselnya.


Yang pasti itu bukan undangan online resmi, melainkan undangan online yang Joe buat untuk menjalankan perintah Tuan Galtero. Bahkan tanggal pernikahan yang tertera di undangan online palsu itu saja sudah lewat tiga hari setelah hari pernikahan Hanzel dan Kylie yang sebenarnya.


"Apa-apaan ini!!! Kenapa Hanz tidak memberitahu tentang ini!" Kaget Courtney.

__ADS_1


"Kau kan menonaktifkan ponsel mu Babe! Mungkin dia sudah mencoba menghubungi mu!" Balas Maxim.


"Sepertinya begitu! Pantas saja waktu itu dia meminta ku untuk menemui Daddy-nya. Aku yakin, pasti Hanz di jodohkan oleh Daddy-nya!"


"Jadi bagaimana? Apa kau mau berhenti balas dendam atau mau lanjut?!"


"Enak saja berhenti! Aku harus melanjutkan balas dendam ku! Aku harus menggagalkan pernikahannya!"


"Apa kau yakin akan berhasil? Aku yakin pernikahan anak manja itu akan di jaga ketat."


"Jangan panggil aku Courtney kalau aku tidak bisa menggagalkan pernikahan Hanzel! Hanzel tidak boleh menikah dengan siapa pun!" Balas Courtney dengan tatapan penuh kebencian.


"Babe, tolong siapkan tiket dan segala keperluan ku! Aku harus segera berangkat ke Indonesia." Ucap Courtney.


"Baiklah akan aku siapkan tapi sebelum kau bertolak ke Indonesia, beri aku bekal terlebih dulu." Balas Maxim sambil menarik tali bathrobe Courtney.


Courtney yang paham apa maksud Maxim pun melingkarkan lengannya di leher Maxim.


"Ambil lah bekal mu sebanyak yang kau mau Babe. Karena mungkin aku akan lama meninggalkan mu nanti." Balas Courtney berbisik di telinga Maxim.


Tanpa perlu basa-basi lebih lama lagi, Maxim pun melepas bathrobe yang Courtney pakai dan membuangnya ke sembarang arah lalu menggendong Courtney seperti anak koala dan membawa Courtney kembali ke bath up.


Mereka pun bercinta dengan penuh gairah di dalam bath up.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2