
Setelah satu setengah jam Kylie menghibur para pengunjung Emerald Night Club, akhirnya waktu Kylie pun habis dan berganti dengan DJ yang lain.
Seperti biasa, Livy langsung menyambut Kylie di bawah panggung.
"Mau langsung pulang atau mau disini dulu?" Tanya Livy.
"Disini dulu deh. Aku mau hilangin stres dulu." Jawab Kylie sambil bergabung dengan pengunjung yang lain di lantai dansa.
"Hellooowww... Seorang Kylie stress!! Memangnya apa yang membuat kamu stress?" Ejek Livy. Kylie belum bercerita pada Livy tentang perjodohan bahkan pertunangan dirinya yang sudah terjadi malam ini.
"Nanti aja lah aku ceritain. Kalau aku cerita sekarang, bawaannya emosi lagi." Balas Kylie.
Kylie dan Livy pun bergoyang mengikuti alunan musik DJ.
Saat sedang asyik menikmati alunan musik DJ, tiba-tiba ada tangan besar yang melingkar di pinggang Kylie.
Kylie yang kaget pun langsung memelintir tangan besar itu.
"Aaauw Ky.. sakit!!" Pekik pria pemilik tangan besar itu.
"Astaga Andrew....!!" Kylie pun melepaskan pelintiran-nya dari tangan Andrew.
"Kamu tuh yah, asal main pelintir-pelintir aja, sakit tau!" Dumel Andrew.
"Sorry.. sorry. Lagian salah kamu sendiri, orang lagi asyik-asyik joget kamu malah langsung pegang pinggang aku!" Balas Kylie lalu memeluk Andrew.
"Maaf yah." Ucap Kylie. Setelah beberapa detik berpelukan, Kylie pun melepaskan pelukannya dari Andrew.
"Hai... Ndrew...." Sapa Livy setelah Kylie melepaskan pelukannya.
"Hai Liv..." Balas Andrew.
__ADS_1
"Lama gak ketemu, kamu makin cantik aja. Tapi mudah-mudahan gak se bar-bar Kylie!" Kata Andrew lagi.
Mereka pun kembali berdansa menikmati alunan musik DJ dan sesekali Andrew memeluk Kylie dan Livy secara bergantian.
Dan gaya Kylie berdansa itu pun terlihat oleh Hanzel.
Hanzel makin tersenyum licik melihat Kylie berdansa sambil berpelukan dengan laki-laki lain. Hanzel tidak melewatkan kesempatan itu untuk direkam.
"Kau lihat itu Miko. Apa wanita seperti itu tidak pantas untuk disebut murahan?!" Ucap Hanzel.
Sedangkan yang diajak bicara tidak menyimak kata-kata Hanzel. Fokus Miko malah pada laki-laki yang sedang berdansa dengan Kylie dan Livy.
"Sepertinya aku pernah melihat laki-laki itu, tapi dimana yah?" Gumam Miko dalam hati.
*
*
*
Tak ada niat Hanzel untuk membawa Kylie pulang bersamanya. Jangankan membawa Kylie pulang bersamanya, untuk melihat wajah Kylie saja Hanzel sudah malas karena makin menilai Kylie perempuan tidak benar.
Kini Hanzel sudah berada dalam mobilnya. Saat dirinya hendak menyalakan mesin mobil, tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk.
Hanzel mengambil ponselnya yang ia letakkan di kursi sebelahnya.
Ternyata yang menghubunginya adalah sang kekasih. Courtney.
"Akhirnya kau menghubungi ku juga Courtney!" lirih Hanzel dengan senyum yang merekah di bibirnya.
Melihat nama sang kekasih, Hanzel langsung menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
__ADS_1
"Halo Babe.." Jawab Hanzel.
"Halo Babe. Maaf aku baru menghubungi mu." Ucap Courtney.
"Tidak jadi masalah. Yang penting kau menghubungi ku." Balas Hanzel dengan suara yang sangat lembut. Sangat berbeda ketika Hanzel berbicara dengan Kylie.
"Oh iya Babe, kau bilang ada hal yang penting yang ingin kau katakan. Hal penting apa itu Babe?"
"Mmm... Babe, apa kau bisa membatalkan kontrak mu? Tidak perlu khawatir dengan uang pinalti-nya Babe, nanti aku yang akan membayarnya." Tanya Hanzel.
"Kenapa tiba-tiba kau meminta ku membatalkan kontrak ku Babe?"
"Daddy ku ingin aku segera menikah Babe, makanya aku ingin kau membatalkan kontrak mu dan menikahlah dengan ku."
"Jangan bercanda Babe! Kita sudah pernah membahas masalah ini dan kita sudah saling sepakat."
"Iya aku tahu. Tapi paling tidak, izinkan aku mengenalkan mu pada Daddy ku, agar Daddy ku percaya kalau aku sudah memiliki kekasih Babe."
"Babe, kau tahu kan isi perjanjian ku! Tidak boleh ada yang tahu tentang hubungan kita!"
"Tapi ini Daddy ku Babe. Ayo lah Babe, aku mohon, kau mau yah aku kenalkan secara resmi dengan Daddy ku. Aku yakin Daddy ku juga tidak akan membocorkan ke publik tentang hubungan kita." Mohon Hanzel.
"Baiklah, aku pikirkan dulu. Nanti ku hubungi kau lagi."
"Baiklah, hubungi aku secepatnya." Balas Hanzel.
I'm coming Courtney. Tiba-tiba saja suara laki-laki terdengar jelas dari seberang telepon.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...