I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 13 : Putuskan Courtney, Nikahi Kylie!


__ADS_3

Penthouse Apartemen Galtero.


"Hanz, ada yang ingin Daddy sampaikan padamu." Ucap Tuan Galtero pada Hanzel.


Kini mereka sedang duduk berdua di ruang makan.


"Menyampaikan apa Dad?" Tanya Hanzel.


"Nanti malam kamu ikut Daddy dinner dengan keluarga Tuan Bimantara."


"Oke tidak masalah."


"Tapi ini bukan sekedar dinner."


"Daddy sekalian mau membicarakan bisnis dengan Tuan Bimantara?"


Tuan Galtero menggelengkan kepalanya.


"Dinner malam ini selain untuk mempertemukan mu langsung dengan Kylie, putri Tuan Bimantara, malam ini juga akan menjadi hari pertunangan mu dengan Kylie."


Uhuk.. uhuk.. uhuk.


Sontak Hanzel tersedak makanan yang sedang ia kunyah mendengar kata-kata Daddy-nya.


Tuan Galtero pun menyodorkan air minum untuk Hanzel. Hanzel menerima air itu dan menenggaknya sampai habis.

__ADS_1


"Daddy sedang tidak bercanda kan?" Tanya Hanzel setelah selesai menenggak habis air minum-nya.


"Daddy serius Hanz!"


"Dad!! Berapa kali Hanz katakan, Hanz bisa cari sendiri wanita untuk mendampingi Hanz, Dad! Jadi Daddy tidak perlu menjodoh-jodohkan Hanz dengan wanita manapun!" Protes Hanzel.


"Mau sampai kapan Daddy menunggu mu mendapat wanita idaman mu! Mau sampai Daddy tidur diatas tanah!" Balas Tuan Galtero.


"Apa kau tidak kasihan melihat Daddy yang semakin renta ini, hah!!" Lanjut Tuan Galtero.


"Oke Dad, sepertinya sekarang sudah saatnya bagi Hanz mengaku." Ucap Hanzel.


"Mengaku apa?"


"Sebenarnya Hanz sedang menjalani hubungan dengan seorang wanita. Namanya Courtney, dia seorang model dan sekarang dia sedang tour keliling dunia bersama PH yang mengontraknya." Ucap Hanzel.


"Kapan kontrak wanita itu berakhir?"


"Sekitar empat tahun lagi."


"Bullshits!! Akhiri hubungan mu dengan wanita itu!! Daddy tidak bisa menunggu terlalu lama!!" Perintah Tuan Galtero.


"Tidak bisa begitu Dad! Hanz mencintai wanita itu! Dan hanya wanita itu yang menurut Hanz pantas untuk menjadi pendamping Hanz!"


"Kau mencintainya, lalu wanita itu, apa dia juga mencintai mu?!"

__ADS_1


"Jelas, Courtney juga Hanz!"


"Stupid! Dia tidak mencintai mu! Dia mencintai pekerjaannya! Kalau memang dia mencintai mu, dia akan meninggalkan pekerjaannya dan memilih untuk mempublikasikan hubungan kalian!" Balas Tuan Galtero.


"Apalagi dia seorang model, 90% model tidak akan mau hamil karena takut bentuk tubuh mereka tidak bisa kembali ke bentuk semula setelah melahirkan. Sedangkan Daddy, ingin menimang cucu dari mu! Ingat Hanz, kau anak Daddy satu-satunya, dan Daddy berharap kau bisa memberikan generasi penerus untuk keluarga kita!" Kata Tuan Galtero lagi.


"Pokoknya Daddy tidak mau tahu, kau putuskan hubungan mu dengan Courtney dan menikahlah dengan Kylie! Kalau kau tidak mau, silahkan kau hapus nama Galtero dari nama belakang mu dan semua harta Daddy, akan Daddy hibahkan ke panti asuhan!" Ancam Tuan Galtero.


Setelah mengatakan itu, Tuan Galtero pun beranjak dari ruang makan meninggalkan Hanzel yang sedang geram dengan keputusan mutlak dari Daddy-nya.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku katakan pada Courtney?!" Lirih Hanzel.


Hanzel pun berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruang makan. Ia berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


Sesampainya di dalam kamar, Hanzel langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Courtney, tapi sayangnya Courtney tidak bisa di hubungi.


Sudah satu minggu nomor Courtney tidak bisa di hubungi. Dan malam dimana ia bertengkar dengan Kylie di jalan, saat itu ia melihat pesan yang ia kirimkan pada Courtney sebelum datang ke Indonesia sudah centang biru. Hanzel pun langsung menepikan mobilnya untuk menghubungi Courtney, tapi sayangnya nomor Courtney tidak bisa di hubungi lagi.


"Aaah shiiiit!!!" Umpat Hanzel sambil melempar ponselnya keatas ranjang.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2