I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 16 : DJ Kylie = Kylie Bimantara?


__ADS_3

Kylie dan Hanzel pun kembali ke dalam room VIP.


Ternyata Tuan Galtero dan Papa Bimantara sedang membicarakan tanggal pernikahan Hanzel dan Kylie.


"Hanz, Ky, kami para orangtua sudah menetapkan tanggal pernikahan kalian berdua. Dan kami menetapkan akhir bulan depan kalian akan menikah." Ucap Tuan Galtero.


Mata Hanzel membulat. Sedangkan Kylie tersedak salivanya sendiri mendengar ucapan Tuan Galtero.


"Dad.." Hanz yang ingin protes langsung diberi tatapan tajam oleh Tuan Galtero agar Hanzel tidak protes. Mau tak mau Hanzel pun diam.


Sedangkan Kylie, dia juga tidak bisa protes karena kedua orangtua dan kedua Kakak-nya juga memberi tatapan tajam pada Kylie.


Tuan Galtero dan Papa Bimantara pun kembali membahas tentang acara pernikahan Hanzel dan Kylie tanpa meminta pendapat Hanzel dan Kylie.


*


*


*


Penthouse Apartemen Galtero.


Pukul 22.30.


Tuan Galtero dan Hanzel kini sudah pulang ke penthouse apartemen milik Tuan Galtero. Kini mereka sedang duduk manis di ruang tengah.


"Kau tidak mengancam Kylie saat kalian bicara berdua kan?" Tanya Tuan Galtero dengan tatapan mengintimidasi.


"Kenapa Daddy punya pikiran seperti itu? Aku tidak seperti itu Dad! Kami hanya berkenalan secara informal."


"Berkenalan secara informal? Bagaimana itu?"


"Ya seperti anak muda biasanya Dad. Kalau aku jelaskan juga Daddy tidak akan paham." Jawab Hanzel.


"Hish.. kau!" Balas Tuan Galtero geram.


KRIIING.. KRIING..

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Hanzel berbunyi.


Hanzel pun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya.


Miko. Itu lah nama yang tertera di layar ponsel Hanzel.


"Permisi Dad, Hanz jawab panggilan dari Miko dulu." Ucap Hanzel lalu menjauh dari Tuan Galtero.


Hanzel pun mengusap layar ponsel untuk menjawab panggilan Miko.


"Halo." Jawab Hanzel.


"Aku punya informasi yang kau mau tentang wanita itu." Balas Miko.


Sebelumnya saat mereka masih di restoran, Hanzel meminta Miko untuk mencari tahu tentang Kylie. Diam-diam Hanzel memfoto Kylie lalu dikirim pada Kylie.


Melihat foto Kylie, jelas saja Miko mengenal Kylie karena Kylie merupakan DJ yang sangat terkenal bagi orang-orang yang sering pergi ke klub. Tapi Miko tidak yakin kalau foto wanita yang Hanzel kirimkan pada-nya adalah Kylie.


Untuk lebih memastikan, Miko pun mencari tahu jadwal manggung Kylie agar Hanzel melihat langsung.


"Kau datang saja ke Emerald Night Club sekarang."


"Baiklah. Tunggu aku di depan klub itu!" Perintah Hanzel lalu mengakhiri panggilan itu.


"Dad, Hanz keluar dulu, ada urusan penting." Pamit Hanzel pada Tuan Galtero yang masih duduk manis di ruang tengah.


"Urusan penting apa jam segini?"


"Jay, teman lama Hanz baru pulang ke negara ini, dia tahu Hanz di negara ini, jadi dia mengadakan reunian kecil-kecilan di klub malam." Jawab Hanzel.


"Oh.. pergilah! Tapi jangan pulang subuh, karena besok kita harus ke Bali." Balas Tuan Galtero.


Hanzel menganggukkan kepalanya lalu keluar dari penthouse Daddy-nya.


*


*

__ADS_1


*


Emerald Night Club.


Hanzel berjalan dengan langkah panjangnya menuju gedung klub.


"Miko!!" Panggil Hanzel saat melihat temannya itu di pintu depan klub.


Miko pun menoleh.


"Kenapa kau menyuruh ku kesini? Apa wanita itu ada disini?" Tanya Hanzel.


Miko menganggukkan kepalanya.


"Lebih tepatnya, dia akan manggung di klub ini jam dua belas nanti."


"Manggung? Memangnya dia DJ?"


Miko menganggukkan kepalanya.


"Tapi aku tidak yakin wanita yang kau maksud adalah DJ Kylie. Makanya aku menyuruh mu untuk melihat langsung."


"Namanya memang Kylie. Tapi Kylie yang ku maksud adalah putri bungsu Tuan Bimantara." Hanzel mulai ragu.


"Tapi mari lah kita lihat, apa DJ Kylie adalah orang yang sama dengan Kylie Bimantara." Kata Hanzel lagi.


Mereka pun masuk kedalam klub.


"Kita lihat saja Kylie, kalau memang kau seorang DJ, aku akan adukan pada Daddy ku!" Gumam Hanzel dalam hati.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2