I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 51 : Perjanjian


__ADS_3

"Lalu Trent?" Tanya Hanzel makin penasaran dengan kisah anak-anak Kylie.


"Kalau Trent, ia ditemukan Bunda Vero di depan pintu panti. Saat itu Trent dimasukkan dalam kardus dan hanya dibungkus dengan selembar kain lampin. Padahal malam itu, sedang hujan deras. Saat ditemukan, tubuh Trent sudah membiru dan suara tangisnya juga sangat lemah. Bunda Vero langsung membawa Trent kerumah sakit, Trent pun harus dirawat intensive selama sepuluh hari waktu itu." Air mata Kylie menggenang kala mengingat tubuh rapuh Trent yang ditusuk jarum infus dan selang oksigen yang membantu pernapasannya.


"Kenapa ada orangtua yang tega seperti itu! Terkutuk orangtua yang seperti itu!" Geram Hanzel.


"Jadi kau yang membiayai semua kebutuhan mereka bertiga atau keluarga mu?"


"Aku lah!! Kalau keluarga ku yang membiayai ketiga anak-anak ku, untuk apa aku bekerja keras!! Aku yang memilih mengadopsi mereka, jadi aku juga yang harus bertanggung jawab menghidupi mereka dengan hasil keringat ku!"


"Jadi mereka bertiga alasan mu nge-DJ?"


"Mmmm."


"Lalu kenapa kau tidak membawa mereka bersama mu? Kenapa kau membiarkan mereka di panti?"


"Karena aku tidak punya waktu mengurus mereka. Untuk apa aku membawa mereka bersama ku kalau hanya untuk aku terlantarkan!"


"Kan bisa saja Mama-mu yang mengurus mereka."


"Tidak! Aku tidak mau Mama-ku yang mengurus mereka, aku tidak mau mereka tertekan dengan aturan-aturan keluarga ku! Aku berjanji pada mereka suatu saat aku akan membawa mereka bersama ku disaat aku sudah selesai kuliah dan memegang salah satu perusahaan Papa-ku."


"Bagaimana kalau sekarang saja kau bawa mereka bersama mu?"


"Maksud mu?"

__ADS_1


"Maksud ku, biar aku yang membiayai mereka sekarang. Kau fokus saja dengan kuliah mu agar cepat selesai dan memegang salah satu perusahaan Papa-mu."


"Kau serius?" Tanya Kylie sambil memicingkan matanya.


"Aku serius. Tapi dengan satu syarat."


"Cih!! Aku tahu apa syarat yang ingin kau ajukan padaku!" Decih Kylie. Tanpa Hanzel sebutkan Kylie sudah tahu apa syarat yang ingin Hanzel ajukan. Apalagi kalau meminta Kylie berhenti nge-DJ.


"Terserah padamu! Kalau kau tidak mau menerima syarat dari ku. Aku hanya ingin kau fokus dengan kuliah mu dan fokus memberi perhatian pada mereka. Serta..."


"Serta untuk menjaga nama baik keluarga mu!" Potong Kylie.


"Ya, begitulah. Apa kata rekan bisnis Daddy ku kalau sampai tahu menantunya seorang DJ!


"Daddy mu saja tidak keberatan!"


"Lagi pula, aku meminta mu nge-DJ hanya sementara."


"Maksudnya?"


"Kau tahu kan aku sudah punya kekasih, aku mau kau segera menyelesaikan kuliah mu, agar cepat memegang salah satu perusahaan Papa-mu. Setelah itu baru kita bercerai dan selama kau menjadi istri ku, aku akan memenuhi kebutuhan mu dan ketiga anak-anak mu. Tapi kau juga harus berhenti nge-DJ. Setelah kita bercerai nanti, terserah mu kalau kau ingin kembali nge-DJ."


Mata Kylie membulat sempurna mendengar ucapan Hanzel.


"Woaaah.. aku sungguh terkesan dengan dengan otak bisnis mu itu!" Cibir Kylie.

__ADS_1


"Bagaimana kau setuju tidak? Bukankah kita sama-sama untung?"


Kylie mengernyitkan keningnya menimbang-nimbang keputusan apa yang harus ia ambil.


"Baik aku setuju. Tapi aku mau kau memberikan ku black card mu dan satu rumah serta satu mobil beserta supirnya untuk mengantar jemput anak-anak ku sekolah." Nego Kylie.


"Hanya itu?" Tanya Hanzel dengan ekspresi remeh.


"Aku juga ingin kau memasukkan Marsha dan Sharon ke sekolah internasional serta menyediakan satu baby sitter untuk satu anak."


"Hanya itu?" Sekali lagi Hanzel bertanya remeh.


"Mm." Jawab Kylie sambil menganggukkan kepalanya.


"Baik aku akan menyediakan semua yang kau butuhkan. Tapi ingat kau harus segera menyelesaikan kuliah mu!" Kata Hanzel.


"Deal?" Hanzel mengulurkan tangannya.


"Deal." Kylie menyambut tangan Hanzel. Mereka pun berjabat tangan untuk beberapa detik


"Kalau begitu besok aku akan membuat surat perjanjiannya. Kau pilih-pilih saja rumah dan mobil yang kau inginkan. Sisa-nya biar aku yang urus. Agar cepat anak-anak mu ikut bersama mu." Ucap Hanzel lagi.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2