I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 39 : Meninggalkan Pesta


__ADS_3

FLASHBACK ON


Sepuluh menit sebelum tragedi menggigit terjadi.


Kenneth dan Kevin yang tak sengaja melihat Kylie dan Hanzel sedang berdansa terus memperhatikan Kylie dan Hanzel.


Awalnya mereka pikir, Kylie dan Hanzel sedang mengobrol biasa.


"Sepertinya Kylie sudah mulai menerima Hanzel sebagai suaminya." Ucap Kevin pada Kenneth.


"Ya sepertinya begitu." Balas Kenneth.


"Mudah-mudahan rumah tangga mereka selalu akur." Timpal Kevin.


Dan hanya di respon dengan anggukan oleh Kenneth.


Tapi tak lama kemudian, dua Kakak Kylie itu melihat gerak-gerik mencurigakan dari adik bungsu mereka itu.


"Kev, kamu merasa gak kalau ada yang gak beres dari Kylie." Tanya Kenneth.


"Iya. Aku ngerasa juga gitu. Kayaknya Kylie..." Kevin menggantung kata-katanya lalu menoleh kearah Kenneth.


Sama dengan Kevin, Kenneth pun juga menoleh kearah Kevin dan mata mereka pun saling bertemu.


"Bahaya ini Kev!! Kylie kan gak tahu tempat!" Ucap Kenneth. Karena yang ada di pikiran Kenneth sekarang pasti sebentar lagi Kylie akan melakukan tindak kekerasan pada Hanzel.

__ADS_1


"Bener Ken! Apalagi target Kylie, Hanzel! Bisa jadi bahan cibiran sedunia nanti keluarga kita kalau sampai Kylie menghajar Hanzel!" Balas Kevin yang ternyata juga memiliki pikiran yang sama.


"Kamu terus perhatikan Kylie. Aku akan pergi ketempat saklar lampu, jadi nanti kalau Kylie melakukan kekerasan pada Hanzel, aku akan langsung memadamkan lampu dan kamu langsung bawa Kylie keluar dari ruangan ini. Kamu paham kan?"


Kevin menganggukkan kepalanya paham.


Kenneth pun beranjak dari tempatnya dan mencari tempat saklar lampu.


Begitu dirinya sampai di tempat saklar lampu, mata Kenneth tak beralih dari Kylie dan Hanzel.


Dan begitu mendengar suara teriakan Hanzel, cepat-cepat Kenneth memadamkan lampu ruangan. Dan saat itu juga Kevin bergerak cepat membawa Kylie keluar dari ruangan resepsi.


FLASHBACK OFF


*


*


*


"Iiikh apa-apaan sih kalian berdua!!" Kylie menyentak tangan Kevin yang menarik tangannya.


"Kamu yang apa-apaan! Sudah tau di dalam sana banyak rekan bisnis Papa dan Tuan Galtero serta orang-orang penting, bukannya kontrol emosi, ini malah gigit Hanzel!" Omel Kevin.


"Biarin aja! Siapa suruh dia cari gara-gara sama Kylie!"

__ADS_1


"Tapi gak disini juga Kylie! Gimana kalau orang-orang lihat apa yang kamu lakukan barusan pada Hanzel! Pasti nama baik Papa juga yang akan di bawa-bawa! Mereka akan bilang kamu kurang ajar karena gak di didik dengan baik sama orangtua kita! Kamu mau mencoreng nama baik keluarga kita, hah!" Omel Kenneth.


"Untung aja kami berdua menyadari ketidakberesan kamu! Kalau tidak, satu ruangan akan tahu kalau kamu menggigit Hanzel!" Timpal Kevin.


Kylie tak menjawab, ia malas berdebat dengan kedua Kakaknya. Karena sekuat apapun ia membela dirinya, tetap saja dimata kedua Kakaknya dirinya selalu salah.


"Sekarang kamu temui Hanzel dan minta maaf pada suami mu itu!" Perintah Kenneth.


"Gak mau!" Tolak Kylie tegas lalu pergi dari hadapan kedua Kakaknya itu.


"Kylie!! Mau kemana kamu! Acara belum selesai!" Teriak Kenneth.


"Mau pulang!" Jawab Kylie santai.


"Anak itu!!" Geram Kenneth. Ia pun berniat mengejar Kylie dan menyeret Kylie kembali ke dalam ruang resepsi, namun Kevin menahan tangan Kenneth.


"Udah Ken biarin aja. Dari pada kita yang tekan dia, mending kita suruh Hanzel nyusul Kylie. Karena sekarang, Kylie bukan tanggung jawab kita, Kylie sudah jadi tanggung jawab Hanzel. Kan tujuan kita menikahkan Kylie dengan Hanzel agar Hanzel bisa mendidik Kylie." Ucap Kevin.


"Ya, kamu benar juga!" Balas Kenneth.


Dan mereka pun masuk kembali keruangan resepsi.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2