I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 48 : Kereta Gantung


__ADS_3

"Ssh... Aduh, perut ku sakit. Aku ke toilet dulu. Kalian pergi lah naik kereta gantung, nanti aku menyusul." Ucap Hanzel beralasan sambil meringis dan memegang perutnya.


"Pintar sekali kau beralasan!!! Ayo!!" Kylie yang tahu Hanzel hanya berpura-pura langsung menarik Hanzel dan membawa Hanzel ke barisan antrian.


"Aku serius!! Perut ku sakit!!"


"Kau pikir kau bisa membohongi ku hah!! Bilang saja kalau kau takut ketinggian! Kalau kau takut bilang saja, aku tidak akan memaksa!"


"Haish!! Sudah ku bilang aku tidak takut! Kalau aku takut kenapa aku bisa naik pesawat!! Bodoh!!" Balas Hanzel.


"Bedalah!! Kalau naik pesawat kan bisa ditutup tirai jendelanya jadi kau tidak melihat ketinggian! Kalau kereta gantung kan tidak ada tirai-nya, jadi kau bisa melihat pemandangan dari ketinggian."


"Ya sudah, ya sudah! aku akan naik kereta gantung, puas kau!" Balas Hanzel terpaksa.


Setelah lima belas menit mengantri, akhirnya mereka sudah berada di dalam kereta gantung.


Hanzel, Kylie dan Trent berada dalam kereta gantung yang sama, sedangkan Marsha dan Sharon berada di kereta gantung yang lain bersama Monika dan sisa-nya terbagi lagi di dua kereta gantung yang lain.


Begitu masuk di dalam kereta gantung, Hanzel langsung memakai kaca mata hitamnya, niatnya ia ingin memejamkan matanya selama kereta gantung berjalan.


"Kenapa memakai kacamata? Takut yah?!" Ledek Kylie.


"Siapa yang takut! Aku hanya silau!"


"Alasan!!"

__ADS_1


Hanzel tak menjawab. Daripada berdebat dengan Kylie, lebih baik ia berdoa agar dirinya tidak sampai kencing di celana.


Hanzel pun mulai memejamkan matanya.


Tak lama kereta gantung pun berjalan dengan perlahan.


Merasakan pergerakan kereta gantung, jantung Hanzel makin berdegup kencang, tubuhnya juga sudah mulai gemetaran, ia menautkan kedua tangannya dengan sangat kencang sangking takutnya.


Kylie yang duduk di depan Hanzel melihat dengan jelas ketakutan Hanzel itu meski Hanzel berpura-pura tetap tenang.


Kylie pun pindah duduk kesamping Hanzel.


"Kau tidak pa-pa?" Tanya Kylie sambil memegang tautan tangan Hanzel. Tangan Hanzel begitu dingin saat Kylie memegangnya.


"Haish!! Kau pikir aku kenapa!!" Balas Hanzel sambil menghempaskan tangan Kylie.


"Sudah ku bilang tidak! Jangan berisik dan nikmati saja pemandangan-nya!"


Kylie pun diam lalu mengajak Trent berbicara sambil menunjuk-nunjuk pemandangan yang ada di luar kereta gantung.


Tak lama kemudian, Kylie merasakan Hanzel menggoyang-goyangkan kakinya. Awalnya Kylie tidak peduli dan hanya melirik kaki Hanzel yang sedang bergoyang.


Tapi lama kelamaan goyangan kaki Hanzel sangat mengganggu dirinya karena semakin lama goyangan kaki itu semakin kencang.


"Kau tidak pa-pa?" Tanya Kylie khawatir. Apalagi saat ini wajah dan tangan Hanzel sudah di basahi dengan keringat dingin.

__ADS_1


Hanzel tidak menjawab, ia makin mengeraskan rahangnya menahan rasa takut. Padahal mata Hanzel tertutup dan ia sama sekali tidak melihat pemandangan di luar kereta gantung, tapi karena mendengar Kylie berbicara dengan Trent memberitahu Trent pemandangan di luar kereta gantung, otomatis otak Hanzel jadi ikut membayangkan pemandangan di luar kereta gantung.


Dalam bayangan Hanzel, bukan pemandangan yang indah. Otaknya malah membayangkan dirinya sedang berada di atas tebing yang sangat tinggi dengan jurang yang sangat dalam di bawahnya.


"Kau tidak pa-pa Han?" Tanya Kylie sekali lagi. Tapi Hanzel masih diam.


Dan itu membuat Kylie semakin khawatir. Kylie pun membuka kacamata Hanzel.


"Hanz, buka mata mu!" Perintah Kylie.


Hanzel menjawab dengan menggelengkan kepalanya. Ia sudah tak sanggup berkata-kata.


"Buka mata mu!" Bentak Kylie.


Sontak Hanzel pun membuka matanya perlahan dan langsung memeluk tubuh Kylie.


"Kylie, aku takut, ini sangat menyeramkan. Aku ingin keluar dari sini." Ucap Hanzel dengan suara bergetar.


"Tenang oke. Sebentar lagi kita akan keluar dari sini." Balas Kylie sambil mengelus punggung Hanzel mencoba menenangkan Hanzel.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2