I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 57 : Menyembunyikan Tuan Galtero


__ADS_3

Jerman.


Setelah tiga jam lebih berada di ruang operasi, akhirnya dokter Louis pun keluar dari dalam ruang operasi.


Melihat dokter pribadi Boss-nya keluar dari dalam ruang operasi, Joe yang sejak tadi gelisah pun langsung menghampiri dokter Louis, berharap dokter pribadi Boss-nya itu memberi kabar baik tentang Tuan Galtero.


"Bagaimana dok keadaan Tuan Galtero?"


"Operasi berjalan dengan baik, ring pada jantungnya juga sudah kami pasang yang baru." Jawab dokter Louis.


"Syukurlah." Lega Joe.


"Tapi Tuan Galtero masih tetap harus dalam pantauan tim medis satu kali dua puluh empat jam, jika dalam kurun waktu itu grafik detak jantung Tuan Galtero stabil, itu tandanya Tuan Galtero berhasil melalui masa kritisnya dan tinggal pemulihan selama beberapa minggu." Kata dokter lagi.


"Pokoknya berikan saja perawatan yang terbaik untuk Tuan Galtero." Balas Joe.


"Itu sudah pasti Tuan Joe." Balas dokter Louis.


"Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit dokter Louis karena ingin memindahkan Tuan Galtero ke ruang intensif.


"Dok.." panggil Joe saat dokter Louis hendak memutar tubuhnya.


"Iya Tuan Joe."

__ADS_1


"Apa bisa Tuan Galtero di rawat di lantai khusus?"


"Maksud Anda?"


"Saya ingin lantai paling atas rumah sakit ini di jadikan tempat untuk merawat Tuan Galtero. Bukan apa-apa, Anda kan tahu siapa Tuan Galtero, kalau sampai ada lawan bisnis Tuan Galtero yang tahu kondisi kesehatan Tuan Galtero, pasti mereka akan menggunakan itu untuk menyerang kerajaan bisnis Tuan Galtero."


"Oh. Saya mengerti maksud Anda, Tuan Joe. Kalau begitu saya akan meminta staf saya untuk mengosongkan lantai VVIP untuk Tuan Galtero."


"Terimakasih dok." Balas Joe.


Dokter itu pun pergi dari hadapan Joe.


Setelah dokter Louis pergi, Joe pun menghampiri pengawal pribadi Tuan Galtero.


"Fir."


"Operasi Tuan Galtero berjalan lancar tapi kita masih harus menunggu reaksi tubuh Tuan Galtero pada ring baru yang di pasang ke jantung Tuan Galtero. Tadi saya meminta pada dokter Louis untuk mengosongkan lantai paling atas. Jadi sekarang, kamu bentuk tim untuk menjaga lantai itu. Ingat, tidak boleh ada yang tahu kalau Tuan Galtero dirawat di rumah sakit ini."


"Baik Tuan, saya paham." Jawab pengawal pribadi Tuan Galtero.


"Oh iya Fir, apa Tuan Muda Hanz masih menghubungi mu?"


"Sudah tidak lagi Tuan. Tapi Tuan..."

__ADS_1


"Tapi apa? Kenapa?"


"Anak buah saya melaporkan kalau Nona Courtney ada di Indonesia sekarang."


"Woah.. permainan sudah di mulai ternyata." Lirih Joe pelan namun masih bisa di dengan oleh pengawal pribadi Tuan Galtero.


"Biarkan saja. Suruh anak buah mu cukup mengawasi, karena kita belum tahu langkah apa yang akan diambil wanita itu. Tapi kalau kira-kira akan membahayakan Tuan Muda dan istrinya, suruh mereka langsung melumpuhkan target tanpa belas kasihan. Kau paham?!"


"Ya Tuan, saya paham."


"Dan satu lagi, kalau Tuan Muda Hanz menghubungi mu lagi, jawab saja teleponnya dan katakan kalau sekarang Tuan Galtero sedang berada di New Zeland, karena aku akan menjawab itu juga pada Tuan Muda Hanz."


"Baik Tuan." Balas pengawal pribadi Tuan Galtero.


Pengawal pribadi Tuan Galtero pun pergi dari hadapan Joe dan mengerjakan apa yang Joe perintahkan padanya, membentuk tiga tim untuk pengamanan Tuan Galtero selama dirawat di rumah sakit itu


Dimana setiap tim-nya beranggotakan sepuluh orang, lima orang untuk berjaga di lobi rumah sakit dan lima orang lagi berada di lantai tempat Tuan Galtero akan dirawat.


Dan setiap tim-nya berjaga di waktu yang berbeda-beda. Tim satu berjaga di waktu pagi, tim dua berjaga di waktu siang dan tim tiga berjaga di waktu malam. Dan mereka diminta untuk tidak memakai pakaian formal bodyguard agar tidak ada yang mengenali mereka.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2