I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 23 : Ja*lang Teriak Ja*lang


__ADS_3

Masih dengan senyuman licik, Kylie berjalan mendekati Emely.


"Maaf, tadi kau bilang apa?" Tanya Kylie dengan suara lembut.


"Cih!! Kau tuli, hah! Tadi aku bilang, keluarga mu kan kaya raya, tapi kau masih saja jual diri! Seperti orang susah saja!"


Kylie semakin tersenyum licik.


"Apa, kau bilang apa? Aku masih tidak dengar! Coba kau ulangi lagi?" Ucap Kylie sambil mendekatkan telinganya di mulut Emely.


"Ja*lang!" Ucap Emely.


BUGH..


Kylie langsung memberi bogem mentah di wajah Emely hingga membuat hidung Emely berdarah.


"Aaarrrkkkkhhh..." Teriak kesakitan Emely sambil memegangi hidungnya.


Melihat Emely sudah kesakitan ditambah lagi darah segar mengalir dari hidung Emely, bukannya kasihan, Kylie malah menjambak rambut Emely hingga wajah Emely mendongak keatas.


"Sekali lagi ku dengar kau mengatai ku seperti itu, apalagi sampai membawa-bawa keluarga ku, akan ku sebar aib mu!" Geram Kylie.


"Ja*lang kok teriak ja*lang!" Kata Kylie lagi lalu mendorong Emely sampai Emely tersungkur ke lantai.


Setelah puas membuat hidung Emely yang sepertinya sudah patah, Kylie pun kembali menghampiri Livy yang sedang menganga melihat Emely.


"Kau bilang tidak akan memukulnya?!" Protes Livy. Kylie yang memukul Emely tapi Livy yang gemetaran.

__ADS_1


"Kapan aku bilang seperti itu? Kan aku bilang, aku tidak akan mematahkan lehernya. Tapi hanya mematahkan hidungnya." Jawab Kylie enteng.


Livy hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah sahabatnya itu. Dan mereka pun meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ruang cctv.


"Breng*sek kau Kylie!! Akan ku buat kau menyesal!!!!" Teriak Emely.


Sudah kesakitan masih saja menantang Kylie.


Kylie tidak membalas, ia hanya mengacungkan jari tengahnya ke atas sambil terus berjalan.


*


*


*


BRAAAK...


"Hei, apa kau tidak bisa pelan sedikit membuka pintu?!" Tegur salah satu petugas cctv. Saat ini ada dua petugas cctv di ruangan itu.


"Cepat buka rekaman cctv mulai dari tadi malam!" Perintah Kylie.


"Tidak bisa! Memangnya kau siapa menyuruh kami! Keluar sana!" Tolak petugas cctv. Wajar saja petugas itu menjawab seperti itu karena mereka tidak mengenal Kylie dan lagipula mereka tidak bisa sembarang membuka rekaman cctv kalau bukan rektor yang menyuruh mereka.


"Haish!!!" Geram Kylie. Kylie pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi bodyguard bayangan-nya.


Tak sampai sepuluh menit, tiga orang bodyguard bayangan Kylie sudah berada di ruang cctv.

__ADS_1


"Siapa kalian?! Mau apa kalian disini?" Tanya salah satu petugas cctv saat melihat tiga orang bodyguard bayangan Kylie.


Tiga orang bodyguard Kylie tidak menjawab, namun salah satu dari mereka mengeluarkan kartu identitas dan menunjukkannya pada petugas cctv.


"Cepat berikan apa yang Nona kami mau!" Perintah bodyguard itu.


"Ta-"


"Cepat!" Perintah bodyguard itu lagi dengan nada mengintimidasi.


Dua petugas cctv pun saling berpandangan lalu tak lama salah satu dari mereka menganggukkan kepala mereka.


Melihat temannya mengangguk, petugas cctv yang satu lagi itu pun membuka rekaman cctv dari kemarin malam.


Mata Kylie sama sekali tidak berpaling memandang layar monitor. Sampai akhirnya pada pukul 03.00 dini hari, munculah seorang pria dengan memakai hoodie hitam di area tempat papan pengumuman.


Dan terlihatlah pria itu yang menempel foto-foto Kylie.


"Stop. Tolong di zoom." Ucap Kylie saat pria itu membalikkan tubuhnya setelah ia menempel foto-foto itu.


Petugas cctv pun menjeda rekaman video-nya lalu memperbesar wajah si pelaku.


Kylie memajukan wajahnya ke layar monitor, lalu mengernyitkan keningnya untuk mengingat wajah si pelaku yang ada di layar monitor.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2