
Bosan dengan hubungan yang seperti itu, Cleora pun memberanikan diri menemui Hanzel. Tapi siapa sangka saat dirinya bertemu dengan Hanzel lagi setelah enam bulan tidak bertemu, Cleora mendapat kenyataan yang sangat menyakitkan bagi Cleora.
Ternyata selama ini bukan Hanzel yang berkomunikasi dengannya melainkan Glenn, teman Hanzel. Karena ternyata nomor yang Hanzel berikan waktu itu pada Cleora adalah nomor Glenn.
Hanzel tidak menyangka kalau komunikasi Cleora dan Glenn akan sampai sejauh ini. Dan Glenn pun tidak memberitahu dirinya kalau selama ini Glenn dan Cleora sering berkomunikasi bahkan Glenn sampai meneruskan sandiwaranya menjadi Hanzel saat Cleora menyatakan perasaannya untuk Hanzel.
Sakit hati karena merasa di permainkan oleh Glenn dan Hanzel, Cleora pun menjadi frustasi apalagi Hanzel adalah cinta pertama Cleora.
Cleora pun menginap di sebuah hotel untuk menyendiri dan bermabuk-mabukan untuk menghilangkan rasa sakit hatinya.
Dalam keadaan mabuk berat, Cleora yang sudah tidak sadar naik keatas rooftop hotel dan menjatuhkan dirinya.
Setelah kematian Cleora, Courtney yang penasaran alasan adiknya bermabuk-mabukan bahkan sampai menjatuhkan menjatuhkan dirinya dari rootop pun membaca buku harian Cleora dengan harapan ia bisa menemukan alasannya.
Dan dalam buku itu, Cleora menuliskan betapa ia mencintai Hanzel, merindukan Hanzel karena sudah lama tidak bertemu serta kekesalan Cleora pada Hanzel karena Hanzel yang tidak pernah ada waktu bertemu dengannya karena alasan sibuk.
Setelah membaca buku harian adiknya, Courtney menyimpulkan kalau adiknya frustasi karena Hanzel, ia pun bersumpah akan membalas kematian adiknya. Ia akan membuat Hanzel jatuh cinta padanya, lalu menggantung hubungan mereka sampai Hanzel frustasi dan depresi, sama seperti yang adiknya tuliskan di buku harian-nya.
*
*
*
Pukul 03.00 dini hari.
__ADS_1
Kylie baru pulang dari klub malam. Yang tadinya ia hanya ingin berdansa sebentar untuk menyalurkan kekesalannya karena perjodohannya dengan Hanzel, jadi keterusan karena tiba-tiba Andrew muncul.
Kylie, Livy dan Andrew pun saling melepas rindu sampai lupa waktu di klub itu, maklum saja sudah hampir tiga tahun Kylie dan Livy tidak bertemu dengan Andrew setelah Andrew atau yang dulu namanya Andrea memilih untuk menjadi transgender menjadi laki-laki.
Kini Kylie sudah tepat di depan unit apartemennya.
Tanpa rasa curiga, ia pun membuka pintu unit apartemennya. Namun saat ia sudah berada di dalam, tiba-tiba saja Pimpom datang menghampirinya di depan pintu.
"Loh kok kamu bisa keluar dari kandang? Apa tadi aku lupa masukin kamu ke kandang yah?" Monolog Kylie sambil menggendong Pimpom.
Kylie pun berjalan memasuki ruang tamu, dan..
"Astaga...." Kaget Kylie saat melihat Kenneth sedang duduk di sofa ruang tamu dan sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
"K-k-kak Ken-neth k-kok bisa di-sini?" Tanya Kylie kaget bukan takut.
"Kan Kak Kenneth tahu aku ada manggung hari ini." Jawab Kylie sudah lebih tenang lalu duduk ikut duduk di sofa.
"Tapi sudah jam tiga Ky! Kamu sudah mau menikah, berhenti menjadi DJ dan fokus saja dengan kuliah mu!"
"Stop yah Kak, jangan paksa Kylie berhenti dengan hobi Kylie! Kalian bisa paksa Kylie ini-itu, asal jangan melarang Kylie melakukan hobi Kylie! Kylie akan berhenti kalau Kylie sudah bosan nge-DJ!"
"Tapi Ky, sebulan lagi kamu mau menikah! Apa kata Tuan Galtero dan calon suami mu kalau mereka tahu kamu tuh seorang DJ dan sering pulang dini hari!"
"Ya kalau Tuan Galtero tidak mau memiliki menantu seperti Kylie yang seorang DJ, tinggal di batalkan saja kan perjodohan ini. Gampang kan? Gitu aja kok di bikin pusing!" Balas Kylie santai.
__ADS_1
"Kylie!! Kakak serius!" Bentak Kenneth karena Kylie sama sekali tidak merasa bersalah.
"Kamu mikir gak sih, kalau sampai Tuan Galtero tahu kamu seorang DJ, itu sama saja kamu sudah mencoreng nama keluarga kita! Kamu gak mikir perasaan Mama dan Papa, hah!!" Lanjut Kenneth.
Kylie menghela nafasnya kasar.
"Ya, ya, ya, Kylie akan berhenti nge-DJ tapi setelah Kylie menikah. Puas!!"
"Bukan setelah menikah, tapi kamu harus berhenti menikah sekarang juga sebelum Tuan Galtero tahu kamu seorang DJ!"
Kylie menggertakkan giginya kesal.
"Gak mau! Pokoknya nanti setelah Kylie menikah baru Kylie berhenti nge-DJ. Titik!!" Balas Kylie sambil mengangkat bokongnya dari sofa lalu pergi keluar dari ruang tamu menuju kamarnya.
"Kylie!! Urusan kita belum selesai! Sini kamu!" Teriak Kenneth.
Kylie tak menjawab dan tetap berjalan menuju kamarnya.
BRAAAK. Kylie menutup pintu kamarnya dengan kasar.
Mendengar itu Kenneth hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan adik bungsunya itu.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...