
"Kau jahat Hanz, kau jahat!!! Kau mengkhianati ku!!" Teriak Courtney sambil memukul-mukul dada Hanzel.
Courtney pun mulai memainkan perannya sebagai tokoh wanita yang tersakiti dan terkhianati.
"Bukan begitu Honey. Dengarkan penjelasan ku dulu!!" Balas Hanzel tak kalah berteriak sambil menahan tangan Courtney yang sedang memukuli dada-nya.
"Lalu apa? Kenapa kau menikah dengan wanita lain? Apa menunggu ku terlalu sulit bagi mu?" Tanya Courtney sambil terisak.
"Bukan begitu Honey." Balas Hanzel sambil menangkup wajah Courtney.
"Aku terpaksa menikah dengan Kylie karena perjodohan dari Daddy-ku. Waktu itu aku sudah mencoba menghubungi mu untuk memberitahu mu, tapi ponsel mu tidak aktif." Kata Hanzel lagi.
"Jadi sekarang kau menyalahkan ku?"
"Tidak Honey, aku sama sekali tidak menyalahkan mu. Aku yang salah, karena aku terlalu lemah untuk menentang keinginan Daddy-ku. Tapi percayalah pernikahan ini hanya sementara. Aku dan Kylie sudah saling sepakat untuk mengakhiri pernikahan ini sampai Kylie selesai kuliah."
"Benarkah? Berapa lama?"
"Mmm.. sekitar dua tahun mungkin."
"Apa? Dua tahun!!! Jadi maksud mu, aku harus menunggu mu selama itu? Aku tidak mau! Aku tidak mau berbagi diri mu dengan wanita lain!! Bagaimana kalau kau jatuh cinta padanya? Lalu aku harus bagaimana?"
"Tidak akan Honey! Percayalah, aku sangat mencintai mu. Lagipula Kylie bukanlah tipe wanita idaman ku, dia terlalu bar-bar dan yang paling membuat ku tidak menyukainya, dia adalah wanita yang suka keluar masuk klub malam, dia seorang DJ."
"Apa kau yakin?"
__ADS_1
"Aku sangat yakin Honey. Hanya kau yang bertahta dalam hati ku." Balas Hanzel sambil memeluk Courtney.
Perlahan Courtney melepaskan pelukan Hanzel lalu menangkup wajah Hanzel dengan kedua tangannya.
"Aku takut kehilangan mu Honey. Berjanjilah untuk tidak jatuh cinta padanya dan akan selalu mencintai ku." Ucap Courtney.
"Aku berjanji Honey." Balas Hanzel.
Courtney pun mendaratkan bibirnya di bibir Hanzel, mengu*lum lembut bibir Hanzel untuk membuat Hanzel terbuai.
Dan sesuai prediksi Courtney, Hanzel pun membalas ciuman Courtney.
Tapi itu tidak berlangsung lama, saat lidah Courtney hendak mengajak lidah Hanzel saling membelit, tiba-tiba saja Hanzel teringat akan ciumannya dengan Kylie saat di kereta gantung tadi.
Spontan Hanzel melepaskan ciuman itu secara sepihak dan menjauhkan tubuh Courtney.
"Maaf Honey, aku harus segera pergi. Aku ingin mencari Daddy ku." Ucap Hanzel memberi alasan.
"Daddy mu? Memangnya Daddy mu kemana?"
"Entahlah, dia tidak memberi tahu kemana dia akan pergi, ponselnya serta ponsel pengawal pribadinya tidak ada yang bisa di hubungi." Jawab Hanzel.
"Sekali lagi aku minta maaf. Aku harus pergi. Kau tidak pa-pa kan kalau aku tinggal sendiri disini?"
"Itu bukan alasan mu saja kan untuk lari dari ku?" Tanya Courtney dengan tatapan curiga.
__ADS_1
"Kenapa pikiran mu jadi jelek sekali pada ku sih Honey? Aku berani sumpah Honey kalau aku ingin mencari Daddy ku. Nanti kalau aku sudah tahu keberadaan Daddy ku, aku janji akan langsung menemui mu lagi disini." Jawab Hanzel.
"Ya sudah, pergilah. Tapi awas saja kalau kau sampai membohongi ku, aku tidak mau lagi melihat mu!"
"Iya Honey, percayalah padaku. Kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Hanzel.
Tak ingin membiarkan kekasihnya mengeluarkan uang pribadinya, Hanzel pun mengeluarkan kartu hitam dari dalam dompetnya.
"Pakailah kartu ini kalau kau ingin membeli sesuatu." Ucap Hanzel sambil menyodorkan kartu hitam itu pada Courtney.
"Aku tidak butuh itu Honey, yang aku butuh hanya kau." Tolak Courtney.
"Ayolah Honey, anggap saja kartu ini sebagai pengganti ku sementara." Mohon Hanzel.
Mau tak mau Courtney pun mengambil kartu hitam itu dari tangan Hanzel.
"Aku pergi dulu yah. Muah." Pamit Hanzel sekali lagi sambil mencium kening Courtney lalu keluar dari dalam kamar hotel itu.
"Ini tidak benar!!! Aku bisa merasakan sesuatu yang tidak beres dalam diri mu Hanzel!! Kau tidak boleh menyukai wanita lain! Kau hanya boleh mencintai ku, agar aku bisa membalaskan dendam Cleora!!" Geram Courtney sambil mencengkram kartu hitam yang Hanzel berikan padanya tadi.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...