I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 14 : Tatapan Tajam Dari Dua Kubu


__ADS_3

Malam Harinya.


Pukul 19.00.


Tuan Galtero dan Hanzel kini sudah berada di ruang VIP restoran bintang lima yang ada di kota itu.


Tuan Galtero dan Hanzel memang sengaja datang lebih awal dari jam yang disepakati.


"Bersikaplah yang sopan nanti saat kau bertemu dengan Keluarga Bimantara, terutama dengan Kylie! Kau paham!" Ucap Tuan Galtero pada Hanzel.


"Iya Dad!" Balas Hanzel malas.


Sebenarnya ia sangat malas hadir di acara malam ini, tapi karena Daddy-nya terus memaksa dan mengancam, ditambah lagi Courtney yang belum bisa di hubungi, membuat Hanzel terpaksa harus berakhir di ruang VIP itu.


Sepuluh menit kemudian.


Setelah sepuluh menit menunggu, akhirnya Keluarga Bimantara pun datang dengan formasi seperti biasa, Papa Bimantara, Mama Nirmala, Kenneth, Kevin dan Kylie, apalagi malam ini adalah malam pertunangan Kylie dan Hanzel.


"Maaf kami terlambat. Pasti kalian sudah lama menunggu." Ucap Papa Bimantara.


"Kau tidak terlambat, kami saja yang datang terlalu cepat." Balas Tuan Galtero.


"Oh iya, mana Kylie?" Tanya Tuan Galtero karena yang masuk kedalam ruangan hanya Papa Bimantara dan Mama Nirmala saja.


"Dia sedang ke toilet." Jawab Papa Bimantara.


"Apa kalian datang hanya bertiga?" Tanya Tuan Galtero lagi.


"Tidak. Ken dan Kev juga ikut, mereka sedang menemani Kylie ke toilet." Jawab Papa Bimantara.


Kenneth dan Kevin memang diminta Papa Bimantara untuk mengekori adik bungsu mereka karena takut ke toilet hanya alasan untuk Kylie bisa melarikan diri.

__ADS_1


"Hanz, ayo sapa Tuan dan Nyonya Bimantara!" Perintah Tuan Galtero pada Hanzel karena sejak masuk-nya orangtua Kylie, Hanzel belum menyapa calon mertuanya itu dan malah fokus dengan ponselnya.


"Hai Paman, Bibi." Sapa Hanzel dengan senyum yang di paksakan sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan orangtua Kylie itu.


Setelah bersalaman dengan orangtua Kylie, Hanzel kembali fokus dengan ponselnya. Ia sedang mengirim pesan untuk Courtney.


Ceklek. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.


Sontak semua mata yang ada diruangan itu kecuali Hanzel menoleh kearah pintu.


"Selamat malam Tuan Galtero, maaf membuat Anda lama menunggu." Ucap Kenneth.


"Tidak pa-pa, masuk lah." Balas Tuan Galtero.


Kenneth pun masuk kedalam ruangan itu lalu diikuti Kylie dan Kevin dari belakang.


"Hanz, itu Kylie. Ayo sapa calon istri mu!" Ucap Tuan Galtero sambil menepuk paha Hanzel.


Mata Hanzel membelalak sempurna saat melihat sosok Kylie.


"Kau!!!" Hanzel menggeram.


Sedangkan Kylie mencebikkan sudut bibirnya sambil menatap sinis Hanzel.


"Jadi dia anak Tuan Bimantara? Kenapa bisa wanita seperti ini menjadi anak Tuan Bimantara!" Gerutu Hanzel dalam hati.


"Hanz, ayo cepat kenalkan dirimu pada Kylie!" Tegur Tuan Galtero.


"Kami sudah saling kenal Tuan." Sahut Kylie.


Mendengar kata-kata Kylie, Hanzel langsung memberikan tatapan mengintimidasi pada Kylie.

__ADS_1


"Benarkah, bagus kalau begitu. Pantas saja kemarin malam kalian terlihat sangat akrab, ternyata kalian sudah saling mengenal. Jadi acara pertunangan malam ini bisa berjalan dengan lancar." Balas Tuan Galtero.


"Baiklah, untuk mempercepat waktu, bagaimana kalau kita makan malam dulu." Kata Tuan Galtero lagi dan di anggukan oleh Keluarga Bimantara.


*


*


*


Makan malam pun usai, sekarang masuk ke acara inti dinner malam ini.


"Jadi Tuan Bimantara, sesuai dengan kesepakatan yang telah kita buat untuk menjodohkan Hanzel dan Kylie, maka hari ini saya sebagai orangtua Hanzel, dengan resmi melamar Kylie untuk menjadi pendamping hidup Hanzel. Apa Tuan dan Nyonya Bimantara menerima lamaran saya ini untuk menjadikan Kylie pendamping hidup anak saya, Hanzel?"


"Ya, pastinya saya menerima lamaran Anda yang meminta Kylie untuk menjadi pendamping hidup Hanzel." Jawab Papa Bimantara.


"Kalau Kylie sendiri bagaimana?" Tanya Tuan Galtero.


Hanzel yang sejak tadi hanya diam langsung menatap tajam Kylie. Seolah ingin memberi kode pada Kylie agar Kylie menolak perjodohan ini.


Selain Hanzel yang memberi tatapan tajam pada Kylie, ada tiga orang yang juga memberi tatapan tajam pada Kylie, seolah juga ingin memberi kode pada Kylie harus menerima perjodohan ini.


Tiga orang itu adalah Mama Nirmala, Kenneth dan Kevin.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2