I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 44 : Seranjang


__ADS_3

Bugh. Kylie melempar kepala Hanzel dengan bantal.


"Gara-gara kau, sekarang Monika jadi salah paham!" Bentak Kylie.


"Kenapa aku?! Siapa suruh kau menggigit ku!"


"Aku tidak mungkin menggigit kalau bukan karena kau yang membuat ku kesal! Lihat saja, sekali lagi ku dengar kau merendahkan ku, ku jahit mu!"


"Cih!!" Decih Hanzel.


Sedangkan Kylie, ia kembali membaringkan tubuhnya karena sudah lelah dan tidak ingin memperpanjang perdebatan dengan Hanzel.


"Kau sungguh mau tidur?"


"Menurut mu!"


"Kalau kau tidur disitu, aku tidur dimana?" Tanya Hanzel.


"Bukan urusanku kau mau tidur dimana! Kan bukan aku yang menyuruh mu kesini!"


"Hish!!" Geram Hanzel.


Karena di kamar itu tidak ada sofa, Hanzel pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu.


"Ingat janji mu pada anak-anak ku!" Ucap Kylie saat melihat Hanzel berdiri dari tempat duduknya. Kylie pikir, Hanzel ingin pulang.


"Hemh!!"


"Dan satu lagi, besok kalau datang, sekalian belikan pakaian ganti untuk ku." Kata Kylie lagi.


"Yang bilang mau pulang siapa?" Aku tidak mau pulang kok!" Balas Hanzel.


"Aku mau tidur di ruang tamu saja daripada harus sekamar dengan mu!" Kata Hanzel lagi.


Hanzel pun memutar handle pintu, tapi sayangnya pintu tak bisa terbuka.


"Ada apa?" Tanya Kylie saat melihat Hanzel tak bisa membuka pintu.

__ADS_1


"Apa pintu ini rusak, kenapa tidak bisa di buka?!"


"Benarkah?" Kylie yang sudah rebahan dan tarik selimut pun menyibakkan selimutnya dan beranjak dari atas tempat tidur, lalu berjalan menghampiri Hanzel yang ada di depan pintu.


"Minggir kau, biar aku lihat!!"


Klek.. Klek.. Klek.


Berkali-kali Kylie memutar handle pintu, tapi pintu tak bisa terbuka. Bukan karena pintu rusak, namun karena mereka memang di kunci dari luar.


Siapa pelaku yang mengunci Kylie dan Hanzel dari luar? Siapa lagi kalau bukan Monika dan pastinya atas perintah Bunda Vero.


Tadi sewaktu Monika datang ke kamar Marsha dan Sharon untuk mengambil pakaian ganti Sharon, sebenarnya itu hanyalah alasan Monika saja karena yang sebenarnya, ia hanya ingin melihat apa yang sedang di lakukan Kylie dan Hanzel sebelum ia mengunci pasangan pengantin baru itu.


Kylie yang tadinya sedikit panik, kini kepanikannya naik level.


"Bunda!!! Manda!!! Monik!!!" Teriak Kylie sambil menggedor-gedor pintu kamar.


"Jadi pintunya beneran rusak?!" Tanya Hanzel.


"Diam!! Gak usah banyak tanya!" Bentak Kylie.


Namun sayang, tidak ada satu pun yang menyahuti teriakan Kylie. Tapi Kylie tetap tidak menyerah. Ia terus berteriak sambil menggedor pintu kamar.


Kriiing... Kriiing...


Tiba-tiba saja ponsel Kylie berdering.


Kylie pun berhenti menggedor pintu dan berjalan mengambil ponselnya.


Bunda Vero. Itu lah nama yang tertulis di layar ponsel Kylie.


Melihat nama Bunda Vero, Kylie pun menggeser tombol hijau.


"Bu-" belum sempat Kylie mengucapkan kata 'Bunda', Bunda Vero sudah memotong ucapannya.


"Jangan ribut! Apa kau mau membangunkan Trent!!" Potong Bunda Vero.

__ADS_1


"Bunda sengaja mengunci kalian berdua! Malam ini adalah malam pengantin kalian, jadi pasangan pengantin harus tidur sekamar dan dalam ranjang yang sama!" Kata Bunda Vero lagi.


"Tapi Bun-"


Tuut.. Tuut.. Tuut. Belum selesai Kylie melayangkan protesnya, Bunda Vero langsung menutup teleponnya.


"Shiiit!!" Umpat Kylie.


"Ada apa?" Tanya Hanzel.


Dan di balas dengan tatapan tajam Kylie


"Kenapa kau menatap ku seperti itu?"


"Diam kau!" Bentak Kylie kesal. Karena sudah tidak ada harapan pintu akan terbuka, mau tak mau Kylie pun naik lagi keatas ranjang dan membaringkan tubuhnya.


"Kenapa kau malah tidur? Buka dulu pintu-nya!"


"Sudah ku bilang diam! Jangan banyak bicara! Pintu itu tidak akan terbuka sampai besok pagi! Bunda Vero yang menguncinya! Jadi cepatlah tidur!"


"Apa kau bilang?! Jadi pintu ini sengaja terkunci? Apa ini salah satu trik mu menjebak ku, hah!!"


Mendengar kata-kata Hanzel, Kylie yang sudah berbaring langsung mengubah posisinya menjadi duduk.


"Untuk apa aku menjebak mu! Kalau aku mau menjebak, bukan kau yang akan ku jebak, tapi Daddy mu!!" Balas Kylie. Sengaja ia mengatakan itu untuk membuat Hanzel kesal.


"Kau!!" Geram Hanzel.


"Sudah diam! Aku ngantuk, aku mau tidur! Kalau kau mau jadi satpam yang menjaga tidur ku, terus lah berdiri disitu!" Balas Kylie lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Setelah sepuluh menit berperang melawan gengsi-nya, akhirnya Hanzel berhasil melawan gengsinya dan naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya dengan posisi yang membelakangi Kylie.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2