
"Halo Tuan Galtero." Jawab Papa Bimantara.
"Halo Tuan Bimantara." Balas Tuan Galtero.
"Ada hal serius yang ingin saya bicarakan dengan Anda." Kata Tuan Galtero to the point.
Deg. Jantung Papa Bimantara makin berdegup kencang.
"H-hal se-serius a-apa?" Tanya Papa Bimantara gugup.
"Jangan bilang ingin membatalkan perjodohan Kylie dan Hanzel, jangan sampai! Jangan sampai! Kalau sampai di batalkan, mau sama siapa lagi ku jodohkan Kylie. Hanya putra Tuan Galtero yang paling cocok mendampingi Kylie." Doa Papa Bimantara dalam hati.
"Mmmm... Saya ingin pernikahan anak-anak kita di percepat." Ucap Tuan Galtero saat Papa Bimantara masih berdoa dalam hati.
Mata Papa Bimantara membulat seketika, ketegangan di wajahnya juga menguar entah kemana.
"Apa Anda yakin Tuan? Tapi kenapa?" Tanya Papa Bimantara.
"Sangat tidak etis membicarakannya di telepon. Bagaimana kalau kita bertemu besok pagi, biar saya yang ke kantor Anda." Ucap Tuan Galtero.
"Baik Tuan Galtero, dengan senang hati saya akan menyambut kedatangan Anda di kantor saya besok." Balas Tuan Bimantara.
Panggilan pun berakhir.
Papa Bimantara kini bisa bernafas lega. Sekarang ia bisa fokus mencari siapa yang menempel foto-foto Kylie dan membangun image jelek tentang Kylie.
*
__ADS_1
*
*
Bali.
Setelah menghubungi Papa Bimantara, tak lama Reggy, asisten Tuan Galtero mengetuk pintu kamar hotel Tuan Galtero.
Ceklek. Tuan Galtero membuka pintu kamar.
"Ada apa?" Tanya Tuan Galtero saat melihat asisten pribadi-nya untuk mengurus perusahaannya yang ada di Indonesia berada di depan pintu.
"Saya mendapat berita tentang Nona Kylie, Tuan."
"Berita apa?"
"Woah..." Tuan Galtero terpukau.
"Kenapa calon menantu ku mengamuk? Apa wanita ini sudah mengganggu-nya?"
"Benar sekali Tuan, gadis yang di bogem Nona Kylie namanya Emely dan gadis itu telah menghina Nona Kylie, setelah tahu kalau Nona Kylie anak dari Tuan Bimantara." balas Reggy.
"Saya tidak salah pilih calon menantu. Kylie memang sangat cocok untuk Hanzel." Lirih Tuan Galtero merasa bangga dengan Kylie.
"Tuan, ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan."
"Apa?"
__ADS_1
"Saat ini Tuan Bimantara sedang mencari orang yang sudah membongkar identitas Nona Kylie di papan pengumuman kampus. Apa kita perlu membantu tim Tuan Bimantara, Tuan?"
"Biarkan saja, kita tidak perlu mencarinya. Tim Tuan Bimantara juga bukan orang-orang sembarangan, pasti mereka bisa menemukan orang itu dengan mudah. Kalau kita ikut campur, yang ada nanti Tuan Bimantara tahu kalau selama ini kita juga mengamati Kylie." Ucap Tuan Galtero.
"Baik Tuan."
Setelah memberikan informasi pada Tuan Galtero, Reggy pun pergi dari hadapan Tuan Galtero.
Sedangkan di tempat lain, masih di Bali tepatnya di salah satu pantai terindah di Bali, ada Hanzel yang sedang galau.
Hanzel mencari tempat yang jauh dari keramaian di pantai itu, lalu duduk diatas putih dengan tatapan lurus kedepan memandang ombak yang menderu-deru.
Ia frustasi karena sejak tadi Courtney tidak bisa di hubungi sedangkan dirinya sudah mentok dengan perjodohan yang di buat Daddy-nya. Cara dia mengumbar kelakuan Kylie yang sering keluar masuk klub malam ternyata tidak bisa membuat Daddy-nya berubah pikiran, yang ada malah dirinya yang di permalukan.
"Apa aku terima saja pernikahan ini, tapi nanti setelah menikah aku akan membuat perjanjian dengan perempuan sia*lan itu! Aku rasa dengan adanya surat perjanjian, Courtney akan mengerti kalau aku juga terpaksa menikah dengan wanita sia*lan itu!" Monolog Hanzel.
"Aaargh sial!! Kenapa aku harus terjebak dalam hal seperti ini sih!! Kalau aku tahu bakal seperti ini, aku tidak akan mau ikut dengan Daddy ke negara ini!" Kesal Hanzel.
Setelah kurang lebih satu jam berada di pantai itu sambil terus mencoba menghubungi Courtney dan memikirkan isi perjanjian yang akan ia buat setelah menikah dengan Kylie. Hanzel pun pulang ke hotel.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1
*** Aku tuh gk pinter banget buat judul Bab, maaf yah Bunda-bunda, Kakak-kakak, kalau gak nyambung. 🙏🙏 ***