
Mendengar cerita Kylie itu jelas saja Papa Bimantara juga geram, tapi ia mencoba menahan emosinya pada Emely.
"Kalau memang kau bukan ja*lang, kenapa kau harus marah dan memukul Emy sampai seperti ini, hah!!" Bentak Mama Emely.
"Lagian benar kan yang dikatakan Emely, masa putri konglomerat bekerja sebagai DJ! Memangnya orangtua mu tidak memberikan kau uang, hah!!" Kata Mama Emely lagi.
Mendengar kata-kata Mama Emely, Mama Nirmala pun mengeluarkan tanduk dan taringnya. Mama Nirmala berdiri dari duduknya lalu mengambil vas bunga yang terbuat dari kaca yang ada di meja di hadapannya lalu memecahkan vas bunga itu.
Mama Nirmala pun menyodorkan bagian yang runcing tepat di depan wajah Mama Emely.
Melihat itu, sontak para dosen dan rektor pun mengangkat bokong mereka dan bersiap untuk menghentikan aksi Mama Nirmala, namun ketiga bodyguard langsung bergerak dan menahan rektor dan para dosen.
"Apa kau bilang tadi, hah!! Kau juga mengatai anak ku ja*lang?! Kau cari mati, hah!!" Geram Mama Nirmala dengan bagian runcing vas bunga yang ia arahkan ke mata Mama Emely.
"Apa hidung mu mau aku patahkan juga!!" Kata Mama Nirmala lagi.
Mama Emely diam seribu bahasa, mulutnya yang tadi ia pakai untuk menghina Kylie jadi keram seketika. Bahkan untuk bernafas pun Mama Emely tak berani.
"Nyonya, maafkan istri saya Nyonya. Mungkin dia tidak bermaksud mengatakan itu." Ucap Papa Emely. Ia juga sudah ketakutan.
"Sekali lagi ku dengar kau mengeluarkan kata-kata yang menghina anak ku, ku robek mulut mu pakai ini!!" Ancam Mama Nirmala.
Setelah mengatakan itu, Mama Nirmala membuang vas bunga kesembarang arah lalu menarik tangan Kylie dan membawa Kylie keluar dari ruang dosen menuju parkiran.
Sementara di dalam ruangan dosen, Papa Emely berulangkali meminta maaf pada Papa Bimantara atas perkataan yang tidak menyenangkan putri dan istrinya.
__ADS_1
"Kenneth, urus mereka semua!" Perintah Papa Bimantara lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Saya rasa masalahnya sudah jelas Pak, kenapa Kylie sampai memukul temannya. Untuk urusan selanjutnya, silahkan kalian bicarakan dengan kedua anak saya ini." Kata Papa Bimantara pada rektor dan juga orangtua Emely sebelum keluar dari ruang dosen menyusul Mama Nirmala dan Kylie.
*
*
*
Di dalam mobil orangtua Kylie.
Sesampainya di dalam mobil, Mama Nirmala langsung menjewer telinga Kylie.
"Aaakh.... Ma, sakit!! Sakit Ma!!" Teriak Kylie kesakitan.
"Harusnya kau juga merobek mulut anak manja itu! Biar tak bisa lagi bicara sembarangan tentang mu!" Kata Mama Nirmala lagi lalu melepaskan tangannya dari telinga Kylie.
"Mama-nya juga tadi benar-benar membuat Mama emosi!! Bisa-bisanya dia mengatai mu di depan Mama dan Papa!" Geram Mama Nirmala dengan nafas yang masih memburu.
"Daripada Mama emosi dengan Emely dan Mama-nya, lebih baik simpan emosi Mama untuk orang yang sudah menyebar opini buruk tentang Kylie di papan pengumuman tadi." Balas Kylie sambil mengusap telinganya yang sakit.
"Iya juga yah, kan pemicu masalah ini berawal dari papan pengumuman." Gumam Mama Nirmala.
"Apa jangan-jangan si Emely itu juga yang menempel foto-foto itu?" Ucap Mama Nirmala curiga.
__ADS_1
Tiba-tiba saja pintu mobil terbuka, dengan emosi yang memburu juga, Papa Bimantara masuk ke dalam mobil.
"Bagaimana Pa, apa mereka masih bicara macam-macam setelah Mama keluar?!" Tanya Mama Nirmala.
Papa Bimantara menggeleng.
"Ky, sudah kau cari tahu siapa yang menempel foto-foto itu?" Tanya Papa Bimantara.
"Sudah Pa, Kylie sudah menyuruh bodyguard Kylie untuk mencari tahu."
Papa Bimantara pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi tim pengacara untuk segera datang ke kampus Kylie dan mengurus masalah ini.
"Pa, bagaimana kalau sampai Tuan Galtero tahu kalau Kylie seorang DJ? Identitas Kylie sudah terbongkar, pastinya berita tentang Kylie akan ramai di media." Tanya Mama Nirmala.
"Kalau itu serahkan saja pada Kenneth dan Kevin. Kau cukup mengurus Kylie." Jawab Papa Bimantara.
"Dan kau Kylie, jangan nge-DJ atau ke kampus dulu sebelum masalah ini selesai! Kau Papa pingit di rumah!" Ucap Papa Bimantara tegas.
Kalau sudah begini, Kylie tidak bisa membantah lagi. Terpaksa ia harus rela di pingit sampai masalah selesai tapi di lubuk hatinya yang paling dalam ia juga berharap Tuan Galtero membatalkan perjodohannya dengan Hanzel setelah Tuan Galtero tahu kalau dirinya seorang DJ.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...