I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 45 : Keributan Pagi-Pagi


__ADS_3

Dikamar lain.


Setelah menelpon Kylie, Bunda Vero pun memberi laporan pada Papa Bimantara. Yah, Bunda Vero mengunci Kylie dan Hanzel atas perintah Papa Bimantara.


Tadi sewaktu Hanzel masuk ke kamar Marsha dan Sharon, Papa Bimantara menghubungi Bunda Vero. Awalnya hanya ingin memastikan apa pasangan pengantin baru itu memang ada di panti seperti informasi yang Ken berikan, namun saat hendak mengakhiri panggilannya, tiba-tiba saja ide licik terlintas dalam pikiran Papa Bimantara.


Papa Bimantara pun meminta Bunda Vero untuk mengunci pasangan tom & jerry itu.


*


*


*


Keesokan pagi-nya.


Pukul 06.00


"Eugh.." Kylie melenguh sambil meraba lengan yang ada di dada-nya.


Besar dan berbulu. Begitulah otak Kylie menangkap hasil rabaan tangan Kylie.


Eits, tunggu!! Besar? Berbulu?. Ini bukan guling, ini tangan manusia!!. Begitulah hasil pemikiran otak Kylie.


Sontak Kylie membuka matanya dan menurunkan pandangannya ke dada-nya dimana telapak tangan besar itu sedang menangkup salah satu gundukan daging milik-nya.


"Aaakh!!!!" Jerit Kylie saat sadar kalau pemilik telapak tangan besar itu adalah Hanzel.


PLAK..


BUGH..


Refleks Kylie memukul dan mendang Hanzel sampai Hanzel terjatuh dari ranjang.


BUGH.. Bunyi yang dihasilkan jatuhnya Hanzel begitu nge-bass.

__ADS_1


"Aaauw..." Ringis Hanzel sambil memegang punggungnya yang sakit.


Sedangkan Kylie, ia langsung turun dari ranjang begitu berhasil membuat Hanzel terjatuh.


"Kurang ajar kau yah!! Mengambil kesempatan dalam kesempitan!!" Bentak Kylie.


Mendengar teriakan Kylie, sontak nyawa Hanzel langsung terkumpul semua. Hanzel pun berdiri dari posisinya yang masih telentang di lantai.


"Dasar perempuan gi*la!!! Apa maksud mu mengambil kesempatan dalam kesempitan, hah!! Kau yang sudah menendang ku yang sedang tidur, malah kau yang marah-marah!!" Balas Hanzel.


"Tidak mungkin aku menendang mu tanpa alasan, pria mesum karatan!!!" Balas Kylie.


"Apa kau bilang barusan? Aku pria mesum? Karatan?! Kurang ajar sekali kau, hah!!" Balas Hanzel lalu berjalan menghampiri Kylie.


Kylie yang tidak punya rasa takut ikut menghampiri Hanzel.


Kini mereka sudah saling berhadapan dan bertolak pinggang.


"Apa?! Mau marah, hah!! Memang kau pria mesum karatan!! Tukang ambil kesempatan dalam kesempitan!" Ucap Kylie menantang.


"Dasar perempuan gi*la!!! Cepat kau minta maaf pada ku!!" Geram Hanzel.


BUGH..


Tanpa Hanzel duga, Kylie langsung meninju perut-nya.


"Aaargh..." Hanzel mengerang kesakitan sambil memegang perutnya.


BRAAK.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka.


Bunda Vero yang mendengar suara jeritan Kylie langsung berlari ke kamar Kylie, tapi Bunda Vero tidak langsung membuka pintu, ia masih menguping terlebih dahulu.


Dan saat mendengar Hanzel membentak Kylie, Bunda Vero membuka kunci kamar itu berharap dirinya tidak terlambat menyelamatkan Hanzel. Tapi sayangnya, gerakan Bunda Vero membuka kunci pintu kalah dengan gerakan tangan Kylie.

__ADS_1


Bunda Vero pun tidak bisa menyelamatkan Hanzel dari bogeman Kylie.


"Kylie!!! Kenapa kamu memukul suami mu?!" Bentak Bunda Vero sambil berjalan mendekati Hanzel yang sedang berlutut di tepi ranjang.


"Anda tidak pa-pa Tuan Muda?" Tanya Bunda Vero.


"Dia duluan Bunda yang mulai!" Balas Kylie.


Bunda Vero hanya menoleh sesaat pada Kylie.


Bunda Vero sangat tahu siapa Kylie. Kylie tidak akan mungkin memukul orang kalau bukan orang itu yang lebih dulu mencari gara-gara dengan Kylie.


"Tuan Muda, apa Anda tidak pa-pa? Maafkan Kylie, dia memang seperti itu kalau sedang emosi." Ucap Bunda Vero merasa tidak enak hati.


"Singkirkan wanita monster itu dari hadapan ku!!" Perintah Hanzel.


"Apa kau bilang?! Wanita monster!! Apa kau mau tulang hidung mu ku patahkan, hah!!" Balas Kylie geram.


"Berhenti!!!" Teriak Bunda Vero.


"Kylie, keluar dari sini!! Urus anak-anak mu!" Perintah Bunda Vero.


Kylie diam dan tak beranjak dengan tatapan tajam pada Hanzel, ia masih dalam keadaan emosi. Rasanya belum puas kalau belum mendaratkan bogem-nya sekali lagi ke wajah Hanzel. Tak peduli walau sekarang Hanzel adalah suaminya.


"Keluar Kylie!!" Perintah Bunda Vero sekali lagi.


Kylie menghela nafasnya kasar. Mau tak mau ia pun keluar dari dalam kamar itu.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2