
Keesokan harinya.
Mansion Bimantara, pukul 07.00.
Semalam Kylie dilarang keras pulang ke apartemen dan diminta untuk pulang ke mansion karena selain sudah lama Kylie tidak menginap di mansion orangtuanya, Papa Bimantara juga ingin membicarakan tentang perjodohan Kylie dengan putra tunggal Tuan Galtero yang tadi malam sudah disepakati Tuan Galtero. Dan rencana-nya malam ini, dua keluarga itu akan dinner di salah satu restoran bintang lima khusus untuk mempertemukan Kylie dan Hanzel serta langsung mengikat hubungan Kylie dan Hanzel dalam ikatan tunangan.
Dan disini lah Kylie sekarang, berada di meja makan bersama Papa Bimantara dan Mama Nirmala.
"Ky.."
"Iya Pa."
"Bagaimana pendapat mu tentang putra Tuan Galtero?"
"Songong! Belagu! Dan tidak berakhlak!" Jawab Kylie dalam hati. Cukup dalam hati, karena tidak mungkin ia menjelek-jelekkan anak dari kolega bisnis Papa-nya.
"Tampan dan berwibawa." Jawab mulut Kylie walau dalam hati-nya ia ingin muntah mengatakan itu.
"Benarkah? Apa Hanzel termasuk tipe pria idaman mu?"
Kylie mengernyitkan keningnya, perasaannya mendadak tidak enak mendengar pertanyaan Papa-nya.
"Kenapa Papa bertanya seperti itu?"
Papa Bimantara menghela nafasnya kasar, lalu meletakkan sendok dan garpu diatas piring.
__ADS_1
"Kylie.."
"Hemh.."
"Papa dan Tuan Galtero sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dan Hanzel. Dan malam ini kami ingin mempertemukan kalian secara resmi sekaligus langsung mengikat hubungan kalian dalam ikatan pertunangan." Ucap Papa Bimantara.
Mata Kylie membulat dan mulutnya pun menganga.
"Yang benar aja Pa, masa Kylie di jodohkan dengan laki-laki yang udah merendahkan Kylie!" Balas Kylie dengan nada yang meninggi.
"Maksud kamu merendahkan apa? Memangnya kamu dan Hanzel pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Mama Nirmala.
"Kalau memang dia pernah merendahkan mu, lalu kenapa saat di acara tadi malam kalian seperti pasangan yang sangat serasi?" Timpal Papa Bimantara.
"Oh.. hanya karena itu!! Wajar saja dia berpikiran seperti itu Ky, karena di negara-nya sana, banyak wanita yang seperti itu." Balas Papa Bimantara sepele.
"Iya Ky. Lagipula, jangan salahkan dia berpikiran negatif tentang mu, kan kamu juga yang salah karena penampilan mu semalam memang sangat mendukung orang untuk menilai negatif tentang mu!" Timpal Mama Nirmala. Karena tadi malam tidak sengaja Mama Nirmala mendengar beberapa ibu-ibu membicarakan penampilan Kylie.
"Jangan kolot Ma! Jaman sekarang, tinggi atau rendahnya martabat seseorang bukan dilihat dari penampilannya! Banyak perempuan yang pakaiannya tertutup, rajin ibadah, terlihat alim, eh... gak tau-nya hamil duluan! Tapi perempuan yang terlihat nakal seperti Kylie, malah lebih pintar menjaga diri mereka!" Balas Kylie.
"Jelas Mama kolot, karena Mama memang orang yang terlahir di jaman yang semua serba tabu. Dan ibu-ibu yang membicarakan mu semalam, mungkin juga lahir di jaman serba tabu sama seperti Mama." Balas Mama Nirmala.
Kylie menghela nafasnya kasar dan memilih diam untuk tidak memperpanjang perdebatan. Karena sekeras apa pun Kylie membela dirinya kalau lawan bicara-nya masih berpikiran kolot tetap saja dirinya tidak akan menang.
Kylie meletakkan sendok dan garpu-nya kasar diatas piring.
__ADS_1
"Kylie kenyang, Kylie pergi dulu." Ucap Kylie sambil mengangkat bokongnya dari kursi.
"Papa belum selesai bicara Kylie!"
"Gak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kylie sudah malas!" Balas Kylie sambil keluar dari ruang makan.
"Kylie, stop!" Teriak Papa Bimantara.
Tapi Kylie tetap tidak menghiraukan teriakan Papa-nya.
"Nanti malam jam tujuh kau harus datang ke Delicious Resto! Kalau kau tidak datang, Papa akan mengurung mu dirumah!" Ancam Papa Bimantara.
Kylie masih tidak memperdulikan teriakan Papa-nya dan tetap berjalan keluar dari mansion.
Melihat tingkah Kylie, Papa Bimantara pun mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi bodyguard bayangan yang ia tugaskan menjaga Kylie.
Papa Kylie memberi perintah pada bodyguard itu untuk langsung menangkap Kylie setelah Kylie selesai kuliah dan membawa-nya pulang ke mansion.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1