I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 41 : Panti Asuhan


__ADS_3

"Mommy Ky." Panggil Sharon. Gadis kecil yang saat ini usianya masih empat tahun. Sharon adalah anak kedua yang Kylie adopsi.


Sedangkan anak pertama yang Kylie adopsi bernama Marsha yang sekarang umurnya sudah lima tahun.


Dan anak ketiga yang Kylie adopsi bernama Trent, yang saat ini usianya masih satu tahun.


Kylie mengadopsi ketiga anak itu saat mereka masih berusia kurang lebih satu bulan.


Mendengar suara gadis kecilnya memanggilnya, sontak Kylie pun menghentikan langkah kakinya dan memutar tubuhnya.


"Ada apa sayang?" Tanya Kylie sambil berjalan mendekati Sharon.


"Mommy Ky mau pulang? Jangan pulang dulu Mommy, Sha, Kak Aca dan dedek Trent masih kangen sama Mommy." Ucap Sharon dengan wajah polos dan memohon.


Mendengar itu hati Kylie rasanya sakit sekali.


Seandainya ia punya waktu mengurus ketiga anak angkatnya itu, pasti sudah Kylie bawa pulang mereka bertiga. Sayangnya Kylie tidak punya waktu mengurus ketiga anak angkatnya itu. Ya, walaupun Mama-nya pernah menawarkan untuk membantu merawat ketiga anak angkat Kylie, tapi Kylie tidak mau karena Kylie tidak mau ketiga anak angkatnya itu hidup dengan begitu banyak aturan dalam rumah seperti dirinya dulu.


Makanya Kylie tetap menaruh ketiga anak angkatnya itu di panti asuhan agar ketiga anak angkatnya itu bisa memiliki waktu main yang banyak ketimbang harus mengikuti peraturan ini itu dari Mama Nirmala.


"Masuklah kedalam, temani mereka." Ucap Bunda Vero.


Kylie pun menganggukkan kepalanya lalu berjalan menghampiri Sharon. Kylie menggendong gadis kecil itu dan membawanya kembali kedalam kamar.

__ADS_1


Sedangkan di gerbang panti, Amanda tidak langsung membukakan pintu untuk Hanzel.


"Anda cari siapa Tuan?" Tanya Amanda.


"Apa wanita sialan itu ada disini?" Tanya Hanzel.


Amanda dan Monika saling pandang sesaat lalu kembali melihat Hanzel.


"Wanita sialan siapa? Yang jelas kalau ngomong Tuan!" Senggak Amanda.


"Kylie! Apa dia ada disini?!"


"Anda siapa-nya Kak Kylie?"


"Oh.. jadi benar dia ada disini? Cepat buka pintunya! Aku harus membawa pulang wanita bar-bar itu!"


"Siapa Man? Kok gak di buka pintunya?" Tanya Bunda Vero dari belakang mereka.


Sontak Amanda dan Monika menoleh kebelakang.


"Gak tau Bun, nyari Kak Kylie." Jawab Amanda.


"Buka pintu-nya! Biarkan dia masuk dulu." Perintah Bunda Vero.

__ADS_1


"Tapi Bun, gimana kalau orang itu mau berbuat jahat sama Kak Kylie?"


"Tidak akan. Kalian kan tahu Kakak kalian itu seperti apa. Ayo cepat buka!"


Tiiiin.. Tiiin.. Tiiin.


"Ayo cepat buka!" Teriak Hanzel sambil membunyikan klakson-nya.


"Cepat Amanda, buka pintunya!" Perintah Bunda Vero sekali lagi.


"Haish, dasar bule gak beradab!" Cibir Amanda pelan sambil membuka pintu gerbangnya.


Setelah pintu gerbang terbuka, barulah Hanzel memasukkan mobilnya ke halaman panti dan diikuti Bunda Vero dan Monika dari belakang.


Setelah memarkirkan mobilnya, Hanzel pun keluar dari dalam mobil.


Bunda Vero melihat penampilan Hanzel dari ujung rambut sampai ke ujung kaki Hanzel. Melihat penampilan pria bule di hadapannya yang memakai setelan tuxedo, Bunda Vero jadi teringat dengan penampilan Kylie waktu datang tadi yang memakai gaun pengantin.


Bunda Vero tahu kalau hari ini Kylie menikah tapi ia tidak bisa datang karena ada urusan, Bunda Vero hanya bisa melihat pernikahan Kylie dan Hanzel dari berita di televisi.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2