
Keesokan paginya.
Pukul 09.00.
Kini Hanzel dan Tuan Galtero sedang dalam perjalanan menuju bandara.
"Dad." Hanzel memanggil Tuan Galtero yang sedang fokus menatap layar tabletnya.
"Hemh." Jawab Tuan Galtero.
"Ada yang ingin Hanz katakan pada Daddy tentang Kylie." Ucap Hanzel.
Mendengar nama calon menantunya disebut, Tuan Galtero pun mengalihkan pandangannya dari layar tablet ke Hanzel.
"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Tuan Galtero sambil menutup tablet-nya.
Hanzel pun mengeluarkan ponselnya lalu membuka video Kylie yang sedang memainkan alat DJ serta sedang berjoget dengan seorang pria.
__ADS_1
"Ini Dad, lihatlah baik-baik." Ucap Hanzel sambil memberikan ponselnya pada Tuan Galtero.
Tuan Galtero pun menonton video itu sangat serius.
"Begitulah kelakuan gadis yang Daddy pilihkan untuk Hanzel. Bukankah Kylie terlihat seperti ja*lang Dad?!" Ucap Hanzel merendahkan Kylie.
Sontak Tuan Galtero menoleh ke arah Hanzel.
"Tutup mulutmu! Jangan pernah kau merendahkan anak teman Daddy dengan kata-kata seperti itu!" Tegur Tuan Galtero keras sambil mengembalikan ponsel Hanzel.
"Tapi ini buktinya Dad kalau dia..."
Hanzel pun diam.
"Jadi ini yang kau lakukan semalam, hah?! Kau bilang ingin menemui teman mu, tapi nyatanya kau malah membuang waktu mu untuk mencari kejelekan Kylie!" Sindir Tuan Galtero.
"Apa kau pikir Daddy ini bodoh, hah! Sebelum Daddy menjodohkan mu dengan Kylie, sudah pasti Daddy akan mencari tahu tentang Kylie! Daddy menjodohkan mu dengan Kylie bukan hanya karena Kylie anak teman Daddy, tapi karena Daddy tahu Kylie adalah wanita baik-baik, wanita terhormat, wanita mandiri, wanita tangguh dan wanita yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dan Daddy yakin hanya Kylie lah yang mampu merubah sikap introvert dan arogan mu yang tidak jelas itu!"
__ADS_1
"Tapi Dad, dia itu DJ! Memangnya Daddy tidak malu kalau sampai rekan bisnis Daddy tahu kalau calon menantu Daddy adalah seorang DJ dan sering keluar masuk klub malam?"
"Memangnya kenapa dengan seorang DJ? Toh mereka menghibur dengan keahlian mereka yang memainkan alat DJ, tidak semua orang bisa memainkan alat DJ! Kalau ada yang berani merendahkan Kylie karena dia seorang DJ, akan Daddy tantang orang itu untuk bermain DJ!" Balas Tuan Galtero.
"Sekarang permasalahannya bukan karena profesinya Dad, tapi kan Daddy tahu kalau stigma masyarakat tentang orang-orang yang sering pergi ke klub malam dan yang bekerja di dunia hiburan bagaimana! Bagaimana kalau gara-gara itu, saham perusahaan kita akan merosot tajam?!"
"Kenapa kau yang pusing memikirkan perusahaan Daddy! Daddy yang membangunnya dari nol saja tidak memusingkan hal itu! Lagipula, tidak ada sejarahnya saham perusahaan anjlok hanya karena pemilik perusahaan menikahkan anaknya dengan seorang DJ. Kecuali, kau menghamili seorang wanita dan tidak bertanggung jawab lalu si wanita mengumbarnya ke media, itu baru saham perusahaan akan anjlok!" Balas Tuan Galtero.
"Pokoknya kau tidak perlu memikirkan urusan Kylie atau saham perusahaan, itu urusan Daddy! Lebih baik kau pikirkan saja bagaimana cara-mu untuk secepatnya memutuskan hubungan mu dengan model itu sebelum hari pernikahan mu dengan Kylie!" Kata Tuan Galtero lagi.
Hanzel pun diam lalu mengalihkan pandangannya ke jalanan. Ia sudah kalah telak berdebat dengan Daddy-nya.
Sedangkan Tuan Galtero, ia kembali membuka tabletnya dan mengirim email kepada Joe, orang kepercayaannya yang sedang ia tugaskan untuk mencari tahu tentang Courtney.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...