
PT. Bimantara Mining.
Pukul 09.00.
Sudah hampir setengah jam Tuan Galtero menunggu kedatangan Papa Bimantara di kantor Papa Bimantara.
Tidak seperti biasanya Tuan Galtero mau menunggu lama seperti saat ini, kalau bukan karena Papa Bimantara adalah calon besan dan demi pembicaraan penting tentang pernikahan Hanzel dan Kylie, sudah dari tadi Tuan Galtero meninggalkan perusahaan Papa Bimantara.
Lima menit kemudian.
Ceklek. Pintu ruang kerja Papa Bimantara yang sekarang di pakai Kenneth itu terbuka.
Melihat pintu terbuka dan ternyata Papa Bimantara yang membuka pintu Tuan Galtero pun berdiri dari tempat duduknya.
"Maaf Tuan Galtero telah membuat Anda lama menunggu." Ucap Papa Bimantara sambil berjalan mendekati Tuan Galtero.
Mereka pun bersalaman.
"Jangan di pikirkan, aku saja yang terlalu cepat datang." Jawab Tuan Galtero.
Setelah Papa Bimantara bersalaman dengan Tuan Galtero, gantian Kenneth yang sejak tadi mengekori Papa Bimantara, bersalaman dengan Tuan Galtero.
Mereka bertiga pun duduk, Kenneth duduk di sofa panjang yang berhadapan dengan Tuan Galtero sedangkan Papa Bimantara duduk di single sofa.
__ADS_1
"Tuan Muda Hanzel mana Tuan Galtero? Kenapa dia tidak ikut?" Tanya Papa Bimantara.
"Jangan memanggil Hanz, Tuan Muda, Tuan Bimantara, sebentar lagi dia akan menjadi menantu mu. Panggil saja Hanz." Balas Tuan Galtero.
"Dia tidak ikut karena saya tidak memberitahu dia kalau saya ingin bertemu dengan Anda di sini." Kata Tuan Galtero lagi.
"Ada apa yah? Sepertinya hal yang ingin Anda bicarakan ini sangat serius. Apa ini ada kaitannya dengan Hanzel?" Tanya Papa Bimantara hati-hati.
Tuan Galtero menganggukkan kepalanya.
"Jadi begini...." Tuan Galtero pun menceritakan tentang Courtney dan dugaan niat terselubung Courtney pada Papa Bimantara dan juga didengar Kenneth.
"Bagaimana, apa Anda setuju Tuan Bimantara kalau kita mempercepat pernikahan anak-anak kita?" Tanya Tuan Galtero setelah selesai bercerita.
Melihat anggukkan Kenneth, Papa Bimantara pun menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui usul Tuan Galtero. Toh, itu juga harapan Papa Bimantara.
"Terimakasih Tuan Bimantara. Anda tidak perlu mengurus apa-apa, biar orang-orang saya yang akan mempersiapkan semuanya, Anda hanya perlu menjaga Kylie dan meyakinkan Kylie." Ucap Tuan Galtero.
Papa Bimantara diam sejenak. Ia berpikir, rasanya tidak adil sekali kalau hanya Tuan Galtero saja yang jujur tentang hubungan Hanzel dan Courtney. Papa Bimantara pun memutuskan juga harus memberitahu Tuan Galtero tentang profesi Kylie sebelum Tuan Galtero tahu dari orang lain.
"Tuan Galtero, ada hal penting juga yang ingin saya sampaikan pada Anda. Ini terkait Kylie." Ucap Papa Bimantara.
"Saya tahu apa yang ingin Anda bicarakan Tuan Bimantara, pasti Anda ingin memberitahu saya tentang profesi Kylie yang seorang DJ kan?" Balas Tuan Galtero.
__ADS_1
"Anda tahu?"
"Tidak ada yang saya tidak tahu tentang Kylie, Tuan Bimantara. Tidak mungkin saya sangat menggebu menjodohkan Hanzel dengan Kylie kalau saya tidak mencari tahu terlebih dulu tentang Kylie."
"Anda tidak masalah dengan itu?"
Tuan Galtero tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Papa Bimantara.
"Apa yang harus di permasalahkan? Tidak semua orang bisa memainkan alat musik DJ. Mungkin bisa, kalau di pelajari, tapi itu belum tentu membuat irama yang pas dan enak di dengar." Balas Tuan Galtero.
"Tapi masalahnya Tuan Galtero, stigma tentang orang-orang yang bekerja di dunia hiburan di negara ini sangat negatif, apa Anda tidak masalah kalau nanti ada media yang mengangkat masalah ini?"
"Tenang saja. Siapa yang berani berbicara buruk tentang menantu ku, mereka akan langsung berhadapan dengan ku." Jawab Tuan Galtero.
"Jadi saya harap Anda dan keluarga Anda juga pasang badan untuk Kylie dan selalu mendukung apa yang menjadi passion Kylie bukan malah ikut menjudge. Apalagi kita adalah keluarganya, jika keluarga saja merendahkan Kylie, sudah pasti orang lain juga merendahkan Kylie." Kata Tuan Galtero lagi.
Papa Bimantara dan Kenneth seperti tertampar mendengar kata-kata Tuan Galtero. Mereka merasa malu karena sebagai keluarga bukannya selalu mensupport Kylie, mereka malah sibuk menyembunyikan identitas Kylie karena takut nama keluarga mereka tercemar.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...