
Kampus Kylie.
Pukul 10.00
Meski masih mengantuk, Kylie tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang mahasiswi di salah satu universitas unggulan di kota itu.
"Ky..." Panggil Livy.
Kylie yang baru turun dari mobilnya dan hendak berjalan memasuki gedung kampus pun menoleh ke belakangnya.
Livy berlari menghampiri Kylie.
"Gawat Ky.. gawat!!" Kata Livy panik.
"Gawat kenapa?"
"Seisi kampus udah pada tahu kalau kamu tuh anak-nya Papa Bimantara." Ucap Livy.
"Kok bisa?" Kylie tak kalah panik. Karena selama dua tahun Kylie kuliah disitu tak ada yang tahu kalau Kylie adalah anak Papa Bimantara.
"Ada di papan pengumuman." Jawab Livy.
"Gimana ini Ky? Pasti Papa Bimantara sama Mama Nirmala ngamuk kalau mereka tahu identitas asli kamu bocor." Ucap Livy.
__ADS_1
"Kalau itu pasti! Apalagi Mama!" Balas Kylie sambil menghela nafasnya kasar.
"Ayo kita lihat." Ucap Kylie sambil menarik tangan Livy dan mereka pun berjalan tergesa-gesa memasuki gedung kampus.
Saat sudah berada di dalam kampus, terlihatlah beberapa mahasiswa-mahasiswi yang sedang berkerumun di depan papan pengumuman.
"Minggir.. minggir.. minggir!!" Kylie membelah kerumunan para mahasiswa dan menerobos untuk sampai di barisan paling depan.
Kylie melihat beberapa foto dirinya dari berbagai angle, ada yang Kylie sedang di podium dan sedang memainkan alat DJ, ada yang Kylie sedang di lantai dansa sedang berdansa dengan Andrew dan ada yang saat Kylie di mini bar dan sedang menyeruput koktail bersama Livy, Kylie dan Andrew.
Selain foto Kylie yang ada di klub malam, di papan pengumuman itu juga terpampang nyata foto Kylie bersama keluarganya saat ulangtahun Sydney.
Ternyata DJ Kylie yang kita kenal adalah Kylie Viera Bimantara, putri bungsu Tuan Bimantara, pengusaha tambang yang terkenal di negri kita. Apa Tuan Bimantara sedikit memberikan uang jajan pada Kylie sampai-sampai putrinya harus menjadi DJ? Atau jangan-jangan sambil Kylie nge-DJ sambil Kylie menjual dirinya?
Begitulah keterangan menyudutkan yang ditulis di bawah foto Kylie bersama keluarga besarnya.
Kylie membalikkan tubuhnya, dengan tatapan nyalang pada para mahasiswa yang ada di belakangnya Kylie berteriak menanyakan siapa yang sudah menempel foto-foto itu di papan pengumuman.
"Siapa yang udah nempel ini semua? Siapa!!!" Teriak Kylie emosi.
Semua mahasiswa yang ada di belakang Kylie diam dan menggelengkan kepalanya tanda mereka juga tidak tahu siapa pelakunya.
Sedangkan Livy, ia mencabut foto-foto Kylie yang ada di papan pengumuman.
__ADS_1
Karena tak ada yang menjawab, Kylie pun pergi dari kerumunan itu dan hendak pergi keruang cctv. Ia ingin melihat dari cctv siapa yang menempel foto-foto itu dan diikuti Livy dari belakang.
Namun baru beberapa langkah Kylie keluar dari kerumunan, tiba-tiba Kylie menghentikan langkahnya karena mendengar celetukan Emely, si gadis sok cantik dan sok populer di kampus itu.
"Padahal duit bokap-nya banyak, masih aja jual diri!!!" Celetuk Emely.
Dan jelas saja celetukan Emely itu membuat emosi Kylie makin mendidih.
Kylie berjalan mendekati Emely yang ada di bagian paling belakang kerumunan mahasiswa.
Kylie mengeluarkan senyum liciknya. Bahaya. Itu tanda bahaya. Kylie tidak mengenal gender saat melampiaskan emosinya.
Melihat senyum licik Kylie, Livy langsung menahan Kylie.
"Ky, jangan!" Lirih Livy memberi peringatan.
"Tenang bestie, aku tidak akan mematahkan lehernya!" Balas Kylie sambil menepuk pundak Livy pelan.
Mendengar itu Livy hanya bisa menghela nafasnya kasar.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...