I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 15 : Mencari Aib Kylie


__ADS_3

Mendapat tatapan tajam dari dua kubu jelas membuat Kylie sedikit tertekan. Ingin rasanya ia menggebrak meja dan memaki semua orang yang ada diruangan itu. Tapi ia langsung teringat akan pesan Papa-nya..


Kalau kau mempermalukan Papa di acara nanti malam, jangan harap kau melihat Papa lagi di dunia ini!!


Begitulah ancaman yang Papa Bimantara berikan pada Kylie dan itu selalu terngiang-ngiang di telinga Kylie dan karena itu juga, Kylie jadi bersikap manis sejak tadi.


"Kylie, cepat beri jawaban mu!" Kata Papa Bimantara dengan suara lembut tapi dengan sorot mata yang tajam.


Kylie menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar.


"Saya terima Tuan. Apapun keputusan kalian para orangtua, saya akan menyetujuinya." Jawab Kylie terpaksa.


Papa Bimantara dan Tuan Galtero pun tersenyum mendengar jawaban Kylie.


Mama Nirmala, Kenneth dan Kevin pun ikut bernafas lega karena Kylie tidak membuat kekacauan malam ini.


Tapi tidak dengan Hanzel, ia makin menatap tajam Kylie dengan gigi yang menggertak dan tangan yang ada di bawah meja ia kepalkan.


"Dasar breng*sek!!!" Geram Hanzel.


Acara pun berlanjut dengan bertukar cincin. Cincin yang sudah Tuan Galtero siapkan untuk Hanzel dan Kylie.


"Dad, Paman, izinkan aku bicara empat mata dengan Kylie." Kata Hanzel setelah dirinya dan Kylie selesai bertukar cincin.


"Oh silahkan." Jawab Papa Bimantara.

__ADS_1


"Ayo." Ajak Hanzel.


"Kylie ikuti tunangan mu!" Perintah Papa Bimantara karena Kylie tak kunjung mengikuti Hanzel yang sudah sampai di pintu.


Mau tak mau Kylie pun bergerak dari tempatnya dan mengikuti Hanzel dari belakang.


Setelah mereka berada di luar ruangan, Hanzel langsung menarik tangan Kylie dan membawa Kylie ketempat yang sepi.


"Lepas!! Lepas ku bilang!" Bentak Kylie sambil berusaha melepaskan tangannya dari tangan Hanzel.


Hanzel tak menghiraukan Kylie dan terus menarik tangan Kylie dan saat mereka sudah berada ditempat sepi, barulah Hanzel melepas tangan Kylie.


"Apa maksud mu menerima perjodohan ini, hah!"


"Aku tidak bisa bersuara karena aku tidak ingin mengecewakan Daddy ku!"


"Lalu kau pikir aku mau mengecewakan Papa ku, hah! Kau enak hanya Tuan Galtero yang mengintimidasi mu, sedangkan aku, empat orang yang mengintimidasi ku!" Balas Kylie.


"Aaargh...!!!" Teriak Hanzel sambil menendang dinding yang ada di belakang Kylie.


"Ku beritahu kau dari sekarang, aku sudah memiliki kekasih, jadi jangan berharap lebih dengan hubungan ini!" Kata Hanzel.


"Cih!! Yang berharap lebih siapa!" Decih Kylie tak suka.


"Begini saja, kita ikuti saja apa maunya orangtua kita."

__ADS_1


"Ikuti bagaimana? Jadi kau mau kita sampai menikah begitu?!"


"Ya mau bagaimana lagi! Kecuali kau punya cara lain untuk menggagalkan pernikahan kita!" Balas Kylie.


"Kau bilang kan kau punya kekasih, bagaimana kalau kau bilang kekasih mu sedang hamil anak mu, aku yakin pasti Tuan Galtero akan membatalkan perjodohan ini dan menikahkan kau dengan kekasih mu!" Ucap Kylie memberi saran.


"Idenya bagus juga, tapi aku tidak bisa memakai idenya, aku harus memikirkan Courtney juga." Gumam Hanzel dalam hati.


"Kenapa kau diam? Kau setuju tidak dengan ide ku?!" Tanya Kylie.


"Tidak! Dengan mengatakan itu pada Daddy ku, itu sama saja membuat kekasihku terlihat sangat rendahan di mata Daddy ku!"


"Ya sudah kalau tidak mau! Kau pikir saja sendiri cara menggagalkan perjodohan ini!" Balas Kylie. Kylie pun meninggalkan Hanzel sendiri ditempat itu.


"Daripada aku merendahkan Courtney, lebih baik aku mencari kejelekan mu dan memberitahu pada Daddy ku!" Monolog Hanzel sambil tersenyum licik.


Kejelekan apa yang kau harapkan dari diri Kylie, Hanzel? Jangan karena penampilan Kylie yang selalu terbuka, kau berpikir kalau Kylie adalah wanita murahan!


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2