
Pria bule itu mengangkat sudut bibir dan mengangkat sebelah alisnya sambil berjalan mendekati Kylie.
"Apa begini cara ja*lang di negara ini menggoda pria?" Bisik pria bule itu ditelinga Kylie.
Jelas saja mendengar itu darah emosi Kylie mendidih.
Kylie menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya kasar. Lalu ia mengeluarkan senyum licik-nya. Ingat, jika Kylie sudah mengeluarkan senyum liciknya itu berarti tanda bahaya.
Kylie menyibakkan rambutnya sebelah hingga memperlihatkan leher jenjang Kylie pada pria bule itu dengan tatapan menggoda dan bibir bawah yang ia gigit, Kylie makin mengikis jarak antara dirinya dengan pria bule itu.
"Apa kau mau aku beritahu bagaimana cara ja*lang disini menggoda pria?" Bisik Kylie.
Pria bule itu hanya tersenyum mengejek, ia semakin memandang rendah Kylie.
"Begini cara-nya Tuan."
BUGH..
Tanpa pria bule itu sangka-sangka, Kylie meninju perut pria bule itu.
Mendapat serangan mendadak dari Kylie sontak pria bule itu pun membungkuk sambil memegang perutnya.
BUGH..
Tak puas meninju perut pria bule itu, Kylie menendang tulang kering pria itu sampai pria bule itu berlutut.
"Jangan kau pikir penampilan ku seperti ini lalu kau menganggap ku ja*lang yah!! Memangnya kau pernah melihat aku tidur dengan Ayah mu, hah!!" Bentak Kylie.
"Breng*sek!!!" Umpat Kylie lalu masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
Kylie sudah tidak memperdulikan lagi biaya ganti rugi moncong mobil kesayangannya yang penyok. Kylie pun melajukan mobilnya dan meninggalkan pria bule yang sedang kesakitan itu sendirian.
"Bi*tch!!!!!!" Teriak pria bule itu setelah Kylie pergi.
"Shiiit!! Sakit sekali tinju-nya! Awas saja kau, akan ku cari kau sampai dapat, akan ku balaskan dendam ku!!" Geram pria bule itu.
*
*
*
Galtero Town Square Jakarta.
Pukul 20.00
Dengan langkah yang terburu-buru sambil menghubungi Mama-nya ia berjalan memasuki tempat acara. Dan untungnya acara belum sampai pada pemotongan pita.
"Ky..." Panggil Mama Nirmala saat melihat Kylie.
Sontak Kylie pun menoleh kearah sumber suara.
Melihat Mama Nirmala yang memanggilnya, Kylie pun mengakhiri panggilannya lalu memasukkan lagi ponsel-nya kedalam tas jinjing-nya.
Kylie pun berjalan menghampiri Mama-nya, begitu pun dengan Mama Nirmala yang berjalan menghampiri Kylie.
Ingin sekali Mama Nirmala menjitak atau menjewer telinga anak gadis semata wayangnya itu, tapi itu tidak ia lakukan karena mereka sedang di tempat umum dan situasi juga sangat ramai.
"Darimana saja kamu, hah?! Kenapa jam segini baru datang! Kan Mama-" belum selesai Mama Nirmala mengomel, Kylie sudah meletakkan jari telunjuknya di bibir Mama Nirmala.
__ADS_1
"Ssst... Nge-rap'nya lanjutin nanti aja! Kylie haus!" Ucap Kylie.
"Haish, anak ini!! Ayo" Geram Mama Nirmala lalu berjalan terlebih dulu menuju tempat duduk dimana Papa Bimantara dan kedua Kakak laki-laki Kylie berada.
"Kenapa baru datang kamu?" Tanya Papa Bimantara saat melihat Kylie.
"Ada sedikit masalah tadi di jalan Pa." Jawab Kylie sambil mendaratkan bokongnya.
"Ini." Mama Kylie menyodorkan air mineral yang sudah ia buka tutupnya pada Kylie.
"Makasih Ma." Balas Kylie manis sambil mengambil botol air mineral itu dari tangan Mama Nirmala.
"Masalah apa?" Tanya Papa Bimantara.
Glek.. glek.. glek. Kylie menenggak terlebih dulu air mineral-nya.
"Ah..." Des*ah Kylie lega, karena setelah ia memaki pria bule tadi, tenggorokannya terasa sangat kering. Dan itu harus Kylie tahan karena di mobilnya tidak ada stok air mineral.
"Kylie nabrak mobil orang." Jawab Kylie dengan santainya setelah ia mendes*ah lega.
Sontak mata Papa Bimantara, Mama Nirmala, Kenneth dan Kev memandang tajam Kylie.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1