
Fantasi World Land.
Sudah setengah jam rombongan Kylie berada di taman bermain dan sekarang sedang menunggu antrian untuk mendapat tiket untuk bermain bom-bom car.
"Kenapa harus jauh-jauh kesini sih? Kita kan bisa saja ke Galtero Square!! Disana juga ada wahana bermain." Dumel Hanzel.
"Marsha, Sharon dan anak-anak panti lebih suka kesini." Balas Kylie.
"Tapi disini membuang waktu, lihat saja antriannya membludak begitu!!" Balas Hanzel. Maklum saja Hanzel tidak biasa mengantri apalagi mereka sudah lima belas mengantri.
"Itu lah euphoria-nya!!"
"Cih euphoria!!!"
"Haish!!" Hanzel yang geram pun keluar dari barisan antrian.
"Mau kemana kau?"
"Aku ingin mencari manajer tempat ini."
"Untuk apa?"
"Untuk apalagi kalau bukan untuk menyewa tempat ini satu hari!!"
"Kau gi*la!! Sini kau!! Jangan berlebihan!! Kalau kau menyewa tempat ini, tidak akan ada pengunjung yang lain, sedangkan anak-anak datang kesini bukan hanya ingin bermain tapi melihat keramaian dan tawa anak-anak sebaya mereka!! Apa kau mengerti, hah!!"
"Tapi-"
"Daddy, sini!!." Belum juga selesai Hanzel membalas omongan Kylie, Sharon sudah menarik kemeja semi formal Hanzel agar masuk lagi ke barisan.
"Ck!!" Mau tak mau Hanzel pun masuk lagi ke barisan.
*
*
*
Dua setengah jam berlalu.
Sudah empat wahana khusus anak-anak mereka coba. Marsha, Sharon dan anak-anak panti terlihat lelah dan lapar.
__ADS_1
"Mommy, Marsha lapar." Rengek si sulung.
"Iya Mommy, Sharon juga." Timpal Sharon.
"Eeekkh... Eeekkh.." si bungsu Trent juga terlihat gelisah dari tadi. Mungkin ia juga merasakan lapar.
Kylie pun melihat wajah anak-anak panti yang lain. Dari wajah mereka terlihat mereka juga lapar.
"Hanz!!" Kylie memanggil Hanzel yang sedang duduk tak jauh dari tempat merek berdiri sekarang. Hanzel sudah kelelahan.
Hanzel hanya merespon dengan menaikkan dagu-nya seolah bertanya "apa?"
"Sini!!" Balas Kylie.
Hanzel menghela nafasnya kasar lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan malas mendekati Kylie dan anak-anak.
"Ada apa? Mau keliling lagi? Aku tidak ikut! Aku tunggu disini saja, kalau kalian mau berkeliling lagi."
Kylie memutar bola matanya malas mendengar keluhan prasangka Hanzel.
"Yang mau berkeliling lagi siapa! Anak-anak sudah lapar, ayo kita cari makan dulu." Ucap Kylie.
"Ayo kita keluar dari sini!"
"Tidak usah keluar dari sini. Kita cari makan di tempat ini saja."
"Memangnya ada?"
"Ada. Tadi aku melihat ada restoran kecil di daerah sana." Tunjuk Kylie.
"Berarti habis makan kita masih berkeliling lagi?" Tanya Hanzel curiga.
"Kenapa? Kau lelah? Jompo sekali kau!!" Ejek Kylie.
"Haish!!" Cebik Hanzel.
"Ya sudah ayo kita makan dulu!! Kaki ku sudah gemetaran karena lapar!" Ucap Hanzel yang malas berdebat dengan Kylie karena sudah sangat lapar.
Mereka pun berjalan menuju restoran yang tadi Kylie lihat.
*
__ADS_1
*
*
Setelah selesai mengisi perut, mereka pun kembali mengitari taman bermain.
"Mommy, Sharon mau naik kereta gantung." Ucap Sharon.
"Iya Mommy, Marsha juga mau naik kereta gantung."
Kylie melirik Hanzel.
"Apa?"
"Kau tidak takut ketinggian kan? Ayo kita naik kereta gantung." Ajak Kylie.
Hanzel melihat antrian untuk mendapat tiket kereta gantung.
"Tapi antriannya panjang, lain kali saja kita naik itu. Sekarang kita pulang saja." Tolak Hanzel. Padahal ia menolak karena dirinya takut ketinggian.
"Cih, alasan! Bilang saja kau takut ketinggian!" Ejek Kylie.
"Enak saja! Tidak yah!!" Balas Hanzel.
"Buktikan kalau kau memang tidak takut ketinggian!!" Tantang Kylie.
Hanzel menarik nafasnya dalam-dalam lalu menelan salivanya kasar.
"Bagaimana ini, kalau aku tolak, pasti perempuan sialan ini akan terus-terusan mengejek ku, tapi kalau aku terima tantangannya, itu sama saja mempermalukan diri ku sendiri kalau nanti diatas aku kencing di celana." Gumam Hanzel dalam hati.
Hanzel pun memikirkan cara bagaimana ia bisa menghindar dari tantangan Kylie.
*
*
*
Bersambung...
** maaf baru update, masih sibuk dengan project ujian 🙏🙏 **
__ADS_1