I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 33 : Kylie Menyerah


__ADS_3

Pelayan pun datang dengan membawa nampan yang berisi tiga cangkir minuman. Dua cangkir berisi teh untuk Kylie dan Tuan Galtero dan satu cangkir berisi kopi untuk Hanzel.


Setelah meletakkan tiga cangkir di atas meja, pelayan itu pun pergi dari ruang tengah.


"Silahkan di minum Kylie." Ujar Tuan Galtero.


Kylie pun mengambil cangkir yang ada di hadapannya lalu menyeruput teh hangat yang ada di dalam cangkir.


"Bagaimana, enak kan?" Tanya Tuan Galtero dan di jawab dengan anggukan kepala Kylie.


Tapi dalam hati Kylie berkata "Rasa-nya sama saja dengan teh-teh yang lain."


"Jadi apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan?" Tanya Tuan Galtero.


Kylie menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.


"Tuan, mm maksud saya Daddy, saya ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting pada Anda."


"Apa? Katakanlah." Balas Tuan Galtero.


Sedangkan Hanzel, ia hanya menyimak perbincangan Daddy-nya dan Kylie.


"Dad, saya ingin memberitahu Anda, kalau sebenarnya saya ini seorang DJ, apa Anda tidak keberatan dengan profesi saya itu?!" Ucap Kylie blak-blakan berharap Tuan Galtero kaget, marah dan berujung membatalkan perjodohannya dengan Hanzel.


"Bodoh!" Umpat Hanzel dalam hati. Kini ia tahu maksud kedatangan Kylie yang sedang berusaha menggagalkan pernikahan mereka.

__ADS_1


"Tidak. Daddy biasa saja. Memangnya apa yang salah dengan seorang DJ?" Jawab Tuan Galtero enteng.


Dan itu membuat Kylie kaget karena Tuan Galtero terlihat biasa saja.


"Tapi Dad, saya ini bukan wanita baik-baik." Kylie masih berusaha membuat Tuan Galtero menolaknya.


"Benarkah? Kok dari yang Daddy pantau selama ini, kau malah terlihat seperti malaikat." Balas Tuan Galtero.


"Cih malaikat!" Decih Hanzel yang tidak tahan mendengar Daddy-nya menyanjung Kylie berlebihan.


Dan decihan Hanzel itu terdengar sampai ke telinga Kylie dan Tuan Galtero, mereka melirik Hanzel sesaat.


"Sudah lah! Hanz pergi bekerja dulu." Ucap Hanzel sambil mengangkat bokongnya dari sofa. Ia tak ingin berlama-lama berada di tengah-tengah Daddy-nya dan Kylie.


"Jangan kemana-mana! Hari ini kau tidak usah bekerja. Lebih baik kalian fitting baju pengantin di butik yang sudah Daddy tunjuk untuk menyiapkan pakaian pengantin untuk kalian. Setelah itu kalian juga pergi ke fotografer untuk foto prewedding kalian. Setelah dua urusan itu selesai, terserah kalian mau pergi kemana!" Ucap Tuan Galtero.


"Sial!! Kenapa jadi begini! Seharusnya Tuan Galtero membatalkan perjodohan ini bukan malah menyuruh ku fitting gaun dan foto prewed!!" Geram Kylie dalam hati.


"Shiiit!! Kalau tau begini, harusnya aku langsung pergi bekerja tadi!!" Gerutu Hanzel dalam hati.


"Tapi Dad..." Balas Kylie dan Hanzel bersamaan."


"Tidak ada tapi-tapian! Pergilah sekarang, mereka sudah menunggu kedatangan kalian." Perintah Tuan Galtero tegas pada Hanzel dan Kylie.


Hanzel menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


"Baik Dad." Balas Hanzel.


"Ayo kita pergi!" Hanzel mengajak Kylie.


Kylie enggan berdiri, ia sedang memikirkan cara yang harus ia lakukan agar Tuan Galtero membatalkan pernikahannya dengan Hanzel.


"Jangan memikirkan cara untuk membuat diri mu jelek dimata saya Kylie. Karena saya sangat tahu siapa kamu." Ucap Tuan Galtero. Melihat raut wajah Kylie, Tuan Galtero sangat tahu apa yang ada dalam pikiran Kylie saat ini.


Mendengar itu, Kylie memberi tatapan penuh tanda tanya pada Tuan Galtero dan hanya di balas dengan senyuman oleh Tuan Galtero seolah mengatakan "aku tahu semuanya tentang mu Kylie."


Kylie pun sadar tak ada artinya ia menjelekkan dirinya di depan Tuan Galtero karena calon Daddy mertuanya itu sepertinya sudah lama tahu tentang dirinya sebelum ia menjodohkan Kylie dengan Hanzel.


Kylie pun berdiri dari tempat duduknya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Dad." Pamit Kylie lalu keluar dari ruang tengah bersama Hanzel.


Setelah memastikan Kylie dan Hanzel keluar dari penthouse-nya, Tuan Galtero pun menghubungi Papa Bimantara untuk memberitahu calon besannya itu kalau Kylie ada bersama dengan Hanzel dan hendak fitting baju dan foto prewed.


"Kylie.. Kylie.. tak akan pernah ku lepaskan kau untuk menjadi menantu ku." Ucap Tuan Galtero setelah ia selesai menelepon calon besannya itu.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2