
Indonesia.
Setelah berhasil keluar dari hotel, Hanzel pun berniat pergi ke Galtero Square untuk mencari Daddy-nya.
Tapi di tengah jalan sebelum ia sampai di Galtero Square, ia kembali mencoba menghubungi pengawal pribadi Daddy-nya.
Hanzel pun menepikan mobilnya dan menghubungi pengawal pribadi Daddy-nya.
Tuuut... Tuuut... Tuuut...
Bunyi nada sambung.
"Halo Tuan Muda Hanz." Sapa pengawal pribadi Tuan Galtero.
"Fir, dimana kau? Kenapa baru menjawab telepon ku?" Tanya Hanzel kesal.
"Maaf Tuan, saya tidak mendengar panggilan telepon dari Anda karena jadwal Tuan Galtero yang sangat padat."
"Dimana kalian? Aku tidak menemukan kalian di apartemen?"
"Kami sedang ada New Zeland sekarang Tuan."
"Kenapa Daddy tidak memberitahu ku akan pergi kesana?"
"Maaf Tuan, ini dadakan."
"Benarkah? Apa ada masalah yang serius?"
"Sepertinya begitu Tuan. Karena sejak tadi Tuan Galtero dan Tuan Joe terlihat sangat sibuk dan wajah mereka tegang sekali."
"Sekarang Daddy mana? Berikan ponsel mu pada Daddy."
"Maaf Tuan, Tuan Besar sedang rapat. Dan Tuan Besar juga berpesan pada saya, untuk meminta Anda tetap berada di Indonesia dan tidak perlu menyusul ke New Zeland. Tuan Besar meminta Anda untuk fokus mengurus perusahaan yang ada di Indonesia."
"Baiklah kalau begitu, aku mengerti. Sampaikan saja salam ku pada Daddy." Balas Hanzel.
Panggilan telepon pun berakhir.
"Huh.. ku pikir terjadi sesuatu pada mu Dad." Lirih Hanzel.
"Kalau begitu, sekarang kita urus masalah perjanjian dengan Kylie. Dan aku juga harus mengenalkan Kylie pada Courtney agar Courtney percaya padaku kalau Kylie bukanlah tipe wanita idaman ku." Gumam Hanzel lagi.
__ADS_1
*
*
*
Keesokan Harinya.
Kini Hanzel sudah berada di cofee shop yang berada tak jauh dari gedung apartemen Kylie.
Setelah setengah jam menunggu kedatangan Kylie, akhirnya yang ditunggu pun datang.
"Ky!" Panggil Hanzel sambil melambaikan tangannya saat melihat Kylie di depan pintu cofee shop.
Mendengar namanya di panggil oleh suara yang mulai familiar di telinga Kylie, Kylie pun menoleh. Dan saat melihat Hanzel yang ternyata memanggilnya, Kylie pun berjalan menghampiri table dimana Hanzel duduk.
"Kenapa kau lama sekali, hah!!!" Protes Hanzel.
"Salah mu, kenapa kau menghubungi ketika kau sudah sampai di sini!! Harusnya kau menghubungi ku ketika kau baru mau jalan kesini!" Balas Kylie tak mau kalah.
"Ah sudah lah, berdebat dengan mu tidak akan ada guna-nya!" Balas Hanzel.
"Mana mobil ku?!" Todong Hanzel.
"Dasar perempuan merepotkan!!" Cibir Hanzel.
"Diam kau!! Masih pagi sudah membuat ku emosi!" Balas Kylie dengan tatapan mengintimidasi.
"Jangan menatap ku seperti itu! Kau pikir aku takut padamu, hah!!" Balas Hanzel menolak tertekan dengan tatapan Kylie.
"Ini surat perjanjian kita." Kata Hanzel lagi sambil menyodorkan map yang berisi surat perjanjian.
Kylie mengibaskan rambutnya lalu mengambil map yang Hanzel sodorkan lalu membuka map itu dan mengeluarkan surat perjanjian dari dalam map.
Kylie tidak langsung menandatangani surat perjanjian itu melainkan ia membaca terlebih dulu isi perjanjian yang Hanzel buat, bisa saja Hanzel membuat perjanjian yang ternyata memberatkan Kylie.
...Surat Kontrak Pernikahan....
Para pihak yang bertanda tangan di bawah ini :
Pihak Pertama : Hanzel Galtero
__ADS_1
No. Tanda Pengenal : xxxxxxxxxxxx
Pihak Kedua : Kylie Bimantara.
No. Tanda Pengenal : xxxxxxxxxxxx
Kami selaku pihak pertama dan pihak kedua telah sama-sama bersepakat untuk melakukan kontrak pernikahan.
Adapun isi kontrak pernikahan yang telah sepakati adalah sebagai berikut :
Pasal 1 : Pihak Pertama dan Pihak Kedua saling sepakat akan mengakhiri pernikahan mereka setelah Pihak Kedua berhasil menyelesaikan studinya di bangku kuliah dan memegang salah satu perusahaan Bimantara Group.
Pasal 2 : Pihak Kedua tidak boleh lagi bekerja sebagai DJ dan harus fokus dengan kuliahnya agar bisa tepat waktu menyelesaikan kuliahnya.
Pasal 3 : Selama pernikahan berlangsung Pihak Pertama akan membiayai seluruh kebutuhan Pihak Kedua beserta ketiga anak angkat Pihak Kedua serta wajib menyanggupi apapun yang diminta oleh Pihak Kedua. Termasuk memberikan rumah, mobil, pengasuh untuk ketiga anak angkat Pihak Kedua, serta sekolah yang terbaik untuk ketiga anak angkat Pihak Kedua.
Pihak 4 : Selama pernikahan berlangsung, Pihak Pertama dan Pihak Kedua wajib terlihat mesra di depan kedua orangtua mereka dan Pihak Kedua dilarang keras melakukan kekerasan fisik pada Pihak Pertama.
Pasal 5 : Setelah Pihak Kedua berhasil menyelesaikan studinya dan sudah memegang salah satu perusahaan Bimantara Group, disitulah pernikahan akan berakhir dan Pihak Kedua lah yang akan melakukan gugatan pada Pihak Pertama.
Pasal 6 : Setelah pernikahan berakhir Pihak Pertama dengan sukarela akan memberikan kompensasi dalam bentuk apapun yang diinginkan Pihak Kedua nanti.
Kontrak pernikahan ini kami buat dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan dari pihak manapun.
^^^Pihak Pertama^^^
^^^** ttd **^^^
^^^(Hanzel Galtero)^^^
^^^Pihak Kedua^^^
^^^** ttd **^^^
^^^(Kylie Bimantara)^^^
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...