
Mansion Bimantara.
Sama seperti di apartemen Tuan Galtero, saat ini Kylie dan kedua orangtuanya sedang berada di ruang tengah.
Mereka juga sedang membicarakan pernikahan Kylie dan Hanzel yang akan di percepat. Dan itu jelas saja membuat Kylie marah. Namun Kylie tak menunjukkan rasa amarahnya, ia malah berpikir bagaimana cara membuat Tuan Galtero membatalkan pernikahannya dengan Hanzel. Karena menurutnya marah-marah tidak jelas dengan Papa Bimantara tidak ada guna-nya.
"Aku akan mendatangi Tuan Galtero besok." Gumam Kylie dalam hati.
*
*
*
Keesokan paginya.
Setelah bersusah payah meyakinkan Papa dan Mama-nya agar Kylie bisa keluar dari Mansion dengan alasan ingin ke apartemennya untuk mengecek keadaan Pimpom, akhirnya Papa Bimantara dan Mama Nirmala mengizinkan Kylie pergi ke apartemennya.
Awalnya Kylie benar-benar pergi ke apartemennya, namun sesampainya di dalam gedung apartemen, ia tak naik ke unit apartemennya dan malah diam-diam kabur melalui jalur lain.
Secepat kilat Kylie kabur sebelum dua bodyguardnya menyadari ketidak beradaan-nya di gedung apartemen itu.
Kylie pun berhasil keluar dari area gedung apartemen dan langsung menghampiri mobil Livy yang memang sudah ia suruh untuk menunggunya beberapa meter dari area gedung apartemennya.
BRAAAK..
Kylie menutup pintu mobil Livy dengan kasar.
__ADS_1
"Astaga Kylie!! Pelan-pelan!!!" Protes Livy.
"Maaf." Balas Kylie sambil menyengir kuda.
Livy pun menjalankan mobilnya.
"Kita mau kemana sekarang?" Tanya Livy.
"Ke apartemen Tuan Galtero."
"Untuk apa kita kesana?"
"Aku ingin memberitahu sendiri pada Tuan Galtero kalau aku ini seorang DJ, bahkan aku akan menjelek-jelekkan sendiri diri ku, agar Tuan Galtero membatalkan perjodohan ku dengan anaknya." Jawab Kylie.
"Memangnya apa kurangnya anak Tuan Galtero. Dari yang aku lihat di media, dia tampan dan berkharisma."
"Wajar dia seperti itu, kan dia belum mengenal baik diri mu. Ayo la Ky, yang kau tolak ini putra tunggal Tuan Galtero! Pria idaman wanita sejagat raya. Kalau aku jadi kau, aku tidak perduli dengan sikapnya pada ku, yang penting dengan aku menjadi istrinya, orang-orang tidak akan berani merendahkan ku!"
"Itu kau, bukan aku! Aku tidak suka mendompleng nama besar orang lain hanya untuk di hargai, karena aku bisa membuat orang lain menghargai aku dengan kedua tangan ku sendiri! Karena kalau kita mendompleng nama besar orang lain hanya untuk di hargai, percayalah saat orang itu mencampakkan kita, maka satu dunia akan menghujat mu!"
Livy pun diam tak membalas ceramah Kylie, karena apa yang Kylie katakan sangat masuk akal.
*
*
*
__ADS_1
Setengah jam kemudian.
Penthouse Apartemen Galtero.
"Aku antar kau sampai sini, kau tidak pa-pa kan?" Tanya Livy setelah mobilnya berhenti tepat di depan pintu lobi. Livy tak bisa menemani Kylie karena ia harus kuliah. Tidak seperti Kylie yang belum diijinkan masuk kuliah oleh orangtuanya.
"Santai saja. Aku tidak pa-pa." Balas Kylie.
"Kau sudah mengantar ku sampai disini saja aku sangat berterimakasih." Kata Kylie lagi.
"Aku pergi dulu. Dan kau, hati-hati di jalan." Ucap Kylie lalu keluar dari dalam mobil.
Setelah Kylie keluar dari mobilnya, Livy pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan gedung apartemen, sedangkan Kylie berjalan masuk ke dalam gedung.
Karena tidak tahu dilantai berapa unit apartemen Tuan Galtero, Kylie pun pergi ke meja resepsionis berniat untuk menanyakan pada resepsionis.
Namun belum juga Kylie sampai di meja resepsionis, tiba-tiba tangan besar langsung menepuk pundak Kylie.
*
*
*
Bersambung...
*** Huaaaa... tugas kampus ku banyak dan bejubel, mohon maaf kalau aku updatenya cuma sedikit. 🙏🙏 ***
__ADS_1