I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 19 : Courtney


__ADS_3

"Siapa itu Babe?" Tanya Hanzel.


"Ah.. itu Maxim, manajer ku." Jawab Courtney gugup.


"Ya sudah, nanti aku hubungi lagi. Aku mencintai mu Hanz." Tanpa menunggu jawaban Hanzel, Courtney langsung menutup teleponnya.


Hanzel mengernyitkan keningnya.


"Bukankah manajer Courtney itu Kimberly? Kenapa sekarang jadi Maxim? Apa Courtney mengganti manajernya?" Monolog Hanzel bertanya-tanya.


"Ah... Iya, aku baru ingat! Waktu itu kan Courtney pernah bilang kalau Kimberly ingin cuti. Mungkin saja Maxim adalah pengganti Kimberly sementara." Monolognya lagi.


Tidak ada rasa curiga sama sekali dalam diri Hanzel pada Courtney, ia sangat mempercayai kekasihnya itu.


Sangking percayanya pada Courtney, Hanzel sampai tidak pernah mengirim orang untuk memantau Courtney.


*


*


*


Las Vegas.


"I'm coming Courtney." Teriak Maxim saat dirinya keluar dari dalam kamar mandi.


Mendengar suara Maxim, cepat-cepat Courtney mengakhiri panggilannya dengan Hanzel.


"Kau menelpon siapa?" Tanya Maxim sambil berjalan mendekati Courtney yang sedang berdiri di balkon penthouse apartemen milik Maxim.

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa Honey." Jawab Courtney.


"Jangan bohong! Sini ponsel mu!" Maxim langsung menarik paksa ponsel yang ada ditangan Courtney lalu mengecek panggilan terakhir Courtney.


"Kau masih berhubungan dengan bocah manja itu, hah?!" Tanya Maxim saat melihat nama Hanzel.


"Terpaksa Honey, karena dia terus menghubungi ku."


"Kan sudah aku bilang putuskan segera hubungan mu dengannya! Apa kau mau aku yang memberitahu mu tentang hubungan kita?"


"Jangan! Biar aku saja!" Jawab Courtney cepat.


"Kalau begitu putuskan dia sekarang juga!" Perintah Maxim emosi.


Melihat Maxim emosi, bukannya takut Courtney malah tersenyum lalu memeluk Maxim yang hanya memakai handuk di pinggangnya.


"Cih.. siapa yang cemburu! Aku hanya tidak suka saja kalau kalian masih berhubungan."


"Hubungan ku dan dia kan hanya sebatas di telepon Honey, itupun jarang. Jadi untuk apa kau cemburu. Sangat tidak sebanding dengan hubungan kita yang sudah sampai diatas ranjang." Balas Courtney sambil lidahnya bermain di telinga Maxim dan tangan Courtney meraba otot perut Maxim.


Emosi Maxim yang tadi sempat menggebu-gebu kini berubah menjadi hasrat yang menggebu-gebu. Maxim memejamkan matanya menikmati sentuhan Courtney pada tubuhnya.


"Aku akan mengakhiri hubungan ku dengan Hanzel setelah aku puas membalaskan dendam ku padanya." Kata Courtney lagi dan kali ini Courtney berhasil melepaskan handuk Maxim dan mengelus manja shotgun air kental milik Maxim.


"Apa membuatnya jatuh cinta padamu belum cukup membalaskan dendam mu, hah?!" Tanya Maxim. Matanya sudah merem-melek karena elusan manja jari jemari Courtney pada shotgun-nya.


Mendengar pertanyaan Maxim, Courtney langsung berhenti mengelus shotgun Maxim.


"Itu belum cukup! Ia harus membayar nyawa Cleora dengan nyawanya! Aku akan membuatnya frustasi, depresi dan akhirnya bu*nuh diri seperti Cleora!" Jawab Courtney dengan sorot mata penuh dendam pada Hanzel.

__ADS_1


"Huh.. lupakan sejenak dendam mu Honey! Mari kita bersenang-bersenang!" Balas Maxim sambil menggendong Courtney dan membawa kekasihnya itu menuju ranjang.


*


*


*


*** FLASHBACK ON ***


Cleora, adalah adik satu-satunya Courtney. Ia mengakhiri hidupnya tiga tahun lalu dengan cara melompat dari rooftop hotel. Dan alasan ia mengakhiri hidupnya karena Hanzel menolaknya.


Hanzel yang tampan, pintar serta dingin membuat Cleora jatuh cinta pada pandangan pertama saat Cleora bertemu dengan Hanzel di sebuah acara amal.


Cleora pun memberanikan diri mendekati Hanzel dan berkenalan serta saling bertukar nomor telepon.


Sejak hari itu mereka pun berkomunikasi dengan sangat baik.


Tiga bulan menjadi teman Hanzel via telepon dan chat, Cleora pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Hanzel. Dan tanpa Cleora sangka Hanzel menerimanya walau Hanzel meminta Cleora merahasiakan hubungan mereka dari siapapun.


Hubungan mereka pun terjalin selama enam bulan, dan selama enam bulan itu juga tidak ada yang tahu tentang mereka. Bahkan mereka tidak pernah berkencan sama sekali, mereka hanya berkomunikasi lewat telepon dan chat. Hanzel selalu beralasan sibuk dengan pekerjaannya setiap Cleora minta bertemu.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2