I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 30 : Resepsi Besar-Besaran


__ADS_3

Tok.. tok.. tok..


Pintu ruang kerja Papa Bimantara terketuk.


"Masuk." Jawab Kenneth dari dalam.


Ceklek. Pintu terbuka.


Ternyata orang suruhan Papa Bimantara yang diminta untuk mencari tahu siapa orang yang sudah menempel foto-foto Kylie di papan pengumuman yang datang.


"Sepertinya Anda sibuk Tuan, kalau begitu nanti lagi saya akan datang." Ucap orang suruhan Papa Bimantara saat melihat Tuan Galtero.


"Tidak perlu, sekarang saja! Biar Tuan Galtero juga dengar." Balas Papa Bimantara.


Orang suruhan Papa Bimantara itu pun berjalan mendekati Papa Bimantara lalu memberikan laporannya pada Papa Bimantara.


"Ternyata dalang ini semua adalah Tuan Deny, Tuan."


"Tuan Deny?" Papa Bimantara mengernyitkan keningnya mencoba mengingat sosok yang bernama Tuan Deny.


"Betul Tuan. Tuan Deny adalah orang yang tempo hari melakukan pelecehan pada Nona Kylie di klub malam dan mendapat bogem mentah dari Nona Kylie." Lanjut orang suruhan Papa Bimantara.


"Ah... Iya.. iya, saya ingat." Balas Papa Bimantara.


"Sepertinya dia dendam dengan Kylie gara-gara Kylie sudah memukulinya." Duga Papa Bimantara.


Tepat sekali dugaan Papa Bimantara, Tuan Deny dendam pada Kylie karena sudah memukuli dirinya dan orang-orangnya. Dan setelah Tuan Deny tahu kalau Kylie adalah anak dari Papa Bimantara, jelas saja profesi Kylie yang sebagai DJ akan dimanfaatkan Tuan Deny untuk menjatuhkan keluarga Bimantara.


Saat Hanzel sedang mencari bukti keburukan Kylie, Tuan Deny juga menyuruh orangnya untuk mencari foto-foto yang bisa menyudutkan Kylie.


"Kira-kira mau diapakan orang itu Pa?" Tanya Kenneth.

__ADS_1


"Serahkan saja pada saya. Kalian cukup mengurus Kylie." Tiba-tiba saja Tuan Galtero menawarkan diri. Karena dia juga geram mendengar calon menantunya di rendahkan.


"Ah.. tidak perlu Tuan, biar kami saja. Pekerjaan Anda banyak, belum lagi mempersiapkan pernikahan Hanzel dan Kylie." Tolak Papa Bimantara tak enak hati.


"Pekerjaan saya memang banyak, tapi orang-orang saya juga banyak." Balas Tuan Galtero.


Tak enak jika harus menolak lagi, Papa Bimantara pun mengiyakan tawaran Tuan Galtero.


*


*


*


Penthouse Apartemen Galtero.


Pukul 20.00.


"Hanz.."


"Ya Dad."


"Bersiaplah akhir minggu depan."


"Apa kita akan kembali ke Jerman?"


Tuan Galtero menggelengkan kepalanya.


"Bukan. Tapi bersiaplah untuk pernikahan mu dengan Kylie."


"Whaaaaat?!" Teriak Hanzel kaget.

__ADS_1


"Apa-apaan ini Dad! Kenapa jadi minggu depan? Bukannya kalian sepakat bulan depan?!"


"Lebih cepat lebih baik kan? Lebih cepat juga Daddy mendapat cucu." Balas Tuan Galtero sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Cih.. jangan mimpi! Aku tidak sudi menanam benih unggulan ku di dalam rahimnya!" Bengis Hanzel dalam hatinya.


"Tapi Dad-"


"Tidak ada tapi-tapian! Kau tahu kan kalau Daddy tidak menerima penolakan!" Potong Tuan Galtero.


"Bagiamana dengan model itu? Sudah kau putuskan?" Tanya Tuan Galtero.


"Belum. Courtney masih belum bisa di hubungi." Jawab Hanzel ketus.


"Kalau begitu tidak perlu kau pikirkan lagi, nanti juga dia akan menghubungi mu setelah melihat berita di media tentang pernikahan mu dengan Kylie."


"Jangan bilang Daddy mau mengadakan resepsi besar-besaran?"


"Jelas saja! Kau kan anak tunggal Daddy dan Kylie juga anak bungsu sekaligus putri satu-satunya Tuan Bimantara, jadi pernikahan kalian harus diadakan besar-besaran. Daddy akan mengundang media luar juga. Agar satu dunia ini tahu siapa menantu Daddy. Jadi buang jauh-jauh pikiran mu yang ingin menyembunyikan Kylie!!" Balas Tuan Galtero.


Hanzel memejamkan matanya sambil menghela nafasnya kasar.


"Shiit!!!" Umpat Hanzel.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2