I'M Not A Bi*Tch

I'M Not A Bi*Tch
Bab 7 : Meminta Persetujuan


__ADS_3

"Ma.."


"Iya Pa."


"Tadi aku, Ken dan Kev merundingkan hal tentang Ky."


"Merundingkan apa? Jangan bilang Kylie membuat masalah diluar sana?"


Papa Bimantara menggelengkan kepalanya.


"Lebih tepatnya, masalah yang akan datang menghampirinya kalau dia tetap menjalani hobi-nya sebagai DJ." Balas Papa Bimantara.


"Kenapa baru sadar sekarang? Kan dulu sebelum Papa mengizinkan Kylie keluar dari mansion dan mengizinkan Kylie belajar nge-Dj, Mama sudah memperingatkan Papa. Jangan izinkan Kylie keluar dari mansion apalagi mengizinkan dia belajar menjadi DJ."


"Ya, ya, ya. Papa salah. Papa terlalu memanjakan dia. Tapi biar begitu, Kylie kan tetap bisa menjaga harga dirinya sebagai seorang wanita."


"Tapi sayang-nya orang lain tidak mau tahu tentang itu! Yang orang lain tahu, jika seorang wanita sering keluar masuk klub malam, berarti wanita itu bukan wanita baik-baik. Apalagi Kylie disana nge-DJ, makin buruk saja pasti penilaian orang tentang Kylie. Dan semakin banyak orang yang berpikiran buruk tentang Kylie, semakin besar juga kemungkinan Kylie mendapat pelecehan di luar sana." Mama Nirmala menjeda sejenak kata-katanya.


"Sekali-dua kali, mungkin Kylie bisa menghandle sendiri orang-orang yang berusaha melecehkannya. Tapi kita kan tidak tahu kapan kita mendapat musibah. Bagaimana saat Kylie tidak bisa menghandle orang-orang yang berusaha melecehkannya, disaat itu juga orang-orang mu lengah. Selesai lah hidup Kylie!" Lanjut Mama Nirmala.


Papa Bimantara hanya menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan istrinya.


"Maka dari Ma, tadi Papa, Ken dan Kev berembuk membicarakan hal ini." Balas Papa Bimantara.


"Dan hasil dari perundingan kami, kami memutuskan untuk menjodohkan Kylie dengan Hanzel Gartelo, anak dari Tuan Galtero, teman bisnis Papa yang dari Jerman." Lanjut Papa Bimantara.

__ADS_1


"Dulu waktu Kylie masih SMU, Tuan Galtero pernah mengajak Papa untuk menjodohkan Kylie dengan Hanzel, tapi Papa tidak terlalu menggubrisnya, karena Papa pikir, Tuan Galtero hanya berguyon. Tapi sekarang, Papa ingin mencoba menanyakan pada Tuan Galtero apa ajakannya yang dulu masih berlaku atau tidak. Ya, itu pun kalau Mama setuju." Kata Papa Bimantara lagi.


Mama Nirmala diam sejenak. Tak lama ia menganggukkan kepalanya setuju dengan ide suami dan kedua anak lelakinya.


Meminta persetujuan dari Mama Nirmala sudah, sekarang tinggal Papa Bimantara menanyakan pada Tuan Galtero tentang ajakan Tuan Galtero dulu.


*


*


*


Keesokan paginya.


PT. Bimantara Mining.


Papa Bimantara sudah berada di ruang Presdir, ruang kerja-nya yang sekarang sudah ia serahkan pada Kenneth sebagai putra sulungnya sedangkan untuk putra kedua-nya Papa Bimantara percayakan untuk mengelola sepuluh resort dan kafe yang ada di tempat-tempat pariwisata yang ada di Indonesia. Untuk Kylie sendiri, rencana-nya Papa Bimantara akan memberikan Bimantara Clothing pada Kylie, jika Kylie sudah selesai kuliah nanti.


"Pagi Pa." Sapa Kenneth yang baru datang.


"Kenapa baru datang?" Tanya Papa Bimantara dengan nada tegas karena sekarang jam sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh.


"Maaf Pa, Sydney tidak mau ditinggal tadi. Maka-nya Ken telat." Jawab Kenneth.


Padahal yang sebenarnya terjadi bukan itu, alasan yang sebenarnya Kenneth telat karena semalam sedang mengerjakan proyek Sydney brother alias membuat adik untuk Sydney.

__ADS_1


Mendengar Kenneth membawa nama Sydney, yang saat ini masih memegang tahta sebagai cucu tunggal karena Kevin dan istrinya belum mempunyai anak, Papa Bimantara yang tadi mau mengomel jadi tidak jadi.


"Oh.." Papa Bimantara hanya membulatkan mulutnya.


"Oh iya, ada apa Papa ke kantor?" Tanya Kenneth.


"Papa ingin membahas tentang rencana kita kemaren. Mama mu setuju untuk menjodohkan Kylie dengan Hanzel."


"Lalu Tuan Galtero bagaimana? Apa Papa sudah menghubunginya?"


Papa Bimantara menggelengkan kepalanya.


"Tadi malam Papa memang mau menghubunginya, tapi rasanya tidak pantas kalau membicarakan itu di telepon. Jadi rencana-nya Papa ingin kita langsung ke Jerman untuk membahas langsung tentang hal ini."


"Ken rasa itu tidak perlu Pa, karena minggu depan Tuan Galtero dan Hanzel akan datang ke negara ini. Mereka ingin meresmikan Galtero Town Square yang ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Malang dan Bali." Balas Kenneth.


"Benarkah? Kok Papa tidak tahu?"


"Karena Ken baru memberitahunya sekarang pada Papa." Kenneth savage.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2